FF Freelance “For Me It’s You” [Oneshoot]


Jiyeon-Jinwoon

Title                 : For Me It’s You

Author              : Erni Queen’s T-ara (Erni Nur’aeni)

Main Cast        :

  • Park Jiyeon (Jiyeon T-ARA)
  • Jung Jin Woon(Jinwoon 2AM)

Support Cast    :

  • Im Jae Bum (JB JJ Project)

Genre              : Romance, School, Friendship, Comedy (maybe?)

Annyeonghaseyo yeoreobeun ~ Kyo bawa FF bikinan yeodongsaeng nya Kyo nihh… ini FF pertama dia, jadi tolong di apresiasi dengan baik yahh… G Minor couple 😀 No Bash! Hanya menerima kritik dan saran yang membangun demi kemajuan karya Author disini. ok, this is check it ~ happy reading 😉

For Me It’s You

            Jiyeon POV

Padi hari yang cerah. Ku hirup udara pagi ini sambil memejamkan mataku. Lalu berangkat ke sekolah dengan menggunakan kendaraan umum. Yah, beginilah aku tak ada yang mengantar jemput. Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama aku tiba di sekolah. Namun, kulihat pemandangan yang berbeda di area parkir kerumunan siswi yang sedang heboh memuji seorang siswa yang duduk diatas motor sport nya -masih menggunakan helm dikepalanya- sepertinya dia orang asing karna ini kali pertamanya aku melihat lelaki berpenampilan seperti itu di sekolah.

“Aiissh, apa yang meraka lakukan? Seperti tak pernah melihat lelaki saja”. gerutuku lalu berbalik arah. Langkah ku terhenti ketika seseorang memegang tanganku erat. “Beraninya kau!”. Bentakku pada orang itu sambil menarik tanganku. “Siapa kau? Berani sekali!!”. Lanjutku. Ternyata lelaki ber-helm tadi.

Dia membuka helmnya. “Aiisshh Jung Jin Woon! Kau…”. Aku terkejut melihat nya. Dia Jung Jin Woon, sahabatku dari kecil. Aku langsung memeluknya, karna aku sangat merindukannya sejak dia pindak ke Tokyo setahun yang lalu karna tuntutan pekerjaan ayahnya. “Aigoo, kau bersekolah disini sekarang?”. tanyaku setelah melepas pelukanku.

“Tentu!”. jawabnya singkat penuh makna. Kulihat di belakang Jinwoon, siswi-sisiw itu masih saja memandang Jinwoon seperti idola mereka. Dengan ekspresi yang aneh menurutku. Meremas dasi, merobek buku, menjambak rambut temannya sendiri, dan lain-lain. “Wae?” tanya Jinwoon yang keheranan melihatku terus memandangi siswi-siswi itu.

“Kau curang Jinwoon!”. Seru ku lalu melipat tangan di bawah dada ku seolah sedang merajuk padanya.

Dia menyipitkan matanya. “Apa maksudmu?” Jinwoon makin keheranan.

“Kau baru saja masuk sekolah ini, tapi lihat fans mu sudah banyak!”. Jawab ku dengan muka datar.

Jinwoon membelalak lalu mulutnya terbuka lebar. Dia tertawa. Yang benar saja. “aku juga tak menyangka aku jadi setampan ini”. Balas Jinwoon dengan sangat percaya diri sembari merapikan almamaternya yang ia pakai. Aku hanya memanyunkan bibir dan menggelengkan kepala. “Oiya, kau tau ruang 17 dimana?”. tanya Jinwoon.

“itu kelasku bodoh”. Jawab ku lalu berjalan menuju gedung sekolah sementara Jinwoon mengekor di belakang ku seperti seorang anak kecil yang di tinggal ibu nya di pusat perbelanjaan.

“Ah jinjja? berarti kita satu kelas? Wahh… senang sekali bisa satu kelas bersama nona Jiyeon”. celoteh Jinwoon dengan senyum nakalnya. Dia merayu ku? dasar gila. Lihatlah, di kepalanya seolah mengeluarkan lingkaran malaikat dan sayap di punggungnya.

