FanFict “Winter Story” #1


Winter Story - poster

Tittle          : Winter Story

Author       : Lee Arni a.k.a Kyo

Main cast   :

  • Park Yeon Sung (OC)
  • Lu Han

Other          :

  • Find by yourself

Genre         : Romance, NC 17 (maybe).

Length       : Chaptered

Backsound :

  • 2NE1 – I Am The Best
  • After School – Diva
  • 5Dolls – Lip Stain
  • Gangkiz – Mama
  • SPEED – That’s My Fault

Annyeonghaseyo ~ Kyo kembali lagi dengan FF yang rada nganu (?) nggak tau deh feel nganu nya dapet apa engga (?)

HanYeon couple series \(^o^)/ hominaaaa *puja kerang raksasa*

Happy reading ~~~~~

Warning!!! If you read just for judge my FF, go away! Not for siders. Siders? Go away -_-

oOoOo

CHAPTER 1

Park Yeon Sung. Begitu nama gadis berambut hitam lurus dengan panjang melewati bahunya. Siang ini sepulang sekolah, ia datang ke JS Company. Seperti biasa penampilannya ala remaja masa kini namun tetap rapi. Blazer mantel berwarna merah maroon selutut, tas gendong berbahan kulit, dan booth hitam berbulu di pangkal sepatunya.

Seseorang yang sudah bekerja lama di perusahaan itu mengikutinya, berjalan di belakang gadis itu dengan tergesa-gesa karna langkah kaki Yeon Sung semakin cepat setelah sadar jika ia diikuti seseorang.

“Nona Yeon, anda tidak bisa menemui Wakil Komisaris jika tidak membuat janji sebelumnya”. Peringat Manager Jung denga tegas.

Yeon Sung membalikan tubuhnya dengan tatapan tak suka yang ia lemparkan pada Manager Jung. “apa peduliku? Haruskah aku membuat janji untuk bisa bertemu dengan Park Hyo Min?”. Balas Yeon Sung, sangat tampak mata dengan iris coklat tua itu tak suka pada pria paruh baya yang tadi memperingatinya.

“anda tidak boleh lancang seperti itu, Nona”. Peringat Manager Jung sekali lagi. Yeon Sung tersenyum miring, dinaikannya sedikit dagunya saat menatap Manager Jung. Ia tak gentar sedikitpun. Yang ia inginkan adalah bertemu dengan Wakil Komisaris JS Company.

Pintu besar diujung lorong terbuka. sesosok wanita paruh baya keluar dari ruangan dengan setelan blazer abu-abu, sangat rapi. Yeon Sung menatap sosok itu dengan tajam. Wanita itu berjalan mendekat.

“Manager Jung, apa semua direktur sudah berkumpul di ruang rapat?”. Tanya wanita itu dengan cara bicaranya yang sangat lemah lembut namun terdengar tegas.

“ya, rapat akan di mulai 10 menit lagi. Wakil Komisaris, maafkan aku tapi Nona ini…”. wanita yang tak lain adalah Wakil Komisaris itu mengangkat tangan kirinya, menandakan bahwa Manager Jung harus berhenti bicara.

“aku mengerti. Aku akan segera keruang rapat setelah menyelesaikan urusanku dengan Nona muda ini dulu”. Sungutnya. Manager Jung membungkuk sekali lalu berlalu, membiarkan kedua wanita ini menyelesaikan urusan mereka.

Yeon Sung yang sedari tadi menahan ketidaksabarannya untuk berbicara akhirnya membuka rahangnya untuk mulai berbicara.

“aku sudah mengirimkan uang untukmu minggu ini. Apa ada sesuatu lain yang kau butuhkan? Katakan”. Wakil Komisaris mendahulinya berbicara.

“yya! sejak kapan aku harus membuat janji jika ingin bertemu denganm? Sejak kapan tujuanku datang kemari hanya untuk meminta uang? Sejak kapan kau bersikap seperti orang lain?”. Pertanyaan yang keluar secara beruntun dari mulut Yeon Sung hanya di tanggapi dengan senyuman.

“hanya itu saja yang ingin kau bicarakan Yeon’ah?”. Tanya wanita itu dengan nada meremehkan. “pulanglah, aku masih sibuk. Dan jangan mencoba untuk menemui Komisaris, karna itu akan sia-sia”. Suruhnya.

Deg! Hati Yeon Sung seperti tertindih beban berat. Sangat berat hingga ia merasa sulit bernapas. Wakil Komisaris berjalan melewatinya begitu saja. “eomma!!”. teriakan Yeon Sung menggema di lorong sepi tempatnya berada sekarang.

“pulanglah Yeon’ah. Kau masih harus sekolah dengan baik. kursus bahasa asing, musik, dan menyetir. Bahkan nilai menyetirmu sangat buruk. Kau akan jadi apa nantinya”. Desis wanita itu. Park Hyo Min yang merupakan ibu kandung Park Yeon Sung. istri pemilik JS Company, Park Jung Soo. Dan ia juga lah yang menjadi Wakil Komisaris Park.

Yeon Sung mendengus kesal. “aku tidak tahu akan jadi apa aku nantinya. Bukankah tanpa bekerja aku sudah mendapatkan banyak uang?”. Nada bicara gadis ini sangat sombong. Sudah sejak 5 tahun belakangan ini ia bersikap seperti itu.

“baiklah, jika hanya itu tujuan hidupmu kelak”. Jawab Hyo Min pelan. Ia juga sudah tidak peduli dengan sikap anaknya. Yang terpenting baginya adalah tetap menyuntikan dana pada anaknya ini dan juga membayar semua kebutuhan anaknya.

Hyo Min pun berlalu dengan cepat. Pergi ke ruang rapat sesegera mungkin. Seharusnya ia tak bertemu dengan Nona Yeon karna itu hanya membuang waktu. Pikirnya. Yeon Sung menatap nanar, dilirik nya sebuah guci yang berjejer sepanjang lorong. ‘Praaang!’ Sebuah guci di senggolnya dengan sengaja hingga jatuh dan membentuk tumpukan abstrak di lantai.

