FF Freelance “Can Only Be Silent” [ONESHOOT]


1385769_417583081676748_2109097571_n

Title : Can Only be Silent
Type : Oneshot
Genre : Sad, Friendship
Author : Pindy ( Freeya )

Main Cast : Park Soyeon
Lee Jihyun / Qri
Jeon Boram

Other Cast : Jung Yun Ho
Tiffany Hwang
Song Hye Kyo
Park Jiyeon
Park Jungsu / Leeteuk

> FanFict ini pernah di post di FB Author nya Pindy Hyominnie Airen

Happy Readding ^^

Just for fun

No bash!!

“Ada sedikit penyesalan yg tersirat ketika aku menyadari bahwa aku hanyalah seorang pengecut yg tidak punya keberanian sedikitpun untuk mengungkapkan secuil perasaan yg mengganjal dalam hatiku, seorang pengecut yg tidak berani melangkah untuk meraih kebahagiaanku sendiri, seorang pengecut yg hanya mampu menangisi dia yg tidak mampu aku miliki tanpa perjuangan sedikitpun”

>>>>>>

Malam sudah semakin larut, namun seorang gadis tampak masih diam terduduk di bangku sebuah taman bermain. Sebuah surat nampak tergenggam erat di tangan kanannya, membuat lembaran kertas cantik berwarna merah itu kini rusak dan lebih pantas disebut sampah. Perlahan gadis itu membuka kembali surat yg ada dalam genggamannya. Sebuah surat…., sebuah surat tebal berwarna merah yg di dalamnya ada dua nama yg terpampang dengan huruf-huruf indah berwarna emas..

Bibir gadis itu bergetar tatkala untuk kesekian kalinya dia berusaha untuk menyebut kedua nama yg sangat familiar baginya, dua nama yg membuat air matanya tidak mampu berhenti mengalir semenjak dia menerima surat itu siang tadi. Sesaat pikirannya melayang… melayang ke beberapa waktu yg lalu, dia mulai merutuki kebodohannya yg hanya mengedepankan gengsi ketimbang kebahagiaannya sendiri.

Flashback

Author Pov

Suasana di dapur sebuah restoran ternama nampak ricuh, ricuh karena ada 2 anak manusia yg memang paling suka membuat ricuh suasana.

“yaaak….., pabo!! Kalau kau kemari hanya mengajak ribut sebaiknya pergi saja!” teriak seorang yeoja berambut hitam panjang pada namja yg ada di depannya

“hey pede sekali kau! Memang siapa yg mau ribut dengan yeoja aneh sepertimu? Buang2 energi saja!” balas namja itu tidak mau kalah

“kalau begitu kenapa kau masih disini eoh? Cepat pergi dari sini!!!”

“haaiiiizt…., kau pikir ini dapur nenekmu?? Seenaknya saja mengusir orang! “ cibir namja itu

“ dasar beruang kutub menyebalkan ! “ teriak si yeoja sembari membanting sendok ke lantai

“ dasar ahjuma cerewet ! “

“mwo?? Kau bilang apa?? Ahjuma??” teriak yeoja itu dengan suara double power

“ne…., ahjuma cerewet!”

“ kyaa….!! Dasar beruang kutub!!“

“ ahjuma cerewet! “

“ beruang kutub ! “

“ ahjuma cerewet ! “

Namja dan Yeoja itu terus beradu mulut,membuat rekan sekerja mereka di dapur hanya bisa geleng2 kepala melihatnya

“ Aigoo…, Boram’ah….bagaimana ini ? Soyeon dan Yun Ho selalu saja bertengkar jka bertemu…Haiiizt…kapan mereka bisa akur ? “ keluh seorang yeoja cantik dengan rambut berwarna merah bergelombang

“Molla…aku rasa Yun Ho hanya bersikap manis padamu saja Qri’ah “ ledek yeoja mungil bernama Boram itu

Yaaah … semua pekerja di restoran itu tau jika sedari dulu Yun Ho menyukai Qri, rekan sekerjanya. Dan mereka juga sangat tau, kalau Yun Ho dan Soyeon itu musuh bebuyutan yang tidak pernah akur.