“Nde! Ikuti aku”. Ajakku. Tiba-tiba saja ia melingkarkan lengannya di leherku. Ck. “aishh… kau ini”. Desisku. Namun sepertinya ia tak menghiraukanku dan malah tebar pesona dengan setiap siswi yang berpapasan dengan kami. entah sejak kapan ia menjadi agresif dan bertingkah seperti ini.

***

Author POV

Jiyeon dan Jinwoon tiba di kelas, mereka duduk bersebelahan. “Aigoo, keren sekali kau!”. puji seorang wanita yang lewat di depan kami. Jinwoon membalas wanita itu dengan senyuman miringnya. Sementara Jiyeon mendengus kesal melihat wanita-wanita yang kegenitan pada Jinwoon. Baginya, itu berlebihan.

“Jiyeon-ah” panggil Jinwoon. Ia menopang kepalanya dengan tangan menghadap ke Jiyeon. Jiyeon menjawab Jinwoon dengan berdehem. “Selama aku masih berada di dunia ini, aku akan selalu menjaga mu”. ungkap Jinwoon sembari memandang lekat pada Jiyeon yang masih berkonsentrasi dengan handphone di hadapannya.

Jiyeon meletakan handphonenya di atas meja. “Ah, nde.Itu wajib” jawab Jiyeon dengan senyum yang aneh. “ Kau memang sahabat terbaik ku Jinwoon”. sambung Jiyeon menepuk bahu Jinwoon. Ia terkekeh seakan tak mengerti maksud ungkapan Jinwoon barusan. Berhasil membuat Jinwoon membatalkan niatnya untuk tersenyum lega. ‘Hanya seorang sahabat?’ batin Jinwoon.

***

Segerombolan siswi lewat di depan Jiyeon dan Jinwoon. Membawa spanduk, poster, air mineral, dan sebagainya seperti orang yang ingin berdemo. “JB..JB..JB..”. teriak mereka serempak dengan semangat untuk kapten basket Kirin Art School dari para hoobae dan generasinya.

Jiyeon dan Jinwoon berhenti dan membiarkan gerombolan wanita itu lewat. “Siapa JB?”. Tanya Jinwoon memicingkan satu matanya.

“Dia kapten team basket yang akan bertanding sekarang melawan sekolah sebelah”. jawab Jiyeon. Jinwoon hanya menganggukkan kepalanya. Mereka kembali berjalan setelah gerombolan tadi lewat.

Jinwoon terkekeh geli. “seperti sedang ada karnaval buah saja”. Ejek Jinwoon. “Jiyeon, apa kau tau?”. Tanya Jinwoon mendahului Jiyeon dan menghadap pada Jiyeon.

Jiyeon menggeleng. “Mwoya?”. Jiyeon balik bertanya  dan berhenti berjalan.

“Nanti mereka akan berteriak Jinwoon..Jinwoon..Jinwoon…”. jawab Jinwoon dengan menari-nari seperti cheerleaders basket. Jiyeon memukul jidat Jinwoon. “yakk! Wae?”. Jinwoon mengelus jidatnya yang memerah karna Jiyeon.

“Aigoo, kau ini. Yya, Jung Jin Woon.. bukankah kau tak bisa bermain basket”. Jiyeon memutar bola matanya. “Jinwoon ayo kita lihat pertandingannya! Palli palli palli”. ajak Jiyeon dengan menarik tangan Jinwoon. Jinwoon pun hanya mengikuti langkah Jiyeon tanpa melontarkan sepatah katapun.

Mereka tiba di gym tempat di langsungkannya pertandingan basket. “Aku yakin JB dan team nya pasti menang lagi.Pasti!”. ucap Jiyeon dengan sangat riang. Jinwoon hanya serius memandangi pertandingan tanpa mengeluarkan suaranya. Tapi Jiyeon tetap berteriak menyemangati team basket kesayangannya. Dan ternyata tebakan Jiyeon memang benar, tak meleset sedikitpun, akhirnya team basket sekolahnya menjadi pemenang lagi.

***

Jiyeon berjalan dengan kesusahan karna membawa buku yang tebal dan itu lumayan banyak. “Aigoo, Jinwoon tega sekali tak membantuku untuk membawa buku ini.Padahal ini buku untuknya juga.Aiissh jinjja.”Gerutu Jiyeon di perjalanannya membawa buku itu. Tiba-tiba ‘Bruukk’ buku-buku ditangan Jiyeon terlepas dari tangannya karna menabrak seorang lelaki. dengan cepat Jiyeon merapikan buku-bukunya, lalu lelaki itu membantunya.