“bersihkan ini, Wakil Komisaris tidak akan marah karna Nona Yeon yang menyenggolnya hingga jatuh”. Titah Yeon Sung pada seorang pelayan yang berdiri disana. Pelayan itu mengangguk lalu melakukan perintah Yeon Sung. © Kyo’s Story

~oOo~

Mobil limousine berwarna hitam mengkilap berhenti di halaman rumah mewah di kawasan perkomplekan elite di Seoul. Pintu penumpang dibukakan oleh seorang pelayan rumah tersebut. Yeon Sung turun dengan cepat.

“bagaimana hari anda Nona? Sepertinya anda pulang agak terlambat hari ini”. Sapa pelayan tersebut. Yeon Sung tak menggubris sapaan tersebut dan berjalan masuk. Aroma khas pengharum ruangan tercium oleh indra penciuman Yeon Sung saat memasuki ruangan.

Begitu banyak benda antik bernilai mahal di dalam ruangan. Beberapa pelayan tampak sedang sibuk mengelap sana-sini meski sebenarnya tak ada debu yang menempel. Selalu seperti itu setiap harinya. Bahkan Yeon Sung bosan melihat orang-orang ini bergerak dengan aneh sembari membersihkan tiap benda yang mereka lihat.

Yeon Sung menaiki anak tangga menuju lantai dua. Bisa di bilang kehidupannya sangat tercukupi. Ia tak perlu menyiapkan makanan, kebutuhan mandi, pakaian, dan semuanya karena sudah ada yang menangani semua itu.

“hoi, Yeon’ah, Sekretaris Lee bilang kau ke kantor appa tadi? Kenapa? Kau butuh uang atau yang lainnya?”. Seorang pria bertubuh tinggi menyapanya dari kamar sebelah.

Yeon Sung yang belum sempat membuka pintu kamarnya bersandar pada pintu itu sendiri. “mengapa kau sangat ingin tahu apa yang kulakukan oppa? aku rasa tidak penting bagimu untuk tahu”. Jawab Yeon Sung.

“Park Yeon Sung, kau jangan berharap kedua orang tua itu akan pulang saat kau memintanya. Rumah mereka adalah di kantor”. Peringat pria itu. ia merentangkan tangannya yang panjang. “lihatlah ini Yeon’ah, ini semua sudah cukup untuk membuat kita bahagia. Kau Park Yeon Sung dan aku Park Chan Yeol. Kita berdua terlahir dari rahim yang sama, dan kita berdua adalah saudara kandung yang sangat beruntung. Syukuri saja semua ini”. Jelas pria itu. Park Chan Yeol, saudara kandung Yeon Sung satu-satunya.

“aku prihatin pada mu oppa”. ejek Yeon Sung. Tak ingin berlama-lama mengobrol dengan kakaknya, ia pun masuk ke dalam kamarnya. Kamar dengan nuansa tulip merah dan ornament keemasan. Menutup rapat-rapat kamarnya untuk menghindari Chan Yeol. © Kyo’s Story

~oOo~

Akhir musim gugur. Pemandangan terlihat indah dari atap sekolah. Bundang High School. Jam pelajaran masih berlangsung. Tapi tidak untuk 2 orang gadis yang kini tengah berdiri berjejer di pinggir pagar atap sekolah. Mulut mereka mengeluarkan asap abu-abu, dari pembakaran rokok yang terus mereka hisap dari tadi.

Park Yeon Sung dan Kim Mi Ya atau yang akrab di sapa Mia. Mereka berdua masih terdaftar sebagai siswi di sekolah ini. Kedua gadis ini bersahabat, orang tua mereka masing-masing adalah penyumbang terbesar di yayasan sekolah. Tergolong sebagai siswi trouble maker namun siapa yang berani menegur mereka? Hanya teguran biasa, lalu mereka kembali berulah. Ya, salah 1 nya seperti sekarang ini. Membolos saat jam pelajaran yang tidak mereka sukai dan merokok di atap sekolah.

Yeon Sung membalikan tubuhnya kemudia bersandar di pagar. “Choi Sung Min meninggalkan ku demi gadis murahan itu. Aku ingin menjambak gadis itu hingga botak”. Desis Yeon Sung. Rokok yang tadi nya ia hisap kini ia lempar ke lantai lalu diinjak hingga hancur.

Mia tersenyum miring. Dan melakukan pergerakan yang sama seperti Yeon Sung barusan. “seharusnya langsung saja kita lakukan, ayolah, jangan bersedih seperti itu. jam istirahat sebentar lagi”. Mia merangkulkan tangannya ke pundak Yeon Sung.

“dia akan menyesal karna telah meninggalkanku dengan cara seperti ini”. Tangan mungil Yeon Sung membentuk sebuah kepalan di samping tubuhnya. Matanya menatap penuh kebencian.

Mia tertawa terbahak mendengar pernyataan sahabatnya ini. Entah apa yang lucu. Mia hanya menyalurkan kegeliannya dengan tertawa. “hey, dengar Yeon’ah, Nona Yeon, pria berengsek tidak tahu malu seperti Choi Sung Min tidak pantas bersama gadis seperti mu. Tenanglah. Diluar sana ada banyak pria yang menginginkan mu”. Puji Mia sekedar untuk menyenangkan hati Yeon Sung.

“tanpa kau beritahu juga aku sudah tahu jika aku begitu, Mia’ya”. Jawab Yeon Sung bangga. “ah, ya, bagaimana hubunganmu dengan Kim Yoo Hwan?”. Yeon Sung balik bertanya.

