FanFict “Wad of Love” – 1


Wad of Love - Poster

Tittle          : Wad of Love

Author       : Lee Kyo feat. Mia FiChu

Main cast   :

  • Park Yeon Sung (OC)
  • Wu Mi Ya (OC)
  • Lu Han
  • Do Kyungsoo

Other          :

  • Park Chan Yeol
  • Wu Yi Fan

Genre         : Romance, School Life.

Length       : Chaptered

Quote         : “Just Believe Your Heart”

 

Annyeonghaseyo ~ eonni oppa yeoreobeunde (^_^)/ ok, jadi bikin ini FF sebenernya berduaan sama temen. Gara-gara ceritain soal “Ta’aruf” di tengah malam. Cekaka 😀 setelah mengobrol berjam-jam akhirnya lahirlah FF ini ! yeayy!! Happy Reading ~

oOoOo

CHAPTER 1

Seoul National High School, 15.00 KST

Siang hari diawal musim semi. Jam pelajaran di sekolah elite ini telah selesai sekitar 1 jam yang lalu.

Tetapi sepertinya para murid di sekolah ini enggan untuk pulang. Sebagian masih belajar di ruang belajar. Sebagian lagi sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti tidur, mendengarkan musik, berpacaran, dan lain sebagainya.

 

Terdengar suara riuh dari lapangan. Suara para gadis yang sedang menyemangati tim dari club sepak bola sekolah. Hari ini bukan pertandingan sepak bola, hanya latihan biasa setiap sore. Terkadang terdengar dengan sangat jelas gadis-gadis itu meneriakan nama ‘Lu Han’. Sangat berisik memang, namun tidak mungkin mereka mendapat larangan untuk berteriak.

 

1 gol berhasil oleh pria tampan yang bernama Lu Han tersebut. Sontak semua pendukung nya bersorak gembira. Lu Han melambaikan tangannya. Bukan, bukan kepada gadis-gadis yang tadi meneriakan namanya. Namun pada seorang gadis yang sedang duduk di bawah pohon di pinggir lapangan. Gadis itu tersenyum dan mengacungkan jempolnya.

 

“tsk! Apa bagus nya Yeon Sung? Lu Han sebaiknya memeriksakan matanya segera”. Cetus salah seorang pendukung Lu Han saat menyadari jika orang yang mereka dukung tadi tidak melambai pada mereka.

 

“iya, kau benar. Tapi ku dengar mereka tidak berpacaran. Hanya berteman”. Jawab salah seorang temannya. Seketika itu juga Lu Han dan Yeon Sung menjadi topik pembicaraan. Yeon Sung, gadis itu masih duduk dengan nyaman di bawah pohon sambil terus memerhatikan setiap gerakan Lu Han. Ya, memang Lu Han adalah salah satu murid yang terkenal dengan kemampuannya bermain sepak bola.

~oOo~

Sementara itu di lantai 2 gedung serba guna. Ruang belajar tidak terlalu ramai, tenang dan damai. Hanya ada beberapa murid yang sedang mengerjaan soal di meja masing-masing. Berbeda dengan 2 orang yang duduk di meja dekat jendela.

 

Tung! Pria bermata besar itu memukul kepala gadis yang ada di hadapannya dengan pena saat konsentrasi gadis itu mulai buyar.

 

“yya! appo”. Seru gadis itu memecah keheningan. Beberapa murid yang tadinya sibuk dengan soal mereka langsung menoleh ke arah gadis itu. ia mengelus kening nya yang terkena pukulan pena tadi. “kau jahat sekali, Kyung Soo oppa”. Tambahnya.

 

Kyung Soo tersenyum geli melihat wajah gadis itu. “konsentrasi dan kerjakan soal mu Mia’ya”. Ujarnya pelan. Gadis yang ia panggil Mia itu memanyunkan bibirnya. Kyung Soo menoleh kearah jendela. Dari gedung serba guna ini terlihat dengan jelas club sepak bola sedang berlatih di lapangan. “kau mau seperti mereka? Berteriak histeris di lapangan sambil menonton latihan sepak bola”. Cetus Kyung Soo lalu kembali melanjutnya mengerjakan soal yang masih ia kerjakan.

 

“sepertinya itu mengasikan”. Balas Mia. Kyung Soo menatap Mia dengan tajam. Siapapun akan takut melihat hal itu. “baiklah, aku akan mengerjakan soal ini. Tapi, bisakah jelaskan 1 kali lagi? Aku lupa bagaimana rumusnya”. Kata Mia lembut. Kyung Soo menarik lembar soal yang di pegang Mia dan mulai menuliskan rumus yang Mia maksud.

 

“D.O’ssi, tadi aku mampir ke toko roti dan membelikan roti kesukaan mu”. Seru seorang gadis berparas cantik. Ditangan nya membawa kantung plastik berisi beberapa roti. Ia lalu meletakan roti yang ia bawa di hadapan Kyung Soo.

 

Kyung Soo tersenyum ramah. “gomawo”. Balasnya singkat. Kyung Soo meraih roti itu, membuka pembungkus plastiknya, dan membelah roti dengan tangannya. “ini roti kesukaan ku, kau harus coba”. Ujar Kyung Soo sembaru menyuapkan potongan roti yang ia belah tadi kepada Mia.

 

Mia membuka mulutnya, mengizinkan potongan roti masuk ke dalam mulutnya. “eumm… ini enak. Biarkan aku menyuapi mu juga”. Pinta Mia. Ia menarik roti tangan Kyung Soo dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Kyung Soo padanya.

 

Merasa terabaikan, gadis yang memberikan roti tadi pun pergi dengan perasaan kesal. sesekali ia menghentakan kaki nya ke lantai, menandakan kalau ia begitu kesal. “kenapa dia?”. tanya Mia melihat kelakuan aneh gadis tersebut.

 

“mungkin ada batu di dalam sepatunya”. Jawab Kyung Soo asal. Ia kembali berkonsentrasi pada soal yang ia kerjakan. Mia mengangguk-angguk setuju, mungkin benar ada batu di dalam sepatunya hingga ia harus menghentakkan kaki dengan begitu keras ke lantai. Pikirnya.

~oOo~

Warna lembayung memenuhi langit sore itu. latihan sepak bola sudah selesai. Sekolah pun sudah mulai sepi. Para gadis yang sedari tadi setia menunggu latihan selesai menghambur ke tengah lapangan ke arah Lu Han dan beberapa pemain unggulan lainnya.