“Gwenchana?”. Tanya lelaki itu sembari menyusun buku.

Jiyeon masih sibuk merapikan buku dan meletakan buku-buku itu ke lengannya. “Nde”. jawab Jiyeon singkat.

“Biar aku yang membawa buku-buku ini sebagai permintaan maaf ku”. Ujar lelaki itu dan merebut buku-buku dari tangan Jiyeon.

Jiyeon menarik kembali buku-bukunya. “Ani, aku bisa…”. tolak Jiyeon.

Lelaki itu tersenyum. “Sudahlah berikan bukunya”. paksa lelaki itu dan langsung mengambil buku ditangan Jiyeon. “Kajja”. ajak lelaki itu jalan lebih dulu.

“Sebentar!Kau salah arah!”. Jiyeon menghentikan langkah lelaki itu. Dan lelaki itu berbalik arah menuju Jiyeon. “Palli palli!”. ajak Jiyeon yang mulai melangkahkan kaki jenjangnya.

“Siapa namamu?”. Tanya lelaki itu sembari berjalan disamping Jiyeon.

“Jiyeon, Park Jiyeon”. jawab Jiyeon.

“Naneun Jaebun imnida, panggil aku JB”. kata lelaki itu yang ternyata JB. Siswi yang popular di sekolah Jiyeon.

Jiyeon mengangguk. “Aku tau”. kata Jiyeon sambil memamerkan senyum manisnya. JB hanya tersenyum yang membuat matanya jadi sipit. “Mana mungkin aku tak tau orang popular di sekolahku ini.Kemana saja aku ini”. lanjut Jiyeon, terkekeh dengan aneh. Sungguh tidak feminim.

“Tak usah memujiku”. Wajah JB memerah karna pujian dari Jiyeon.

Jiyeon menghentikan langkahnya dan menghadap ke JB. “Apa itu termasuk pujian?”Tanya Jiyeon sinis.

JB tersenyum basi. “Aigoo sudahlah, tidak usah dibahas.”. Balas JB. lagi-lagi Jiyeon hanya tersenyum.

“simpan saja di meja ini” Perintah Jiyeon.“Gomawo” terus Jiyeon. JB meletakan buku-buku bawaannya ke laci sebuah meja di dekat meja Jiyeon.

“Boleh aku minta nomor?”. pinta JB lalu mengeluarkan handphone nya dari saku alamamater.

Jiyeon memiringkan kepalanya. “No sepatu?”. canda Jiyeon.

“Aigoo, cantik-cantik telmi“. balas JB sembari menggaruk kepalanya.

Jiyeon terkekeh lagi. “Aissh, jadi aku cantik?”. Tanya Jiyeon dengan polosnya.

JB mengeluarkan senyuman mautnya yang bisa membuat. “nde, kau sangat cantik”. Ledek JB.

Jiyeon menangguk. “Sudahlah, gomawo sudah membantuku”. Ujar Jiyeon menepuk-nepuk bahu JB seolah mereka sudah sangat akrab.

“Jadi kau tak memberi nomor ponselmu?”. Tanya JB yang ternyata masih mengharapkan nomor ponsel Jiyeon.

Jiyeon menadahkan tangannya di depan JB. “Berikan ponselmu”. Pinda Jiyeon. JB langsung memberikan ponselnya pada Jiyeon. “Ini”. Jiyeon menekan keypad pada handphone JB lalu mengembalikan ponsel JB.

JB memandang handphone nya untuk memastikan jika Jiyeon benar-benar mengetikan nomor ponsel bukan nomor sepatu. “Gomawo”. jawab JB kemudian berlari meninggalkan Jiyeon. sosok JB telah lenyap dari pandangan Jiyeon. Muncul dari belakang dinding ruangan seorang Jinwoon yang diikuti sesaeng fansnya. Bertubi-tubi pertanyaan dari siswi-siswi itu pada Jinwoon, tapi Jinwoon sibuk dengan lolipopnya tanpa memperdulikan fans-fansnya itu. Kini Jinwoon duduk disebelah Jiyeon.