Mia menghela napas panjang. “aku tak ingin membahasnya lagi. Ah, dia sama saja. Aku sudah menyuruh orang untuk menghajarnya”. Jawab Mia santai. Tampaknya kedua gadis ini sedang dilanda kebencian pada pasangan mereka masing-masing. © Kyo’s Story

~oOo~

Jam istirahat tiba. Yeon Sung dan Mia bergegas turun dari atap sekolah. Mereka berlarian bersama menuju caffetaria sembari sesekali saling mendorong. Orang yang ditemui dilorong lah yang harus mengalah saat mereka lewat. Jika mereka menabrak seseorang, maka orang itu yang harus meminta maaf.

Caffetaria sudah ramai oleh murid yang ingin mengganjal perut mereka setelah mengikuti jam pelajaran yang lama tadi. Begitu pun dengan Yeon Sung dan Mia, hanya saja bedanya kedua gadis ini tidak mengikuti jam belajar tadi.

banana juice? Kau tidak suka pisang kan?”. Tanya Mia heran. Matanya menyorot pada minuman kotak banana juice yang di pegang oleh Yeon Sung. Ya, ia tahu benar jika Yeon Sung tak suka minuman itu.

Yeon Sung tersenyum penuh arti. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada sekelompok gadis yang berkumpul di meja 4 kursi, mereka tampaknya sedang membicarakan sesuatu yang sangat menyenangkan.

“mari kita lakukan”. bisik Mia. Yeon Sung mengangguk. Permainan menyenangkan. Pikirnya. Kedua gadis itu berjalan pelan menuju meja dimana sasaran mereka berkumpul. Yeon Sung merobek bagian atas minuman kotak yang ia bawa.

“aku yakin 2 gadis sombong itu sedang bersedih karna kekasih mereka berhasil kita rebut”. Ujar salah seorang dari mereka. Dibalas dengan gelak tawa oleh teman-temannya.

Yeon Sung duduk berdiri tepat disamping meja mereka. “tapi sepertinya dugaanmu salah. Aku sama sekali tidak bersedih”. Desis Yeon Sung menunjukan seringaiannya. Kemudian ia menuangkan banana juice yang telah ia siapkan ke dalam makanan gadis bersurai coklat yang tadi berbicara dengan lantang.

“beraninya kau!”. Teriak temannya. Mia menekan pundak gadis itu agar tetap duduk. “yya!”. jeritnya.

Yeon Sung melipat tangannya di dada. “aku tidak akan mengambilnya kembali, silahkan saja kau nikmati bekasku”. Ujar Yeon Sung. “kajja. Aku muak berlama-lama disini”. Yeon Sung dan Mia pun pergi dari sana. Sebelum keluar dari caffetaria, Yeon Sung berpapasan dengan Sung Min. Ia tak sedikit pun melirik pria itu. © Kyo’s Story

~oOo~

Di sebuah ruangan berukuran 5 X 6 meter yang dipenuhi oleh alat musik. Salah 1 ruangan favorite Yeon Sung di rumahnya. Ia duduk di kursi sambil memeluk Cello. Tangan kanannya menggenggam bow* (*bow adalah alat yang di gunakan untuk menggesek strings/senar Cello.

Semenit kemudian ia mulai menggesekan bow ke senar Cello. Jari lentiknya menekan senar. Menimbulkan suara yang merdu. Matanya terpejam mengingat not lagu orkestra yang ia ingat. Permainan solo yang cukup luar biasa. Yeon Sung menyukai Cello sejak ia sekolah dasar. Dan mendapat pelatihan musik dengan baik.

Namun mendadak ia menghentikan permainannya. Suara berisik yang muncul dari ruangan sebelahnya. Denduman musik yang diiringi nyanyian tidak sesuai lirik. Yeon Sung meletakan Cello nya dengan hati-hati. Kemudian melangkah keluar dari ruangan ini. Tangannya tetap menggenggam bow.

Brak! Yeon Sung membuka pintu ruangan sebelahnya. Disini terdapat pemandangan seperti disebuah night club. Lampu yang remang dimata, dilengkapi dengan lampu warna-warni, suara musik yang memekakan telinga, dan bau alkohol yang menyengat.

“yya! Park Chan Yeol gila, kau pikir kau tinggal sendirian disini? mengadakan party sesukamu”. Oceh Yeon Sung mengimbangi suara musik yang di putar. Semua orang yang berada disana melihat padanya. Ruang karaoke yang sengaja dibuat agar kedua kakak-beradik ini tidak perlu susah payah keluar rumah untuk mencari hiburan.

Chan Yeol tertawa terbahak. “oh, ternyata masih ada adik kecil ini selain aku dirumah”. Jawab Chan Yeol setengah mabuk.

Yeon Sung mengangkat tangan kanan nya yang memegang bow. Hendak memukul Chan Yeol dengan benda itu. seorang pria tampan memperhatikannya dari tempat duduk. Terjadi eye contact diantara iris mata coklat tua Yeon Sung dan iris mata coklat milik pria itu.

Wanita yang berada di sekitar pria itu sedang asik merangkul-rangkul dan bermanja pada pria itu. sementara mata pria itu menatap dalam pada mata Yeon Sung. Berhasil membuat Yeon Sung mematung seketika.

“yya! kau jadi memukulku atau tidak?”. Tanya Chan Yeol sedikit mengejek dan heran.

“shit! Menyebalkan”. Desis Yeon Sung setelah sadar. Ia menjadi salah tingkah setelah mengalami kontak mata dengan pria tampan, teman kakak nya. Yeon Sung meninggalkan ruangan itu dengan kesalnya. Tak lupa ia membanting pintu lagi. Sementara kakak nya dan teman-temannya melanjutkan perta mereka.