 

Yeon Sung berdiri sembari melipat tangannya di pinggiran lapangan. Melihat Lu Han yang sedang sibuk dengan gadis yang menggelayutinya, seperti segerombolan lebah yang berebut untuk mendapatkan sari madu.

 

“ma’af aku harus segera pulang”. Lu Han berpamitan dari para penggemarnya. Mendorong lembut penggemarnya agar ia bisa lewat dan pergi. Lu Han berlarian ke arah Yeon Sung. “ah, aku lelah. Mengapa mereka terus mengikuti ku”. keluh Lu Han sesaat setelah sampai di hadapan Yeon Sung.

 

Yeon Sung terkekeh. “entahlah, aku juga heran. Padahal kau bau sekali. Astaga”. Yeon Sung mengejek Lu Han dengan menutup hidungnya.

 

Lu Han menarik Yeon Sung ke dalam pelukannya. “aku bau, hmm?”. Tanya Lu Han. Tidak peduli jika orang yang ia peluk hampir mati karna kehabisan napas. Yeon Sung mendorong Lu Han. Akhirnya ia bisa bernapas lega setelah terlepas dari pelukan Lu Han.

 

“lihatlah, mereka berulah lagi. Hanya teman, ya?”. Ujar salah satu gadis yang tergabung dalam club penggemar Lu Han.

 

kajja”. Lu Han menarik tangan Yeon Sung. Mengajak gadis itu berlarian meninggalkan lapangan. “cepatlah sedikit, kau lamban sekali”. Kaki panjang Lu Han melangkah dengan mudah. Sementara Yeon Sung harus berlari mengikuti langkah Lu Han.

 

Yeon Sung menghentikan langkahnya. “kita bertemu di gerbang depan. Aku harus ke loker sekarang. Kau juga harus mengganti seragam”. Ujar Yeon Sung. Gedung kelas yang berbeda memang menjadi suatu penghalang bagi Lu Han. tentu saja karna Lu Han adalah siswa dari grade 12 sementara Yeon Sung grade 11.

 

“baiklah, kita lihat siapa yang lebih dulu sampai di gerbang depan”. Tantang Lu Han. tanpa menjawab Yeon Sung pun meninggalkan Lu Han dengan segala kekuatannya untuk berlari, kembali masuk ke gedung kelasnya. “mengapa ia bisa berlari secepat itu?”. gumam Lu Han heran.

~oOo~

Kyung Soo tersenyum miring. Ia masih terus menatap lembaran soal yang berada di hadapannya. Mia sedang sibuk dengan kertas dan pensilnya sendiri. Mencoret sesuatu yang entah apa di atas kertas. “nanti malam pelajari lagi. Cuma beberapa jawaban yang benar”. Ujar Kyung Soo.

 

“benarkah? Wah… menurut mu ini pertanda baik atau buruk?”. Tanya Mia dengan antusias. Ada perasaan bangga terselip di hatinya saat mendapat pujian dari Kyung Soo.

 

“ini pertanda buruk. Mungkin kau tidak bisa melewati ulangan semester dengan baik”. jawab Kyung Soo enteng. Seketika membuat Mia membentuk bibirnya menjadi ‘c’. “Wu Mi Ya, tahun ini aku akan ikut ujian masuk universitas. Kau mengerti kan apa maksudku?”. Lanjut Kyung Soo.

 

Mia mengangguk. “aku akan belajar dengan lebih giat nanti saat kau sudah kuliah. Agar bisa masuk universitas yang sama dengan mu”. Timbal Mia. Tak lupa dengan muka ceria nya yang tiada akhir. Kyung Soo mengangguk pasti.

 

“D.O’ssi, nanti malam kau datang kan untuk belajar di sekolah? Pak Kim menyuruhmu wajib datang”. Ujar seorang gadis cantik yang tiba-tiba muncul di samping meja Kyung Soo.

 

“Oh? Baiklah, aku akan datang”. Jawab Kyung Soo singkat. Ia segera membereskan buku-buku nya, bersiap untuk pulang. Gadis itu mengangguk, sejenak ia menatap Mia dengan sinis. “ayo pulang”. Ajak Kyung Soo. Mia berdiri dengan beberapa buku di pelukannya. Mengikuti Kyung Soo dan keluar dari ruangan itu.

 

omo ~ astaga kau mengagetkan ku oppa”. seru Mia, bahkan beberapa buku yang ia pegang hampir terjatuh. Seorang pria tinggi nan tampan berhasil mengejutkannya saat keluar dari ruangan.

 

Pria tampan itu terkekeh konyol. “ayo pulang. Pak supir telah menunggu di depan”. Ajaknya. Pria yang di ketahui bernama Wu Yi Fan itu merupakan kapten tim basket di sekolah. Semua orang memanggilnya Kris, meski ia sedikit risih dengan nama itu. Kris bertubuh ideal, sangat cocok menjadi kapten basket.

 

“aku tidak mau pulang denganmu”. Tolak Mia. Kris menatap adiknya dengan wajah datar. “aku mau pulang bersama Kyung Soo”. Lanjut Mia. Ia menoleh pada Kyung Soo yang masih menunggu di sampingnya.

 

Kris beralih menatap Kyung Soo. “cukup cukup, aku yakin ia bosan melihat wajah jelekmu setiap saat”. Ledek Kris. Sebuah pukulan mendarat di lengan Kris.

 

“pulanglah dengan Kris, aku harus mampir ke toko alat tulis sebentar lalu kembali ke sekolah”. Suruh Kyung Soo. Kembali Mia memanyunkan bibirnya.

 

“kau dengar kan? Sudahlah, ayo pulang”. Ajak Kris lagi, ia menarik hidung Mia agar mau pulang. Akhirnya adik kesayangannya itu menurut dan mengikuti kakak nya untuk pulang. “mulai hari ini, semua murid grade 12 di wajibkan datang untuk mengikuti jam tambahan malam. Ah, pasti melelahkan sekali”. Gumam Kris.