“Bukunya banyak sekali”. keluh Jinwoon saat melihat tumpukan buku baik di dalam laci maupun di atas meja.

“Aigoo, ini tugas kita. Kau lupa?”. jawab Jiyeon agak kesal.

“Bagaimana kau bisa membawa buku sebanyak ini?”. Tanya Jinwoon lalu mengambil sebuah buku, membuka nya sembarangan seperti sedang membaca majalah.

Jiyeon tersenyum penuh arti. “Dibantu JB”. jawab Jiyeon yang tiba-tiba berubah menjadi berbinar membayangkan sosok JB yang tadi menolongnya membawa buku.

“Mwo? Kenapa kau tidak memintaku saja untuk membantumu? bukankah ini tugas kita? Kenapa kau malah meminta JB membantumu?”. Bertubi-tubi Jinwoon melemparkan pertanyaan.

Jiyeon mengeluarkan tatapan tajamnya. “Aku telah menghubungimu beberapa kali, tapi kau tak mengangkatnya”. Sedikit bentakan dari Jiyeon. Jinwoon memerikasa ponselnya, dan ternyata benar. 8 panggilan tak terjawab dari orang yang sama, Jiyeon.

Jinwoon memasang muka memelasnya. “Mianhae.. eh, tapi tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama JB” Jinwoon berpikir keras. Jiyeon hanya terdiam dan mulai membaca buku ditangannya. “JB itu…..” Jinwoon masih berpikir keras.

“JB oppa kapten tim basket yang popular itu oppa”. jawab seorang fans Jinwoon yang masih menguntit Jinwoon sedari tadi.

“Yak, kau benar” jawab Jinwoon memetik jarinya. “Dan sekarang fans-fansku silahkan tinggalkan aku dengan kekasih ku ini”. Suruh Jinwoon dengan sedikit rangkulan ke pundak Jiyeon. Jgeerr dwaaar grauuk… para sesaeng fans Jinwoon langsung mematung ditempat mendengar kata ‘kekasih’ dengan penuh kekecewaan mereka meninggalkan kelas Jinwoon.

“Yakk, kau Jinwoon!”. Jiyeon membentak Jinwoon yang memberikan kebohongan kepada fans nya yang tak jelas.

Fans-fans Jinwoon kembali masuk seperti paparazzi yang ingin mengetahui lebih detail tentang kebenaran penyataan Jinwoon dan Jiyeon yang berbeda. “Omooo oppa..jadi Jiyeon kekasih mu eo?”. Tanya salah satu fans.

Jiyeon membelalak. “Ani”. jawab Jiyeon dan Jinwoon langsung menutup mulut Jiyeon dengan tangannya.

“Ani maksud Jiyeon itu tidak salah tebakanmu”. Jinwoon meneruskan kebohongannya. Fans-fans Jinwoon pun kembali bubar dengan penuh kekecewaan di wajah mereka.

Jiyeon menggigit telapak tangan Jinwoon. “Yak, kau bicara apa?”. amuk Jiyeon.

“Sudahlah lupakan” jawab Jinwoon dengan gampangnya. Sementara Jiyeon mendengus kesal, terlihat asap tipis keluar dari lubang hidungnya yang mengembang-kempis tak karuan. Jinwoon pun kembali membuka-buka buku yang ada di hadapannya untuk menghindari jika Jiyeon semakin mengamuk.

***

“Jadi Jinwoon oppa berpacaran dengan Jiyeon?”. ujar siswi yang mungkin itu fans Jinwoon. “Aigoo, kesempatanku musnah sekarang”. kata siswi kedua. Mereka terus membicarakan Jinwoon dan Jiyeon. Dan sekarang Jinwoon dan Jiyeon menjadi trending topic couple yang paling banyak dicari kebenarannya di Kirin Art School. Bagaimana tidak, seorang Jinwoon yang merupakan murid baru yang tergolong tampan ternyata adalah kekasih dari Jiyeon.

JB POV

“Jadi Jiyeon telah mempunyai kekasih? Apa iya?”. batin ku namun ia tak berani menanyakan langsung pada siswi yang sedang bergosipria di seberang sana. aku menghela napas. “Daripada aku penasaran, lebih baik aku tanya Jiyeon langsung”. aku mengeluarkan handphonenya dan mulai mencari nomor Jiyeon di handphonenya. kutempelkan handphonenya di telinga. “Hallo Jiyeon!”. Sapaku saat telepon telah terhubung. tidak ada jawaban.  “Naneun JB”. Ujar ku lagi. masih tidak menjawab. “Jiyeon, boleh aku bertanya?”.