Yeon Sung kembali keruang musik. Masuk kedalam ruangan dengan cepat dan menutup pintu rapat-rapat. Ia bersandar pada pintu itu. raut wajahnya menjadi sangat aneh. Seperti baru saja melihat hantu. © Kyo’s Story

~oOo~

“dengar Se Hun, kau tidak boleh salah mengantarkan ini lagi. Kalau tidak kita akan rugi besar”. Tegas Kim Jong Dae yang merupakan bandar narkoba. Pelanggannya adalah kalangan orang-orang elite. Ia melemparkan sebuah kantung plastik berisi bubuk putih ke tengah meja. “dan kau Kai, tolong berhenti menggoda wanita saat sedang mengantarkan barang”. Tegasnya lagi.

“ya, Tuan”. Jawab kedua pria itu bersamaan. Se Hun meraih kantung plastik yang tadi dilemparkan oleh Jong Dae tadinya. “kami pergi sekarang”. Ujar Se Hun lalu beranjak pergi diikuti oleh Kai.

Oh Se Hun dan Kim Jong In yang lebih sering disapa Kai. Mereka bekerja sebagai kurir pengantar narkoba. Mereka adalah kurir kepercayaan Jong Dae yang sudah bekerja selama bertahun-tahun dengan Jong Dae. Bahkan dengan sangat dermawan Jong Dae memberikan sebuah mobil untuk kedua anak buah nya ini.

Di bekali dengan kemampuan bela diri dan senjata api mini yang selalu mereka bawa kemana-mana. Menghindari jika saat mereka menjalankan tugas mengantar barang tersebut polisi berniat menangkap mereka. Pernah beberapa kali polisi melakukan pengejaran terhadap 2 orang ini, namun gagal. Dan dalam setiap tugasnya mereka melakukan penyamaran.

Kali ini mereka akan mengantarkan barang tersebut ke sebuah apartemen di Busan. Tentu saja mereka telah menyiapkan segalanya agar tidak mencurigakan dan lebih cenderung mencurigai orang di sekelilingnya.

Setelah tiba di alamat pembeli. Se Hun mengetuk pintu apartemen sementara Kai melihat keadaan sekitar. Dia lebih memilih mengetuk daripada menekan bel sebagai tanda kedatangan mereka. Tak lama, pintu terbuka. sosok Kim Suho muncul dengan kimono mandinya.

“apakah disini ada keran air yang bocor?”. Tanya Se Hun.

Suho tersenyum miring. “keran nya tidak bocor, hanya sedikit rusak”. Jawab Suho santai. Se Hun terkekeh pelan. Lalu menyodorkan plastik yang diberikan Jong Dae tadi. Suho mengambilnya tanpa bertanya. Di selipkannya beberapa lembar uang di telapak tangan Se Hun. Transaksi selesai. © Kyo’s Story

~oOo~

Aroma lemon menyeruak memenuhi ruangan kamar mewah milik Yeon Sung ketika gadis itu membuka pintu kamar mandi. raut wajahnya terlihat sangat cerah hari ini. Sejak pulang sekolah tadi ia berjalan dengan ceria. Tanda-tanda jika gadis ini sedang jatuh cinta.

Yeon Sung menuju ke lemari kaca miliknya. Memilih beberapa pakaian yang akan ia pakai malam ini. Yeon Sung sangat suka memakai mini dress, kemeja kebesaran, atau celana pendek. Ia juga mengoleksi blazer mantel dengan warna yang lembut dan gelap.

Malam ini ia memilih setelan kemeja biru muda tipis lengan panjang dan celana pendek hitam sebagai bawahannya. Rambut nya ia biarkan terurai setelah dikeringan dengan menggunakan hair dryer. Menyemprotkan parfume dengan aroma yang lembut ke tubuhnya.

yeobeoseyo, Mia’ya, apa kau sedang sibuk? Sebaiknya kau ke rumahku sekarang. Aku ingin menceritakan seseorang padamu”. Ujar Yeon Sung dari sambungan telpon.

Mia di seberang sana sedang sibuk memasukan potongan biskuit kemulutnya. “aku tidak sibuk. Ceritakan saja sekarang. Aku akan datang kerumah mu kalau aku dijemput”. Sahut Mia sembari mengungah biskuitnya.

“baiklah, bersiaplah sekarang, aku akan menyuruh supir ku menjemputmu. Bawa seragam sekolahmu saja sekalian”. Seru Yeon Sung. Pip. Ia memutuskan sambungan telpon begitu saja. Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk king size nya. Menatap langit-langit kamar yang dihiasi ornamen kristal dengan backround cat biru muda. © Kyo’s Story

~oOo~

Mia masuk ke rumah Yeon Sung seperti biasa. Seperti rumah ini adalah rumahnya sendiri. Di punggungnya tergantung sebuah tas punggung berbahan kulit, sama seperti yang dimiliki Yeon Sung. Mia sangat imut dengan style nya sendiri. Seperti biasanya ia menguncir kebelakang dengan tetap membiarkan poninya tertata rapi di depan. Kemeja ungu lengan panjang dan pendek hitam. ya, kedua sahabat ini memiliki fashion style yang hampir sama.

“Yeon’ah!! Aku sudah datang!”. Teriak Mia saat memasuki ruang tengah. Menimbulkan suara sedikit bergema. Ia tidak sadar jika di dalam rumah ada beberapa tamu Chan Yeol yang siap untuk berpesta malam ini.

Yeon Sung muncul dari atas, ia hanya tertawa pelan tanpa menemui Mia di bawah. Sementara Mia menjadi salah tingkah karena dilihat oleh beberapa tamu Chan Yeol.

“yya! apa yang kau lakukan disini?”. sosok pria berwajah bulat dengan single eyelid berdiri dari sofa dan menghampiri Mia. Yeon Sung memangku dagunya melihat kejadian tersebut. Namun tak lama pandangannya teralihkan pada pria yang kemarin malam melakukan eye contact dengannya.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Inikan rumah temanku”. Jawab Mia dengan sewotnya. Kim Min Seok, kakak kandung Mia.