 

“benarkah? Wah… berarti kalian akan sangat sibuk”. Balas Mia. Koridor loker ramai oleh beberapa siswa yang masih menyiapkan diri untuk pulang. Beberapa lagi sibuk bergurau. Mia membuka loker nya dan memasukan buku yang ia bawa tadi. “oh? Yeon’ah, ku pikir kau sudah pulang sejak tadi”. Seru Mia. Ia mendapati temannya ini juga sedang sibuk membereskan loker.

 

Yeon Sung menoleh pada Mia. “aku baru saja bersiap untuk pulang”. Jawab Yeon Sung. Ia menutup pintu lokernya dan mengunci lokernya. “aku pulang duluan”. Pamit Yeon Sung. Mia mengangguk. Menatap sosok Yeon Sung yang sepertinya terburu-buru menuju lobi keluar gedung.

~oOo~

Park Yeon Sung’s part of view

Aku berlari kecil menuju gerbang utama. Langit mulai gelap. Beberapa orang murid masih berdiri di depan sana. Aku sedikit lega karna tidak sendirian. Tapi aku tidak melihat sosok Lu Han. ya, sebelumnya kami berjanji akan bertemu disini. aku mengenal Lu Han sejak awal masuk ke sekolah ini. Memang sudah sejak ia menginjak sekolah ini, ia populer dikalangan para gadis, bahkan ia memiliki club penggemar tersendiri.

 

Kami bertemu secara tidak sengaja di kedai ttobokki di seberang sekolah. Ku akui ia memang sangat tampan, wajar saja jika semua gadis sangat setia bergelayutan dengan nya. Apa aku menarik? Tidak juga menurutku. Aku dan Lu Han tidak ada hubungan apapun, hanya teman tidak lebih. Waktu kurang lebih 2 tahun membuat kami sangat saling mengenal satu sama lain. Bahkan beberapa kali aku mendapat kecoa mati di dalam loker, ya, karna kedekatanku dan dia tidak di sukai oleh penggemarnya.

 

Aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sosok Lu Han. akhirnya menemukan sosok nya duduk di halte bus, seperti biasa dengan beberapa gadis mengelilingi. “Lu Han’ssi”. Panggilku. Tanpa di suruh, ia menghampiriku.

 

“kau lama sekali. Kita pulang, aku ingin mnculikmu sebelum Chan Yeol keluar”. Ujar Lu Han. aku menoleh ke belakang. Disana terlihat sosok pria tinggi dengan senyum lebar yang selalu menghiasi wajahnya, sedari pagi hingga malam. Sangat jarang aku melihat ia menutup mulutnya itu. dan kalau kalian percaya, ia adalah kakak kandungku. Park Chan Yeol.

 

“cebol, kau mau kemana?! Yya!”. teriaknya. Lu Han langsung menarik ku pergi dari gerbang sekolah. Ya, memang dia kakak yang jahat, selalu saja mengejek ku dengan kata-kata ‘cebol’. Aku juga bingung mengapa ia bisa tumbuh tinggi dengan baik, sementara aku tidak.

 

Ibu selalu menyuruh Chan oppa untuk menjaga ku, mungkin karna aku terlalu pendek. Tapi saat bersama Lu Han, aku pun merasa aman. “cukup, Chan oppa tidak akan mengejar kita”. Aku terengah di tikungan. Dan memilih untuk berhenti sejenak.

 

“benar. Ah, menyenangkan sekali berlari dari makhluk itu”. desisnya. aku terkekeh mendengar ucapannya barusan. “malam ini Lay mengajak ku bersepeda, kau harus ikut”. Lanjutnya.

 

“aku? Kau tidak ikut jam tambahan malam?”. Tanya ku sedikit membelalak. Aku ingat jika tadi saat jam istirahat Chan oppa menyuruhku untuk mengantarkan bibimbab untuk makan malamnya nanti.

 

Lu Han menggeleng. “untuk apa? Aku akan tetap lulus dan masuk universitas swasta. Aku ingin bermain nanti malam. Kau harus menemani ku, aratji?”. Balasnya dengan ringan. Orang ini memang sangat tidak suka berteman dengan buku. Aku menghela napas lalu mengangguk pelan.

 

Kami biasa bermain di jalan pemuda di dekat sungai Han. tentu saja sebagian besar dari mereka adalah lelaki. Mendekati ujian akhir untuk masuk universitas, pasti tempat itu akan sepi. Jam belajar tambahan di malam hari berlangsung hingga jam 10 malam.

 

“aku lapar”. Keluh ku. “oppa bogoppayo”. Aku mengeluarkan aegyo agar di belikan makanan.

 

“panda, aku harus memberimu makan apa? Sepotong bambu?”. Tanya Lu Han. astaga yang benar saja. Ia terkekeh gembira setelah mengejek ku.

 

“dasar rusa jelek, aku juga akan memberimu rumput dari ladang jika terus mengejek ku”. balas ku. rusa, dia memang mirip seperti rusa. “aish, palli, di sebelah sana ada roti bakar. Lalu belikan aku bubble tea juga”. Pinta ku. kami pun berjalan menuju tempat penjual makanan itu.

~oOo~

Wu Mi Ya’s part of view

Sesampainya di rumah, aku langsung mengganti pakaian kemudia menuju dapur. Hari ini grade 12 sudah mulai belajar tambahan malam. Aku harus menyiapkan makanan untuk Yi Fan oppa dan Kyung Soo oppa. mencoba membuat bekal makan malam dengan bahan yang ada di kulkas.

 

“Mi Ya, kau sedang apa?”. Tanya ibu ku. aku menggaruk kepala ku, bingung harus melakukan apa dengan bahan yang sudah ku ambil dari dalam kulkas.

 

“aku sedang melakukan ekpserimen eomma, Yi Fan oppa akan kembali ke sekolah untuk belajar tambahan, persiapan masuk universitas. Aku ingin membuatkan bekal untuknya”. Jawab ku polos.

 

Ibu mengangguk. Sepertinya ia punya ide untuk makanan yang cocok malam ini. “baiklah, eomma akan membantu”. Ujar ibu, langsung ku peluk sosok wanita paruh baya ini dengan erat. Sangat membantu.

 

Setelah selesai memasak, aku bertugas untuk menyusun makanan ke dalam kotak nasi. 2 kotak nasi, spesial. Ku dengar suara langkah Kris oppa yang turun dari tangga. Mungkin dia akan segera berangkat. Aku menjinjin kedua kotak nasi yang telah ku siapkan tadi di kedua tanganku.