“Why not”. akhirnya terdengar suara Jiyeon yang halus dari seberang sambungan telepon.

Aku berdehem bersiap untuk bertanya. “Apa benar kau pacar Jinwoon?”. Tanya ku dengan gugup.

Kudengar Jiyeon berdecak. “Ani, itu hanya gossip. Itu tidak benar adanya. Wae?”. jawab Jiyeon yang kuyakin itu jawaban yang jujur.

“Aniyo Jiyeon-ah. Biar ku jemput kau besok. Kita berangkat ke sekolah bersama. Bagaimana?” tawarku sekedar berbasa-basi namun aku berharap ia mau.

“Nde, aku kan menunggumu.”. Jawab Jiyeon.

Aku berjingkrak. “Ok! See you tomorrow!”. Ujar ku gembira. Tutt~ telepon terputus.

***

Jiyeon POV

Aigoo, kenapa aku menerima tawaran JB? Padahal aku selalu dijemput oleh Jinwoon. Aiissh, bodohnya aku tak memikirkan itu. Aku mulai bingung sekarang. Ah, anggap saja ini hukuman untuk Jinwoon.

“Mianhae Jinwoon-ah”. kataku sembari memandangi poto ku dan Jinwoon yang tertempel di dinding kamarku. Kenapa Jinwoon bilang ke fans-fansnya yang tidak tahu sama sekali dari mana asalnya kalau aku ini kekasihnya? Aiissh, apa dia menyukaiku?. Pikir ku sambil bercermin di meja riasku.

“Aiiissh, mana mungkin dia menyukaiku.Itu hanya trik biar fans-fansnya itu berhenti mengikutinya.Ya, hanya itu!”. ujar ku pada diri sendiri. Ku buang jauh-jauh pikiran itu. dan meyakinkan jika itu hanya akal-akalan Jinwoon saja. tapi kenapa aku merasa senang ketika dia bilang kalau aku ini kekasihnya. Kembali aku membatin. “Anii…. “ seru ku dengan keras.

“Wae Jiyeon’ah?”. tiba-tiba Jinwoon masuk ke kamarku dengan muka panic.

Aish.. mengapa orang ini tiba-tiba datang. Aku jadi gelagapan di buatnya. “Gwanchana” jawabku datar.

Jinwoon mendekat. “Jinjja?”. tanyanya tak percaya. aku memaasang muka masam dan tersenyum miring. “Kenapa kekasih ku ini?”. tanyanya dengan nada manja.

“Aku bukan kekasih mu Jinwoon”. Seru ku mulai kesal.

Jinwoon mencolek-colek lengan ku. “Bukan atau belum yah?”. tanyanya dengan nada meledek. aku beralih ke depan laptop ku yang ku letakan di meja belajar. “Apa kau telah memiliki namjachingu?”. tanyanya lalu mengikuti ku duduk di sebelah ku.

“Kalau ya kenapa? Dan kalau tidak kenapa, hemm?”. tanyaku balik.

Jinwoon tersenyum miring. “Kau hanya boleh jadi kekasih ku Jiyeon-ah, dan hanya aku yang boleh jadi kekasih mu! Arra?”. Jawab Jinwoon dengan wajah serius.

Aku terkekeh meremehkan perkataannya. “Tidak lucu sama sekali Jung Jinwoon”. Elakku lalu berdiri hendak meninggalkannya.

Jinwoon menarik lengan ku hingga aku berbalik menghadap pada nya. “I’m so serious!”. jawab Jinwoon. Hening. “Jiyeon, be my baby, hmmp?”. ungkap Jinwoon memecah keheningan.

Ku tepis tangannya yang memegang lenganku hingga terlepas. “Jangan buat aku gila Jinwoon”. Panas. Wajah ku terasa panas mendengar ungkap Jinwoon barusan. Aku yakin wajahku memerah sekarang.