Min Seok merangkulkan tangannya kepundak Mia, belum lama tangannya bertengger dipundak gadis itu, ia melakukan perlawanan dengan menyingkirkan tangan Min Seok darinya. “ini juga rumah temanku, bodoh”. Sungut Min Seok.

Beberapa tamu mengulum tawa mereka melihat tingkah kakak-beradik yang kurang akur ini. Pria yang di pandangi oleh Yeon Sung tadi kini juga menatap Yeon Sung. Meski jarak yang begitu jauh, namun tak menghalangi kedua insan ini untuk saling menatap.

“ah, matanya indah sekali”. Gumam Yeon Sung terpesona pada pemilik iris mata yang menatapnya dari bawah sana.

“siapa yang kau maksud?”. Tanya Chan Yeol yang tiba-tiba saja berada disamping Yeon Sung.

Yeon Sung menoleh pada kakak nya. “sejak kapan kau berdiri disini?”. Yeon Sung balik bertanya.

Chan Yeol terkekeh geli. “kau memuji teman ku? yang itu”. Chan Yeol menunjuk pada pria yang duduk di sofa yang sama. “Lu Han atau Kyung Soo?”. Ujar Chan Yeol kemudian.

Yeon Sung berdecak kesal. “menyebalkan sekali makluk seperti mu muncul diwaktu yang tidak tepat”. Yeon Sung mengacuhkan Chan Yeol lalu ia menjemput Mia dibawah sana. “Mia’ya, kau lama sekali”. Seru Yeon Sung masih dalam perjalanan menuruni anak tangga.

Mia berlari kecil menghampiri Yeon Sung. “maaf tadi aku bertemu dengan makhluk itu”. jawab Mia. Matanya menyorot pada sosok Min Seok yang sudah kembali ke sofa dan menenggak beer nya.

“ayo naik”. Ajak Yeon Sung. Kedua gadis itu menaiki anak tangga. Sesekali Yeon Sung melirik pria yang ia incar. Memperhatikan detail pahatan wajah yang dimiliki pria itu. tampan. Pikirnya. © Kyo’s Story

~oOo~

Musik mulai dimainkan. Di ruangan yang sama dengan tempat mereka berpesta kemarin. Lampu yang remang, literan wine, dan berbagai makanan yang di letakan di meja berbentuk bundar di ruangan. 6 orang pria itu bersulang dengan gelas wine mereka yang masing-masing terisi penuh. Tertawa dan bernyanyi bersama seolah tak ada beban sedikitpun di pundak mereka. Namun sebenarnya tidak begitu. Mereka mempunyai masalah tersendiri. Untuk malam ini maupun malam berikutnya sejenak masalah itu mengalir bersama wine yang mereka tenggak.

“kau yakin Chan oppa akan mengizinkan kita ikut berpesta bersama mereka?”. Mia mengekor dibelakang Yeon Sung saat menuruni anak tangga. Kedua gadis itu memakai riasan wajah ringan. Yeon Sung bilang jika mereka akan bertemu pria tampan jadi harus tampil cantik.

“kau tenang saja, pasti Chan oppa yang bodoh itu mengizinkan”. Jawab Yeon Sung sangat percaya diri. Kini mereka berdua berdiri di depan pintu yang di dalamnya menimbulkan suara berisik. Yeon Sung membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Sontak semua pria yang berada di dalam sana menengok ke arah pintu. Mata Yeon Sung langsung mengedar mencari seseorang di dalam sana. Akhrinya matanya menemukan sosok tersebut.

“ah, ada Nona Yeon, apa lagi yang ingin kau ocehkan kali ini? Kau berniat mengusir kami semua?”. Seru Chan Yeol dari ujung sana. Yeon Sung mengibaskan rambut nya yang tidak begitu panjang. Chan Yeol menarik bibir atasnya keatas, merasa jijik melihat tingkah Yeon Sung yang menurutnya ‘abnormal’.

“ah, oppa, bolehkan aku dan temanku bergabung bersama kalian? Kami bosan, dan diluar sana sudah turun hujan jadi kami tidak bisa kemana-mana”. Bujuk Yeon Sung sedikit ber-aegyo.

Chan Yeol berdiri dan menarik Yeon Sung masuk, begitupun dengan Mia. Lalu menutup kembali pintu ruangan. “kebetulan wanita-wanita murahan itu tidak bisa datang malam ini”. Chan Yeol tampak senang karena Yeon Sung menawarkan diri untuk bergabung.

Yeon Sung tak mempedulikan perkataan kakak nya. Ia langsung menuangkan wine ke gelas miliknya. Lalu duduk di diantara ke 6 pria itu bersama Mia di sampingnya. Yeon Sung sudah tidak asing dengan rasa wine, sejak masuk ke Senior High School ia sering meminum minuman itu bersama Mia ataupun Chan Yeol. Ya, Chan Yeol lah yang memperkenalkan minuman itu padanya. Juga tidak sulit untuk mendapatkan minuman itu, karena tiap minggu persediaan wine selalu ada. © Kyo’s Story

~oOo~

“kau cantik, Nona Yeon. Nama ku Huang Zi Tao. Aku berasal dari Beijing, pertukaran mahasiswa kemari”. Seorang pria bermata kecil, hidung mancung, dan berkulit putih menghampiri Yeon Sung dan langsung duduk di dekat Yeon Sung.

“terima kasih, namaku Park Yeon Sung”. Balas Yeon Sung singkat, tak lupa ia membubuhkan senyuman di wajah nya. Ah, kenapa bukan dia yang menyapa ku? pikir Yeon Sung. Ya, tentu saja orang yang dia maksud adalah pria yang memiliki mata indah itu.

“Yeon’ah, Mia’ssi, aku sampai lupa kalau kalian belum mengenal teman-temanku”. Seru Chan Yeol diiringi gelak tawa yang aneh.

Tao mengangkat tangannya seperti memberi interupsi izin bicara. “tapi aku sudah bekenalan dengan adikmu”. Ujar Tao lalu melirik Yeon Sung.