 

terererengteng ~ tadda! Oppa aku telah menyiapkan bekal makan malam untuk mu”. Aku memamerkan kotak nasi di hadapannya. Kris oppa yang sedang duduk di kursi sembari mengikat tali sepatunya sedikit teralih oleh ku.

 

“benar kau membuatkan ini untuk ku. gomawo, untuk kali ini hidungmu terlihat lebih mancung”. Ujarnya. Aku mendapat pujian sekaligus ejekan dari kata-katanya. Kris oppa mengambil kotak nasi miliknya.

 

“ini, tolong berikan pada Kyung Soo”. Aku menumpuk kotak nasi Kris oppa dengan kotak yang ku sediakan untuk Kyung Soo. Aku dapat melihat Kris oppa menganga setelah aku memberikan sekotak lagi. “tolong ya oppa”. pinta ku dengan puppyeyes.

 

Kris oppa mengangguk. “baiklah, akan ku katakan padanya jika kau membuatkan ini tapi belum mandi sore”. Jawab Kris oppa sembari tersenyum setan. “aku berangkat”. Pamitnya.

 

“akan ku kempeskan bola basket kesayanganmu jika sampai kau mengatakan hal itu pada Kyung Soo!!”. Teriak ku. namun ia seperti tidak peduli. ah, menyebalkan sekali. Dia seperti setan jahat jika sedang mengejek ku. memangnya kenapa jika hidungku tidak semancung hidungnya, lalu mengapa jika memasak sebelum mandi?

~oOo~

At Park’s family house, 23.00 KST

Yeon Sung baru saja tiba di rumahnya. Keadaan sekitar rumahnya sudah sepi, mendekati tengah malam. Lu Han melambaikan tangan nya pada Yeon Sung dan kembali melajukan motor sport nya, meninggalkan Yeon Sung yang masih berdiri di depan pagar rumahnya. Ada rasa khawatir untuk masuk ke dalam rumah.

 

Yeon Sung masuk ke dalam rumah dengan mengendap-endap seperti pencuri. Ia tidak mendapati kakak nya berdiri di depan pintu seperti biasanya. Ia merasa sedikit lega. Mungkin Chan Yeol terlalu lelah dan tertidur setelah pulang sekolah. Ia berlari kecil menuju lantai 2 tempat kamarnya berada, memelankan langkah kaki nya saat lewat di depan kamar Chan Yeol.

 

Dengan sangat pelan ia memutar knop pintu kamarnya dan masuk. “uwaaaaaa~”. Teriak Yeon Sung sontak ketika melihat menampakan Chan Yeol yang sedang duduk di atas tempat tidur bak seorang raja tapi tidak mengenakan baju atasan. “yya! alien, apa yang kau lakukan dikamar ku? tidak sopan masuk ke kamar seorang gadis tanpa izin”. Seru nya lagi.

 

Chan Yeol berdiri tepat dihadapan Yeon Sung. Sembari menekan pinggangnya. “kan aku kakak mu. Tidak sopan membentak orang yang lebih tua darimu. Apa itu yang Lu Han ajarkan padamu?”. Balas Chan Yeol.

 

Yeon Sung menghela napas. “yya! jangan berpikiran macam-macam tentang orang yang tidak kau kenal. Dia pria baik-baik”. jawab Yeon Sung.

 

Chan Yeol tersenyum miring mendengar jawaban adiknya. “pria baik-baik mana yang mengajak perempuannya pergi hingga tengah malam begini, tanpa izin dari kakak kandungnya”. Cetus Chan Yeol lagi. Yeon Sung hanya diam, emosinya sudah sampai di ubun-ubun.

 

“tapi dia tidak pernah berbuat macam-macam padaku”. Balas Yeon Sung setelah berpikir beberapa saat.

 

Chan Yeol tertawa mengejek. “karna tidak ada satupun dari tubuhmu yang menarik untuknya. Gadis sepertimu bukan tipe ideal untuknya”. Ejek Chan Yeol. Yeon Sung menggigit bibir bawahnya. Dengan dorongan lembut Yeon Sung berhasil di singkirkan dari hadapannya. Chan Yeol pun berlalu.

 

BRAAAKK! Yeon Sung membanting pintu kamarnya, mungkin menimbulkan retak disana. “dasar tidak sopan! Alien gila! Aku pikir kau lebih mesum darinya! Masuk ke kamar gadis tanpa izin, tanpa pakaian lengkap, dan mengoceh seperti orang gila!”. Teriak Yeon Sung sambil menghadap ke dinding. Disebelahnya adalah kamar Chan Yeol. Seolah teriakan Yeon Sung adalah nyanyian merdu baginya. Ia menarik gitar nya mengiringi teriakan Yeon Sung.

 

“yooww yoow cebol yoow yeahh! Dia gadis bodoh oohh… say aa, yoow!”. Chan Yeol mengiringi teriakan Yeon Sung dengan rapp yang aneh serta petikan gitar nyaring.

 

“diam kau alien!”. Balas Yeon Sung lagi. Malam itu benar-benar gaduh oleh 2 orang adik kakak yang sedang bertengkar, bahkan hampir setiap malam. Yeon Sung memilih untuk masuk ke dalam selimutnya.

~oOo~

Seoul National High School, 07.00 KST

Di koridor loker pagi ini. Beberapa murid sibuk mengurus loker mereka masing-masing. Yeon Sung yang baru saja tiba langsung menuju loker nya sendiri. Di sebelahnya terlihat sosok Mia sedang tersenyum depan loker.

 

annyeong Mi Ya’ssi”. Sapa Yeon Sung terlebih dahulu. Kemudian ia menghampiri Mia yang masih berdiri ditempat. “eo? Buku itu yang dikarang oleh Lee Sang Dong. Dimana kau mendapatkannya?”. Tanya Yeon Sung saat melihat sebuah buku tebal bersampul biru muda.

 

“ini? Aku memesannya sejak 3 bulan lalu. Buku ‘Flying Love’ hanya di terbitkan 50 buku untuk di Korea”. Jawab Mia dengan bangga.

 

Yeon Sung mengangguk. “boleh aku meminjamnya? Aku sangat ingin membaca buku itu”. pinta Yeon Sung pada Mia.

 

“ma’af sekali, tapi aku tidak bisa meminjamkan buku ini padamu. Karna buku ini adalah hadiah yang akan ku berikan pada seseorang yang special bagiku”. Tolak Mia.