Kini Jinwoon memegang kedua lengan ku. “Jiyeon, be my baby. Please!”. ucapnya lagi. Wajahnya sangat serius. Tatapannya menatap mataku dalam.

“Kau mau mulai buat ku gila hmmp?”. Tanya ku. Ah, darahku terasa naik ke kepala.

Jinwoon menggeleng. “Ani..aku akan membuatmu bahagia Jiyeon”. katanya amat serius.

Ku pegang kedua pipi nya. “Atau kau yang gila Jinwoon?”. ucapku sembari memicingkan mata menatapnya dengan curiga.

Jinwoon mengangguk. “Aku gila karnamu Jiyeon“. ku gelengkan kepalaku. Jinwoon berbalik menangkup wajahku. “Jiyeon, dengarkan aku. Aku mencintaimu. Aku ingin kau menjadi kekasih ku dan ini serius, aku benar-benar serius”. Sedikit bentakan dari Jinwoon. Aku hanya terdiam menatapnya. “Aku butuh jawabanmu Jiyeon’ah. Jawablah!”. pinta Jinwoon sekarang.

Aku menunduk berpikir. “Nde Jinwoon’ah. Aku mau jadi kekasih mu”. ku jawab dengan senang hati.

“Gomawo Chagi”. Jinwoon memelukku erat.

Aku terbatuk-batuk. “Jinwoon’ah, kau memelukku terlalu erat”. Keluhku. Ya, tubuhku terasa seperti remuk karnanya.

Jinwoon melepaskan pelukannya. “Mianhae”. jawabnya sembari tersenyum senang.

Aku ikut tersenyum. Salah tingkah, tepatnya. “Jinwoon, aku besok akan dijemput dan pergi sekolah bareng JB.Bolehkah?”. pintaku agak takut-takut.

Jinwoon membelalak. “Ani, aku yang akan menjemputmu dan selalu aku yang ada disampingmu. Arra?”. tolaknya.

Sudah ku duga. “Tapi aku janji padanya!”. pintaku lagi, sekarang aku tertunduk takut.

“Andwae! Arra?”. sedikit bentakan darinya. Aku tahu itu untuk menunjukan ketegasannya padaku selaku kekasihnya sekarang. “Sekarang mana handphonemu?”. terusnya. Ku beri handphoneku padanya dengan suka rela tanpa curiga sedikit pun. Tak tahu apa yang sedang dia lakukan dengan handphoneku. Tiba-tiba ia menempelkan handphone ku di telinganya. Menelpon seseorang. “Hallo”. dia berbicara pada orang yang ada di seberang sana. “Aku Jung Jinwoon. Pacar Jiyeon”. terusnya. Jinwoon melirik ku sejenak. “Kau besok tak perlu menjemputnya. Arra? Aku tak mengizinkannya”. Jinwoon mengakhiri telepon tersebut lalu menatap ku dengan wajah tanpa dosa. “Beres! Aku telah membatalkan janjimu”. Jinwoon segera mengembalikan handphoneku.

Aku mengambil handphone ku. “kau sangat cemburu, eo?”. Godaku. Dia hanya berdehem. Ku colek-colek lengannya. Kami bercanda seperti biasa, namun kali ini dengan ikatan yang berbeda.

***

THE END

Iklan

14 thoughts on “FF Freelance “For Me It’s You” [Oneshoot]

  1. alur.aa kcptan..tp ttep baguss kok..i like this

    akhr.a jinwoon mngatakn prsaan.a jgaa. Dn jiyi mnerima.a jg, jb mending ma aku ajaa Kkk~

  2. iyak,,, jj couple jadian >< cute deh.. untung gak ada konflik duluan krn jb. fanfic yg benar" ringan, johae~ tulisannya rapi bgt, enak dibaca deh ^^ dan alurnya gak bikin bingung. dae to the bak! terus berkarya 😀 ditunggu ff jiyeon lainnya nde 😉

  3. Halllooooo… Saya reader baru 😀
    Baru sempet mampir ke blog ini, dan baru sempet baca 1. FF ini. Mian *bow*
    Nanti pasti bakal jelajah wp ini deh 😀
    Selama main cast nya jiyi aku akan baca 🙂

  4. Keren ffnya thor.so sweet banget deh jiyeon dan jinwoon.ditggu ff lainnya thor.
    Tetap semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s