“aku juga sudah mengenal gadis bodoh itu”. teriak Min Seok, jari telunjuknya mengarah pada Mia. Sontak gadis itu membalasnya dengan kepalan tangan dan tatapan membunuh.

“baiklah, yang sudah mengenal tidak usah berkenalan lagi. Begitu saja, mudah kan. Tidak perlu bertengkar”. Chan Yeol menengahi perdebatan singkat disana. Keributan kecil masih terjadi diantara Min Seok dan Mia. Sementara Yeon Sung menikmati acara perkenalannya dan teman-teman Chan Yeol. © Kyo’s Story

~oOo~

Pagi hari. Sangat ajaib karna pagi ini Yeon Sung dan Mia sudah berada di atas ranjang di kamar Yeon Sung. Entah bagaimana mereka bisa berpindah tanpa mengeluarkan tenaga. Yeon Sung mengerjabkan matanya, tubuhnya terasa kaku karna tidur dengan posisi terkurap. Tangannya menggapai pundak milik Mia yang tertidur dalam posisi memunggunginya.

Mia yang merasa tubuhnya diguncang-guncangkan. Terdengar suara aneh dari sana. Ia tak sedikitpun membuka matanya hanya mengeluarkan suara berdehem yang tidak jelas. “ah, sudahlah percuma membangunkannya”. Desis Yeon Sung putus asa. Atau lebih tepatnya tidak peduli.

Yeon Sung membalikan tubuhnya pada posisi yang benar. Memeluk bantal gulingnya. Membayangkan hal yang terjadi padanya semalam. Hal yang menurutnya patut untuk diingat. Ya, apalagi kalau bukan berkenalan dengan pria yang ia sukai itu.

“selamat pagi Nona Yeon. Apa tidur anda nyenyak semalam?”. Sapa pelayan rumah tangga yang biasa menyiapkan segala kebutuhan Yeon Sung. Ia masuk bersama seorang pelayan lagi yang membawa nampan besar berisi sandwich dan teh hangat. Lalu meletakan nampan itu meja di ujung ranjang Yeon Sung.

“Chan oppa dimana? Suruh dia ke kamar ku sekarang”. Titah Yeon Sung. Pelayan tersebut membungkuk lalu pergi melakukan apa yang disuruh oleh Yeon Sung. Gadis itu kini duduk dan bersandar di kepala ranjangnya. Menunggu Chan Yeol datang.

Chan Yeol masuk ke kamar Yeon Sung masih menggunakan pakaian tidurnya. Sepertinya ia juga baru bangun. “yya! ada apa kau menyuruhku kemari? Aish… aku bahkan belum menyentuh sandwich ku”. ujar Chan Yeol kesal.

“tsk! Aku hanya ingin tahu siapa yang membawaku ke kamar semalam?”. Tanya Yeon Sung sedikit sewot.

“biasa nya siapa? yang pasti bukan aku. Ah, pinggangku bisa sakit kalau menggendongmu”. Jawab Chan Yeol sembari meraih sandwich di piring yang di letakan di ujung ranjang Yeon Sung.

“aku juga tidak ingin di gendong oleh mu. Apa teman-temanmu sudah pulang?”. Bisik Yeon Sung. Takut jika orang yang ia tanyakan ternyata masih ada di kamar Chan Yeol.

Chan Yeol meraih remote dan menyalakan televisi. Menekan tombol volume hingga hampir full. “mereka sudah pulang. Lagipula apa pedulimu?”. Jawab Chan Yeol. Yeon Sung diam seperti kecewa dengan jawaban Chan Yeol barusan. “ah, kau menyukai temanku”. Terka Chan Yeol.

Yeon Sung melempar sebuah boneka pada Chan Yeol. “siapa? siapa? aku tahu menyukai salah 1 temanku? Tao? Lu Han? Baek Hyun? Kyung Soo? Atau mungkin Min Seok? Wah… kalau kau menyukai Min Seok, maka kau akan jadi kakak ipar temanmu”. Tanya Chan Yeol dengan semangat sambil menunjuk-nunjuk Mia yang masih terlelap.

Wajah Yeon Sung menimbulkan rona merah muda di pipi nya. “diamlah! Pergi sana”. Teriak Yeon Sung mengalahkan suara televisi.

“yya ~ wajahmu memerah. Benar kau menyukai temanku kan? Mengaku saja”. Goda Chan Yeol. Ia sangat suka melihat adiknya jadi salah tingkah. “kau menyukai Lu Han, kan?”. Terka Chan Yeol lagi.

“pergilah Park Chan Yeol”. Kini Yeol Sung sampai pada puncak kemarahannya. Selain itu ia juga merasa malu karena diejek kakaknya. Tanpa ia sadari jika diluar sana ada seseorang yang sedang menyaksikan pertengkaran antara kakak-adik tersebut dari selah pintu yang tidak tertutup rapat. “lagipula jika aku memang menyukai Lu Han, apa urusanmu?!”. Teriak Yeon Sung. Pria yang mengintip itu tersenyum mendengar teriakan Yeon Sung.

“ah, baiklah, aku akan menyampaikan ini padanya”. Chan Yeol beranjak dari tempat duduknya hendak pergi dari kamar Yeon Sung. Ia menarik knop pintu dan cukup terkejut mendapati pria yang merupakan temannya itu sedang mengintip. “sepertinya aku tidak usah bersusah payah memberitahunya, dia sudah mendengar semuanya”. Ujar Chan Yeol. Ia membuka pintu lebar-lebar.

Yeon Sung membelalak melihat sosok pria itu. Lu Han. pria yang selama beberapa ini menarik perhatiannya. Pria dengan mata yang indah. Lu Han tersenyum manis pada Yeon Sung. Sedangkan gadis itu langsung menarik selimutnya hingga menutupi kepala. “alien menyebalkan! Kyaaaa”. Jerit Yeon Sung terdengar samar-samar.