 

“apakah aku tidak bisa meminjamnya 1 hari saja?”. Pinta Yeon Sung sekali lagi. Berharap Mia akan meminjamkan buku yang ia incar itu.

 

“ma’af, tapi sudah janji akan memberikan padanya hari ini”. Mia benar-benar tidak ingin meminjamkan buku itu pada Yeon Sung. Bel jam pelajaran akan di mulai, mereka dan murid yang masih berada di koridor loker pun berlarian kekelas mereka masing-masing.

~oOo~

Di taman belakang sekolah, saat jam istirahat. Bukan merupakan tempat favorite para murid. Hanya beberapa orang murid yang sering duduk di taman ini. Suasana redup, tidak berisik, dan sepi. Sangat cocok untuk murid yang ingin berkonsentrasi belajar. Tapi tidak jarang beberapa murid nakal tidur di tempat ini.

 

Mia melangkah ceria menuju taman belakang, setelah sebelumnya mengunjungi perpustakaan namun tidak menemukan sosok Kyung Soo disana. Ia sangat hapal tempat Kyung Soo duduk saat tidak ada pelajaran.

 

Mia mendapati sosok pria itu sedang duduk di ayunan besi. Seperti biasa, sedang melakukan hobi nya yaitu membaca cerita sastra. Kacamata berbingkai hitam menghiasi wajahnya. Sangat konsentrasi dengan bahan bacaannya siang ini.

 

oppa!”. Mia mengejutkan Kyung Soo dari belakang. Tapi Kyung Soo hanya tersenyum. “aku mencari mu kemana-mana, akhirnya ketemu juga”. Mia langsung mengambil posisi duduk di hadapan Kyung Soo, pada kursi ayunan yang kosong.

 

“ada apa? Sepertinya kau sangat senang hari ini”. Tanya Kyung Soo. Ia menutup buku bacaannya dan memilih untuk memperhatikan Mia. Mia menarik tangannya dari belakang. Lalu menyodorkan kotak cereal pada Kyung Soo. “untuk ku? tapi aku tidak makan cereal”. Ujar Kyung Soo terkejut melihat kotak cereal yang di sodorkan Mia.

 

Mia menggeleng. “ambil saja, lalu lihat isinya”. Jawab Mia. Kyung Soo menurut dan mengambil kotak cereal tersebut. Mengeluarkan isi kotak itu. menggambarkan ekspresi wajah yang aneh saat melihat isinya.

 

“buku ini? Kau membelikannya untuk ku?”. tanya Kyung Soo. Mia mengangguk cepat. “gomawo”. Ucap Kyung Soo. Wajahnya sedikit memerah.

 

“hanya itu saja? Sangat susah mendapatkan buku itu, kau tahu?”. Protes Mia. Merasa usaha nya untuk mendapatkan buku itu tidak di hargai oleh Kyung Soo.

 

Kyung Soo mengerutkan keningnya. “lalu aku harus menjawab apa?”. Kyung Soo balik bertanya.

 

Mia nampak kecewa. “ah, lupakan saja”. Jawab Mia. Kyung Soo tersenyum hangat lalu mengusap pucuk kepala Mia dengan penuh kasih sayang. Meski pun Mia marah padanya, tapi ia yakin ini tidak akan berlangsung lama.

~oOo~

Caffetaria saat jam istirahat, tempat ini adalah tempat yang paling disukai oleh setiap murid. Tempat yang ramai dan berisik. di meja sudut, Yeon Sung sibuk dengan ocehannya. Ia mengoceh tidak jelas pada Lu Han yang berada di hadapannya.

 

“alien masuk ke kamar ku semalam, dan memarahiku habis-habisan karna pulang terlalu larut. Ah, benar-benar menyebalkan”. Oceh Yeon Sung seperti Pak Kepala Sekolah yang sedang pidato. Bahkan di dalam mulutnya masih mencerna makanan. Lu Han tersenyum simpul. “lihatlah, bahkan aku seperti mengoceh pada dinding. Aku gila! Tuhan!”. Tambahnya lagi.

 

“lalu aku harus menanggapinya apa? Apa perlu aku menghajar alien?”. Tanya Lu Han dengan santai. Dukk! Sebuah tendangan mendarat di tulang kering Lu Han. “aawh!”. Ringisnya kesakitan. Berhasil menarik perhatian pengunjung caffetaria.

 

Yeon Sung menoleh ke arah kanan nya dan mendapati sosok Kai dan kawan-kawan sedang berbincang. Entah apa. “mereka seperti mata-mata”. Gumam Yeon Sung. Lu Han pun menoleh pada Kai.

 

“apa perlu aku melempari matanya dengan saos?”. Tanya Lu Han lagi.

 

“lakukanlah, lalu setelah itu kau harus memakannya seperti hamburger”. Jawab Yeon Sung seperti tidak peduli. “aku penasaran siapa yang memberitahu jika aku pergi denganmu”. Tambah Yeon Sung.

 

Lu Han menyelesaikan makannya. “tidak apa-apa, nanti malam kita pergi lagi”. Ajak Lu Han. sekali lagi, Yeon Sung menendang kaki Lu Han. “lakukan saja, yang kau tendang adalah kaki kursi”. Suruh Lu Han membuat Yeon Sung membelalak. Benar saja, Lu Han telah lebih dulu menaruh kaki nya di atas kursi.

~oOo~

Sementara itu di gymsanium basket, anak-anak dari club basket berkumpul di pinggir lapangan. Beberapa dari mereka sedang mengelap keringat. Lain hal nya dengan Chan Yeol yang masih sibuk men-shoot bola basket ke dalam ring. Sesekali bola itu hanya menghantam papan ring dan tidak masuk ke dalam ring.

 

Kris yang melihat hal itu merasa aneh, lalu menghampiri Chan Yeol. Menarik temannya itu untuk berhenti bermain sejenak. Seragam Chan Yeol telah basah oleh keringat. “yya! ada apa dengan mu? Kau harus menghentikannya sekarang juga”. Suruh Kris.

 

Chan Yeol melempar bola terakhir yang ia pegang ke sembarang arah. Lalu terduduk lemas di depan ring. “aku merasa gagal menjadi seorang kakak”. Gumam Chan Yeol pelan. Keringat mengalir menuruni wajahnya hingga menetes ke lantai.