“ yaaaaak …. Boram’ah ! kenapa kau selalu meledekku seperti itu eoh ?! berhenti menjodohkan aku dengan Yun Ho, aku rasa dia lebih cocok dengan Soyeon” omel Qri

“haiiizt…. Yun Ho dengan Soyeon? Kau tidak lihat mereka selalu saja ribut, apanya yg cocok?? Sudahlah Qri’ah… kau tidak usah menampik kenyataan, sebenarnya kau juga tau kan kalau sedari dulu Yun Ho menyukaimu?” celoteh Boram yg membuat sahabatnya itu kesal

“kau ini benar2!! Aku ini sudah punya Leeteuk, jadi berhenti menjodoh2kanku dengan Yun Ho atau siapapun!!”

“Leeteuk?? Namja tidak tahu diri yg selalu membuatmu menangis?? Namja yg sudah berulang kali mengkhianatimu? Namja yg selalu ingin kau mengerti namun dia tidak pernah mau mengerti tentang kau?? Apa menurutmu dia lbih baik dari Yun Ho??” ujar boram lirih namun mampu menohok perasaan Qri, membuat yeoja itu kehilangan konsentrasi dan……

“Aaaaah…..!!” teriak Qri karena tangannya terkena minyak panas akibat celoteh Boram
“Qri’ah … kau tidak apa apa kan ? “ tanya Yun Ho cemas dan berlari panik ke arah sang pujaan hati

“ Tenang saja Yun Ho-yaa… Kami sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini.. Kekasih hatimu akan baik2 saja “ ledek Boram

Kata2 Boram membuat wajah Yun Ho merah seketika, dia tidak berani menatap yeoja di depannya, yeoja yg dia cintai selama ini. Sedangkan Qri hanya melotot kesal pada Boram dan disambut tawa cekikikan dari sahabatnya itu. Jika tidak ada Yun Ho disana, mungkin Boram sudah menjadi bulan-bulanan Qri

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yg menyaksikan mereka dg wajah sedih. Yang kemudian pergi tanpa sepengetahuan mereka.

FLASHBACK END

“apa aku harus menerima tawaran itu??” gumam gadis malang yg mulai meringkuk di bangku taman karena dingin angin malam yg mulai menusuk tulangnya

Tak lama diapun bangkit, meraih jaket tebalnya dan perlahan berjalan ke arah motor yg terparkir di depannya. Surat merah itu masih tergenggam erat di tangannya.
Perlahan tapi pasti dia mulai melajukan motornya, masih dengan air mata yg terus mengalir, air mata yg menghalangi jarak pandangnya. Dia tidak peduli lagi dengan apa yg akan terjadi padanya, yg dia tahu… Dia harus pergi ke rumah itu, gila memang jika melihat ini sudah tengah malam dan bukan waktu yg tepat untuk bertamu.

20 menit berlalu, membawanya ke depan rumah besar nan mewah yg kini terpampang di depannya. Samar-samar dia melihat seorang satpam menghampirinya dengan membawa sebuah pentungan kayu.
Yaaah jika dia dipukulipun itu wajar, siapa yg tidak curiga jika ada orang tak dikenal yg bertamu tengah malam??

“agashi…., ada perlu apa kau datang tengah malam begini?” Tanya satpam itu dengan tatapan curiga

Gadis itu tidak menjawab, dia hanya menunduk dan terdiam.. Mengingat lagi apa yg membuatnya tengah malam seperti ini datang ke rumah mewah itu…

FLASHBACK

Soyeon Pov

“Yun Ho oppa begitu menghawatirkan Qri eonnie… Apa dia masih begitu mencintai eonnie ?? Huuuuft…, aku rasa sampai kapanpun aku tidak akan bisa menggantikan Qri eonnie di hati Yun Ho oppa. Tak apalah.., yg penting aku masih bisa terus bersamanya, melihat senyumnya meski dg pertengkaran2 konyol”

Aku meninggalkan mereka di dapur karena jujur aku cemburu melihat oppa yg begitu mengkhawatirkan Qri eonnie. Tak jauh dari tempatku berdiri, aku melihat seorang yeoja cantik dan anggun tengah bicara dengan receptionist kami. Samar-samar aku mendengar mereka membicarakan tentang makanan yg dia pesan, membuatku sedikit takut bila ternyata hidangan yg kami sajikan kurang memuaskan pelanggan.