“ah, kau berisik sekali. Aku masih mengantuk”. Lenguh Mia dari tempat tidur disebelahnya. Yeon Sung sudah meremas-remas spray dibawah sana. Chan Yeol tertawa bahagia menyaksikan hal tersebut. © Kyo’s Story

~oOo~

Langit gelap menyelimuti kota Seoul hari ini. Mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Memasuki musim dingin curah hujan di Seoul meningkat. Yeon Sung baru saja tiba di sekolah sekitar 15 menit yang lalu. Ia datang saat jam istirahat dan langsung menuju atap sekolah.

“lihatlah, bukankah itu Park Yeon Sung? Ah, dia selalu bertindak seenaknya di sekolah ini”. Bisik seorang siswi yang sedang berkumpul bersama kedua temannya yang lain. Seo Eun Kyo, Han Na Yeon dan Shannon William. Yeon Sung berdiri tak jauh dari mereka, hanya melirik kelompok itu dengan hina.

“ya, tentu saja karna dia memiliki banyak uang dan cantik”. Jawab Na Yeon. Dimana pun Yeon Sung muncul di sisi sekolah, tak jarang para siswi mengumpat tentangnya.

“hey, ku dengar dia gadis plastik. Dia melakukan bedah kecantikan. Eyelid, hidung, dan menambahkan silicon di dagunya”. Umpat Eun Kyo. Yeon Sung mulai merasakan panas di telinganya mendengar ucapan ketiga gadis itu.

Yeon Sung mendekati ketiga nya perlahan. “aku berdiri tak jauh dari kalian, mengapa tidak kalian tanyakan langsung padaku?”. Gumam Yeon Sung. Ketiganya menunduk menyadari Yeon Sung menghampiri mereka. Yeon Sung melirik kearah jari-jari tangan ketiga gadis yang mengumpatnya tadi. “bukankah sudah ku katakan, jika ingin mewarnai kuku kalian pergilah ke salon. Astaga”. Caci Yeon Sung.

“memang nya kenapa? Menurut ku ini tidak terlalu buruk”. Bantah Shannon.

Yeon Sung menarik dagu milik Shannon yang membantahnya tadi sedikit membuatnya mendongak. Lalu ia mendekatkan wajahnya pada wajah Shannon. “aku bilang pergi ke salon. apa kau tidak punya uang untuk pergi ke sana”. Seru Yeon Sung.

“yya! kau sombong sekali Park Yeon Sung”. Eun Kyo mendorong pundak Yeon Sung membuatnya melepaskan tangannya dari Shannon.

“jangan menyentuhku”. Seru Yeon Sung. Ia berdecak kesal dengan tatapan yang tajam pada ketiganya. Sebelum ia merasakan handphone nya bergetar tanda panggilan masuk. “urusan kita belum selesai”. Ujar Yeon Sung kemudian ia menarik handphone nya keluar dari saku almamater. © Kyo’s Story

~oOo~

Beberapa pelayan rumah tangga yang menangani keperluan Yeon Sung sibuk menyiapkan air mandi untuk Yeon Sung. Sementara si Nona Yeon sedang sibuk mengacak-acak lemari pakaiannya. Sudah beberapa dress yang ia lewati. Belum cocok, pikirnya.

“Nona, handphone anda berdering. Sepertinya, Nona Mia yang menelpon”. Ujar pelayan nya yang melihat layar handphone milik Yeon Sung menyala dan menampilkan sebuah panggilan.

Yeon Sung melirik handphone nya. Dengan cepat ia meraih benda itu dan mengangkat telpon dari Mia. “ah, yeobeoseyo, kebetulan sekali kau menelpon, aku membutuhkan saranmu sekarang”. Kata Yeon Sung.

ah, kau ini, memangnya saran untuk apa?”. Balas Mia dari seberang. Dipikirannya sudah melayang-layang beberapa hal yang akan Yeon Sung tanyakan.

“Lu Han oppa, mengajakku keluar malam nanti. Aku tidak tahu pasti kami akan kemana. Tapi dia bilang ini sejenis Romantic Dating. Ah, aku frustasi harus bagaimana”. Jelas Yeon Sung. Jari-jari tangannya sibuk menarik-narik ujung bajunya.

Romantic Dating? Itu berarti dia akan membawamu ketempat yang romantis. Hanya berdua, diiringi musik instrumental yang mengalun pelan, lilin di tengah meja, dan…”.

“yya! yya! berhenti… ah, telingaku seperti di gerogoti semut. Aku bingung harus memakai pakaian seperti apa”. Potong Yeon Sung.

Mia terkekeh. “kau lucu sekali, Yeon’ah. Baiklah, sebaiknya kau menggunakan mini dress yang pas di tubuhmu agar kau terlihat sexy. Dan, aku pikir smoky make up cocok untukmu”. Jawab Mia.

“aku tahu kau memang orang yang tepat untuk menanyakan saran seperti itu. tapi sayangnya aku tak punya banyak waktu untuk mendengarkan ceritamu, aku harus bersiap dengan segera”. Pip. Yeon Sung memutuskan sambungan telpon secara sepihak. © Kyo’s Story

~oOo~

Yeon Sung berdiri di depan cermin setinggi 2 meter yang di letakan di sudut ruangan kamarnya. Ia tampak berbeda malam ini, mengunakan mini dress tanpa tali dari kulit berwarna hitam cukup ketat hingga membentuk tubuhnya dengan retsleting dari ujung ke ujung dibagian belakangnya dan sedikit hiasan bulu di bagian ujung dress yang terpasang secara melingkar.

“Nona Yeon, anda cocok sekali dengan dress itu”. puji pelayan nya.