 

Kris membelalak terkejut. “ada apa? Sesuatu yang buruk atau sangat buruk terjadi pada adikmu?”. Tanya Kris. Pertanyaan yang konyol, pikir Chan Yeol.

 

Chan Yeol menatap Kris dengan aneh. “menurut mu ini buruk atau sangat buruk. Jika srigala sedang mengincar panda?”. Chan Yeol balik bertanya.

 

Kris berpikir dengan serius, bahkan ia mengusap dagu nya seolah sedang memikirkan penilaian terhadap kasus ini. “srigala jenis apa yang hidup di daratan China?’. Pertanyaan lagi-lagi muncul dari mulut Kris. “lalu apa mungkin srigala memakan panda? Menurut wawasan yang aku ketahui, srigala suka dengan daging hewan sejenis kerbau hutan, sapi, rusa, dan lainnya”. Tambah Kris berusaha memutar memory otaknya untuk menggali soal Srigala.

 

Chan Yeol menghela napas panjang. Mengacak rambutnya lalu tertawa berguling-guling. “Wu Yi Fan, apa kau tadi pagi kau diserempet kereta api? Kemana perginya semua kejeniusan mu itu. astaga”. Ujar Chan Yeol frustasi.

 

“tapi tadi pagi aku berangkat naik mobil dan tidak melewati stasiun kereta api”. Balas Kris lagi dengan polos. “kalau tidak percaya, tanyakan saja pada adikku”. Tambah Kris.

 

Chan Yeol saat itu juga berubah singa buruk rupa seperti yang tergambar pada cerita dongeng ‘Beauty and Beast’ mendengar jawaban temannya ini. “seseorang tolong telpon rumah sakit jiwa. Aku segera gila setelah ini”. Teriak Chan Yeol. Bergema di dalam ruang gymsanium.

~oOo~

Lu Han menjemput Yeon Sung setelah dipastikan Chan Yeol pergi ke sekolah lagi. Dengan tergesa-gesa Yeon Sung meninggalkan rumah nya. Tuan dan Nyonya Park mungkin akan pulang seminggu lagi dari perjalanan bisnis nya.

 

Lu Han membuka helm nya lalu memberikan senyuman hangat pada Yeon Sung. Senyuman yang membuat setiap gadis terpesona padanya. Lalu ia memberikan sebuah helm untuk Yeon Sung. “tadi Chan oppa bilang kalau pulang kerumah larut malam, lebih baik tidak usah pulang”. Ujar Yeon Sung setelah memakai helm nya.

 

“yasudah, kalau begitu kau menginap dirumah ku saja”. Tawar Lu Han. membuat Yeon Sung menganga mulutnya hingga 8 cm. Dan membuat Lu Han tertawa gembira. “naiklah, aku akan mengajakmu ke tempat yang belum pernah kau kunjungi”. Ajak Lu Han. Yeon Sung segera naik ke motor Lu Han. berpelukan erat pada Lu Han.

 

Jalanan di ibukota saat malam hari sangat indah. Dengan warna-warni dari lampu dari toko yang berjejer dijalanan. Yeon Sung terus mikirkan akan diajak kemana oleh Lu Han. tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.

At Love Club, Seoul. 20.00 KST

Lu Han menghentikan motornya di halaman parkir sebuah night club. Yeon Sung turun dari motor Lu Han, ia menatap papan nama tempat itu. suara berisik dari musik terdengar sedikit dari luar. Yeon Sung enggan melepaskan helm nya. “ayo masuk”. Ajak Lu Han, kemudian melepaskan kaitan helm dari kepala Yeon Sung.

 

“tidak, aku tidak mau masuk ke tempat ini. Kita pergi ke tempat lain saja”. Tolak Yeon Sung. Ia menahan tangan Lu Han agar tidak jadi masuk ke tempat itu.

 

Lu Han memegang bahu Yeon Sung. “tidak apa-apa, kan ada aku. Aku pasti akan menjaga mu”. Rayu Lu Han. sekali lagi ia menarik Yeon Sung, akhirnya Yeon Sung menurut dan masuk ke tempat itu bersama Lu Han.

 

Pancaran dari beberapa lampu disko menjadi satu-satu nya penerangan di tempat itu. suara musik yang sangat keras mengharuskan setiap pengunjung untuk sedikit berteriak. Yeon Sung menggandeng erat lengan Lu Han. tempat ini sangat asing baginya. Bahkan saat ini jantungnya berdegup karna takut.

 

“hai, Lu Han’ssi. Sudah lama sekali tidak kemari”. Sapa seorang teman Lu Han. disamping kiri dan kanan orang itu, duduk 2 orang gadis. “itu? kekasihmu? Ah, dia cukup cantik”. Tambahnya lagi.

 

Lu Han menatap Yeon Sung sejenak. “dia bukan seperti kekasihmu”. Jawab Lu Han. langsung saja ia mengajak Yeon Sung pergi dari hadapan orang yang entah siapa. mereka menuju ke sebuah ruangan. Disana terdapat beberapa pasangan. Lengkap dengan camilan dan botol minuman. Lu Han dan Yeon Sung masuk. Meskipun Yeon Sung sedikit ragu untuk masuk.

 

Lu Han mengambil posisi duduk di paling ujung. Hanya itu kursi yang belum terisi. Yeon Sung hanya diam, menatap sekitarnya. Hanya ada orang yang bernyanyi-nyanyi tidak jelas. Lu Han pun tidak terlalu memperhatikannya dan memilih untuk mengobrol dengan temannya.

 

Satu per satu temannya pergi meninggalkan ruangan itu untuk melantai di luar. Hanya tersisa Lu Han dan Yeon Sung serta seorang temannya yang tertidur dalam keadaaan mabuk. “aku ingin pulang”. Pinta Yeon Sung.

 

“nanti saja, Chan belum pulang juga”. Tolak Lu Han. ia melirik jam tangannya, menunjukkan pukul 9 malam. Yeon Sung hanya bisa menurut pada perkataan Lu Han. lagipula ia tidak mengenal betul tempat ini. Mungkin saja diluar sana ada orang jahat yang sewaktu-waktu bisa berbuat jahat padanya.