Yeon Sung tersenyum simpul. “semoga kau tidak berbohong berkata seperti itu”. desis Yeon Sung. Ia menyibak rambutnya yang hanya ia blow dengan poni di jepit ke belakang. Yang ia lakukan sekarang hanya lah merapikan penampilannya sembari menunggu Lu Han menjemputnya. “operasinya begitu sempurna, lihatlah kau bahkan tidak terlihat seperti hasil bedah kecantikan”. Ujar Yeon Sung pada dirinya sendiri.

“Nona Yeon, dia sudah datang dan menunggu di bawah”. Ujar pelayan yang baru saja masuk ke ruangan kamar Yeon Sung.

Segera Yeon Sung memakai heels nya. Kaki mungil nya sangat cocok menggunakan heels jenis apa saja. Setelah selesai mengaitkan tali sepatunya yang berada di tumit, ia langsung berlari kecil keluar kamar. Tak lupa ia membawa hand bag di tangan kanannya.

Dengan pelan Yeon Sung menuruni anak tangga 1 per 1. Lu Han melihat gadis yang ia tunggu telah turun dari lantai atas. Yeon Sung berjalan mendekati Lu Han. “maaf membuatmu menunggu”. Ucap Yeon Sung.

“ah, tidak apa-apa. Sebaiknya kita pergi sekarang”. Jawab Lu Han. ia mengulurkan tangan kanannya pada Yeon Sung. Gadis itu menyambut tangan Lu Han. pelayan Yeon Sung memakaikan mantel bulu berwarna merah maroon dipundak Yeon Sung, mengingat udara yang cukup dingin dimalam hari musim dingin.

“kita akan kemana oppa?”. tanya Yeon Sung dalam perjalanan keluar rumahnya. Tangan kirinya mengamit lengan kanan Lu Han.

“emm… kesuatu tempat. Tempat yang sangat cocok dengan penampilanmu malam ini”. Jawab Lu Han pelan. Yeon Sung kembali merona mendengar jawaban itu. di halaman rumahnya terparkir sebuah mobil Alfa Romeo berwarna merah mengkilap. Mobil milik Lu Han yang akan ia gunakan untuk membawa Yeon Sung ketempat yang sudah ia pesan. © Kyo’s Story

~oOo~

“kau menyukai tempat ini?”. Tanya Lu Han pada Yeon Sung yang masih asik memandangi gemerlap lampu dari lantai teratas gedung ini. Hotel mewah yang di kelola oleh keluarga Lu, kelak akan diwariskan padanya karna ia anak simatawayang dari keluarga Lu.

“sangat. Aku suka melihat cahaya-cahaya itu. aku merasa sedang berada di atas awan dan cahaya itu adalah bintangnya”. Jawab Yeon Sung penuh antusias.

Lu Han mengangguk senang. “apa kau ingin pulang sekarang? Jika kau ada waktu, besok dan seterusnya aku akan sering mengajakmu keluar”. Ujar Lu Han.

“baiklah, aku selalu ada waktu untuk pergi dengan oppa. ajak aku kemanapun, aku akan ikut”.

Mereka pun memutuskan untuk pulang. Dengan hati yang sangat gembira karena malam ini Yeon Sung diajak makan malam di hotel mewah milik keluarga Lu Han. ini pertemuan ketiga nya dengan Lu Han, dan pria itu sudah mengajaknya berkencan dari pertemuan kedua dalam seminggu belakangan ini.

Mobil mewah itu berhenti di halaman rumah Yeon Sung. Ya, mereka baru saja sampai di rumah Yeon Sung setelah puas makan malam bersama tadi. Yeon Sung adalah tipikal gadis yang mudah jatuh cinta dan melupakan. Begitu banyak pria yang pernah kencan dengannya. Selain dia memang menginginkan pria itu ataupun hanya bersenang-senang semata. Lagipula, tidak ada yang akan melarangnya.

gomawo oppa, malam ini menyenangkan bisa makan malam bersamamu”. Ucap Yeon Sung sembari melepas safety belt nya.

Lu Han memutar tubuhnya menghadap ke Yeon Sung. Ia tersenyum menyeringai pada gadis itu. “selanjutnya akan lebih menyenangkan, Yeon’ah”. Jawabnya.

Yeon Sung mengangguk, kemudian tangannya hendak membuka pintu mobil. Namun pintu tersebut tak bisa terbuka. terkunci dari auto-lock dipintu kemudi. “yya ~ kau mempermainkan ku oppa”. rengek Yeon Sung. “buka kan oppa”. pinta Yeon Sung manja, ia pun kini memutar tubuhnya menghadap Lu Han.

Tak ada tanda-tanda Lu Han akan membuka kan pintu. Pria itu malah menatap Yeon Sung dalam. Menyelipkan rambut Yeon Sung ke belakang telinga. Mencondongkan tubuhnya mendekati Yeon Sung. Hingga semakin dekat. Memiringkan kepalanya. © Kyo’s Story

~oOo~

T – B – C

Don’t forget to give your opinion about my FanFic J

Love you readers emmuuuaah :****

Iklan

17 thoughts on “FanFict “Winter Story” #1

  1. yaahh kenapa chen,sehun dan kai jadi bandar narkorba gitu?
    oke yeon sung bad girls and Lu Han bad boy perpaduang yg sangat serasi..
    lanjut thor..

  2. Astagaaa,, yeon sung kurang didikan dari ortu mknya jd sombong kyak gtu,,,, itu sehun sama kai jd kurir(?) hahahaha……. Narkoba lg hemmm.

  3. Baru kali ini nemu cast cewek oplas biasanya di ff laen mesti cweknya ntu cntiknya natural justru ini yang mendongkrak kesan bad girlnya Yeon Sung Aihh Sehun knpa nggak jadi kurir htku aja suka bnget Mia disini Trus bkin Ff yng kren ya eon Fighting !!!!

  4. Daebak thor ffnya,suka deh ama ffnya.
    Yeon sung cocok banget dengan luhan. Wow…..luhan ingin mencium yeon sung.
    Lanjut baca thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s