 

Yeon Sung mengambil sepotong kentang goreng, membubuhan saos pada kentang itu, dan memakan nya. Lu Han tertawa melihat cara makan Yeon Sung. “kenapa kau tertawa?”. Tanya Yeon Sung polos dan masih meneruskan kegiatan makannya.

 

“kau terlihat menarik malam ini”. Jawab Lu Han. Yeon Sung memutar matanya, memikirkan maksud perkataan Lu Han barusan. Lu Han menyentuh bibir Yeon Sung dengan ibu jari nya. Membersihkan sisa saos yang menempel di bibir Yeon Sung. Jarak di antara mereka semakin semakin sempit, tatapan mata mereka pun bertemu. Hingga mereka bisa merasakan napas satu sama lain.

 

Braaakk! Sosok pria bertubuh tinggi yang tidak lain adalah Chan Yeol mendadak muncul dari luar. Seperti seorang intel yang ingin menangkap penjahat. Dengan langkah panjang, Chan Yeol berjalan ke arah Lu Han dan Yeon Sung berada. “yya! apa yang akan kau lakukan pada adik ku?! aish… kau benar-benar”. Bentak Chan Yeol. Ia menarik kerah jaket Lu Han agar berdiri.

 

oppa, andwae. Dia tidak melakukan apapun. Lepaskan”. Yeon Sung menarik tangan Chan Yeol dari jaket Lu Han.

 

“orang seperti ini membawa pengaruh buruk bagi mu. Kau tidak seharusnya berada di tempat ini”. Balas Chan Yeol. Bukk! Sebuah pukulan mendarat di wajah Lu Han. Chan Yeol melepaskan genggamannya dari jaket Lu Han. “ayo pulang sekarang!”. Tegas Chan Yeol. Ia menarik tangan Yeon Sung dan pergi. Sementara Lu Han masih terduduk di kursi semula.

~oOo~

At General Library, Seoul. 20.00 KST

Mia duduk di meja bagian pojok, dengan sweater ungudi tubuhnya. Sudah sekitar 30 menit ia duduk disana. Hanya mencoret-coret kertas dengan pensil secara abstrak. Ia menunggu seseorang yang sudah berjanji akan datang menemui nya ditempat ini.

 

“sudah lama menunggu?”. Tanya pria bersuara berat, suara yang sudah sangat ia kenal.

 

Mia menoleh dan mendapati Kyung Soo berdiri di belakangnya. “tidak juga. Duduklah oppa”. jawab nya. Kyung Soo duduk di sebelah Mia. Meletakan beberapa buku yang telah ia pinjam sebelumnya.

 

“langit terlihat indah dari tempat ini”. Gumam Mia, ia menatap keluar jendela. Langit hitam yang di hiasi bintang-bintang indah. “aku suka bintang yang itu. meskipun terlihat kecil dan tidak seterang bintang lainnya. Ia selalu ada di malam hari”. Mia mengungkapkan persaannya sambil tetap terus menatap langit yang penuh bintang.

 

“tolong buka halaman 72, kerjakan soal-soal nya”. Suruh Kyung Soo. Mia menuruti perkataan Kyung Soo. “bintang yang kau tunjuk tadi adalah salah satu titik dari rasi bintang Leo”. Gumam Kyung Soo.

 

Mia kembali memerhatikan Kyung Soo sebagai guru nya. “benarkah? Wah… aku menunjuk bintang yang benar”. Ujar Mia dengan ceria.

 

Kyung Soo tersenyum simpul. “untuk kali ini kau benar”. Balas Kyung Soo. Sesaat terjadi kontak mata antara mereka. Kyung Soo tersadar dan membenarkan posisi duduknya. Sedikit mendekatkan kursi nya ke arah Mia.

 

Mia mulai mengerjakan soal dari halaman 72 seperti yang di suruh oleh Kyung Soo tadi. “yang ini bagaimana? Aku lupa rumus nya, memakai rumus 1 atau 2?”. Tanya Mia. Saat itu juga ia menoleh ke Kyung Soo. Untuk kedua kalinya tatapan mereka bertemu lagi.

 

“eumm…”. gumaman aneh keluar dari mulut Kyung Soo. Tak ada pergerakan sedikitpun dari Mia maupun Kyung Soo. Sampai wajah mereka semakin mendekat dan tiba-tiba alunan singkat lagu ‘Growl’ terdengar. Mia gelagapan mencari handphone nya.

 

yeobeoseyo?”. Ujar Mia pada orang di seberang.

 

“yya!! neo neo neo neo neo neo… eoddie?”. Teriak orang dari seberang. Suara khas Kris saat panik terdengar dari sambungan telpon.

 

Mia langsung menarik handphone nya menjauh dari telinga. “aku sedang di perpustakaan umum. Bersama Kyung Soo”. Jawab Mia santai. “ada apa? Oppa mengganggu sekali”. Tambah Mia.

 

“syukurlah, eomma tadi menelpon dan mengatakan kau pergi dari rumah tanpa jejak”. Balas Kris. “hanya itu saja. Sebentar lagi jam tambahan selesai, aku akan menjemputmu disana”. Suruh Kris.

 

“baiklah, aku akan menunggu mu”. Jawab Mia dengan malas. Kris memutuskan sambungan telpon secara sepihak tanpa mengucapkan salam perpisahan terlebih dahulu. “heol”. Gumam Mia. Sementara di belakangnya Kyung Soo terkekeh geli.

~oOo~

At Park’s family house, 22.00 KST

“yya! kau ini bodoh atau apa? Mau-mau nya diajak oleh pria seperti dia. ku pikir kau benar-benar pintar seperti prestasi mu di sekolah”. Bentak Chan Yeol sesampainya di rumah.

 

Yeon Sung berjalan ke dapur, mengambil gelas dari lemari dan menuangkan air ke dalamnya. “dia tidak seperti yang kau kira! Kau tidak mengenalnya. berhenti berbicara tentang hal yang tidak kau ketahui”. Jawab Yeon Sung setelah meneguk air dari gelasnya sampai habis.

 

Chan Yeol melipat tangannya di bawah dada. “tentu aku mengenalnya! aku mengenalnya lebih lama darimu”. Lagi-lagi Chan Yeol dapat membalas pertanyaan Yeon Sung.

 

Yeon Sung pergi dari hadapan Chan Yeol. “apa yang Lu Han perbuat padamu hingga kau begitu membencinya?”. Seru Yeon Sung.

 

“dia tidak pernah berbuat kesalahan apapun padaku. Tapi aku tahu dia tidak baik untukmu, sama seperti gadis lainnya. Mengajak mereka berkencan, lalu setelah itu di campakan”. Jawab Chan Yeol.

 

“kami tidak berkencan!”. Tegas Yeon Sung.

 

“lalu apa hubunganmu dengan nya? Huh!”. Bentak Chan Yeol.

 

Yeon Sung menatap lurus pada kakak nya. “kami berteman”. Jawab Yeon Sung dengan polos.

 

Chan Yeol tersenyum miring. “teman? Apa itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh teman? Aku melihat dengan jelas jika ia hampir mencium mu”. Yeon Sung tidak bergeming sedikit pun. “ayolah, Park Yeon Sung. Jangan bertingkah seperti wanita murahan. Kembalilah kedunia mu. Kembalilah menjadi seorang Park Yeon Sung, adik dari Park Chan Yeol”. Tegas Chan Yeol. Ia memegang kedua bahu adiknya. Dan menatap sendu pada adiknya yang sudah tak berani mengangkat kepalanya. “kau satu-satunya adik ku, aku menyayangimu. Berhentilah membuatku khawatir”. Tambah Chan Yeol.

 

Chan Yeol meninggalkan Yeon Sung yang masih mematung di dapur. Tubuh nya bergetar. Apa yang dikatakan oleh kakaknya benar. Semuanya benar. Tidak seharusnya seorang teman melakukan hal seperti itu.

~oOo~

Wu’s family house. 21.00 KST

Di ruang televisi, Kris dan Mia sedang menonton bersama malam itu. sesekali Kris menjahili adiknya dengan mengambil camilan yang Mia beli. Sepertinya ia sangat senang mendengar rengekan Mia karna snack nya di ambil oleh Kris.

 

“Mi Ya, apa yang kau lakukan bersama Kyung Soo? Kau berpacaran dengan nya?”. Tanya Kris tiba-tiba.

 

Hampir saja Mia menggigit tangannya sendiri mendengar pertanyaan itu. “tidak. Aku hanya belajar bersamanya”. Jawab Mia sedikit gugup.

 

“mengaku saja. Tidak apa-apa jika memang benar kau berpacaran dengan nya. Dia orang baik”. ejek Kris. Berhasil membuat semburat merah muda di wajah Mia. “benar kau berpacaran dengannya? Benarkah benarkah benarkah?”. Pertanyaan yang seakan menghamkimi Mia.

 

“tidak!”. Jawab Mia dengan tegas. Hanya terdengar suara tawa Kris yang berisik karna mulutnya masih mengungah snack yang tersisa. “sebenarnya, aku memang menyukainya. Kau tahu oppa, dia benar-benar pria baik. dia juga pintar. Tapi aku tidak yakin dia menyukai ku. karna aku tidak memiliki IQ seperti nya”. Jelas Mia panjang lebar.

 

Tak ada sahutan dari Kris. Mungkin Kris sedang serius memikirkan nasib dan perasaan adiknya saat ini. “oppa, bagaimana menurutmu? Haruskah aku mengatakan padanya jika aku menyukai nya?”. Tanya Mia mencoba meminta pendapat dari kakak nya.

 

Lagi, tak ada sahutan dari Kris. Mungkin kasus ini benar-benar serius. “oppa?”. panggil Mia. Lalu ia menoleh dan mendapati Kris tertidur seperti bayi. “aish… yya! tega sekali kau padaku. Baru saja kau menjawab pertanyaanku lalu semudah itu kau tertidur”. Oceh Mia pada Kris yang sudah jelas tak akan menjawab lagi. “koala jelek!”. Seru nya kesal.

 

Ya, mereka memang selalu seperti itu saat sedang berdua. Bergurau, saling mengejek, bercerita 1 sama lain. Kadang hingga tertidur. Sejak kecil mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama layaknya kakak-adik yang akur.

~oOo~

T – B – C

Don’t forget to give your opinion about my FanFic J

Love you readers emmuuuaah :****

 

 

Iklan

12 thoughts on “FanFict “Wad of Love” – 1

  1. Hahaahaaa xD , aku ngakak wktu bgian kris memikirkan tentang serigala
    Aku rasa serigala ada yg tnggal di drtan china saat dia bnar benar benaaaaaaaarrrrr KELAPARAN. :O 😀 ……. I LOVE YOU KRIS ❤
    Chanyeol emang oppa yg baik buat si "cebol" xD 😛

  2. Hahahahaa xD , aku ngakak wktu bgian kris memikrkan tentang srigala
    Aku rasa serigala ada yg tnggal di drtan china saat dia benar benar benaaaarrrrrrrr KELAPARAN 😮 😀
    I LOVE YOU KRIS ❤
    Chanyeol emang oppa yg baik buat si "cebol" xD 😛

  3. Ping-balik: FanFict “Wad of Love” -2 | ♔ Kyo`s FanFict Collection ♔

  4. Aduuuuhh,, lulu kox jd jahat lg. Hmmmmtt,,
    Tapi disini alur ceritanya hampir sama ama ff tentang luhan yg lainnya chingu. Maaf ya kalo kata2Q ga enak dirasa. Ini pendapat ak aja sih. Hehehe
    Tapi tetep TOP kox,, mungkin saran buat ff selanjutnya kalo chingu buat ff lagi. cast nya gpp di buat sama tapi bisa dong jalan cerita ama sedikit sifat dari masing2 cast nya dibuat beda. Biar kesannya ga gitu2 aja. Hehehe
    Saran aja hlo chingu,, ga masuk list jg gpp.
    Keep writting yaa,, fighting!!!

  5. Ini Yeon Sungnya nggak peka bnget yaa Luhan itu suka klau nggak ska ngapain dia kyak gtu Sumvehh Si chanyeol ntu apa2an sich This story bikin greget

  6. Seru ni critanya…Lulu si badboy n D.O si goodboy.walau aq msh g tw se badboy apa Lulu sampe Yeol g suka bgt Yeon dkt2 ma Lulu.apa dy bnran suka ma Yeob atw cuma mw mainin Yeon az kyk yg dblg Yeol.trus tu D.O suka g sih ma miya.jd pnsran…
    Lnjut baca y kyo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s