“anneyonghaseo….” sapaku pada yeoja itu

“aaah…., Soyeon-ssi!! Kebetulan kau datang.. Nona.., Soyeon ini adalah salah satu koki handal kami, kau bisa tanyakan langsung padanya” ujar Tiffany ketika aku menghampiri mereka.

Ku lihat yeoja itu menoleh ke arahku, memperhatikanku dari ujung kaki hingga ujung kepala. Akupun demikian, sungguh yeoja di depanku ini adalah wanita cantik sempurna tanpa cela pada fisiknya.

“apa ada masalah dengan hidangan kami?? Mianhamnida…, kami akan menggantinya dengan hidangan yg baru. Mohon anda mau memaafkan seandainya ada kelalaian kami yg membuat anda kurang nyaman” aku meminta maaf berkali2 sambil membungkukkan badanku, aku benar2 cemas jika hasil masakanku sampai mengcewakan konsumen

“hahahaa……, tidak perlu minta maaf, justru aku berterimakasih padamu. Aku baru saja kembali dari perancis, sudah lama sekali aku tidak menikmati hidangan khas korea. Baru kali ini aku bisa merasakannya lagi, siapa sangka akan mendapat hidangan yg sangat istimewa seperti ini” puji yeoja itu sembari tersenyum geli melihat ekspresi bodohku

“ma…maksud nona… tidak ada masalah dengan hidangan kami?”

“tentu saja tidak, apa ini kau yg memasaknya??” tanyanya dengan senyum yg sangat menawan

“aah…, ne…”

“benar-benar koki yg handal” pujinya lagi

“oooh….., gomawo.. aku tidak menyangka akan mendapat pujian seperti ini”

“ne…., cheonmaneyo.. oyaa…, boleh aku tau siapa namamu?” Tanya yeoja itu lembut

“Soyeon.., Park Soyeon imnida”

“aaah namamu Soyeon… Nama yg cantik secantik orangnya, jangan sungkan padaku, panggil saja aku eonnie karena aku rasa usiaku lebih tua darimu” lagi-lagi yeoja ini membuatku tersipu malu karena pujian yg dia lontarkan

“ kenalkan, aku Song Hye Kyo, pemilik L’Astrance salah satu restoran ternama di perancis” lanjutnya lagi yg membuatku cukup tersentak.

L’Astrance?? Restoran pemenang Traveller Choice di tahun 2012?? Ya Tuhan…, apa aku bermimpi bisa bertemu dengan pemilik restoran ternama yg sudah lama aku impikan??

“bisa kita bicara sebentar??” tanyanya yg membuyarkan lamunanku, tanpa meminta persetujuan dariku, diapun menarikku untuk menjauh dari Tiffany

“sebenarnya sudah lama aku ingin membuka restoran yg menyajikan masakan khas korea disana. Sayangnya aku belum menemukan orang yg benar-benar handal dan bisa aku percaya untuk bekerjasama. Namun bertemu denganmu disini seperti jawaban dari doaku selama ini. Aku akan sangat senang jika kau mau bekerjasama denganku” jelas yeoja bernama Song Hye Kyo itu yg cukup membuatku terkejut

“aaah…, maksud eonnie? Eonnie ingin mengajakku mengelola restoran di Perancis?” tanyaku seolah tak percaya

“ne…, itu jika kau mau.. ini kartu namaku, hubungi aku jika kau berminat ne…” ucap Hye Kyo eonnie sembari menyerahkan kartu namanya dan kemudian pergi meninggalkanku untuk meneruskan makannya

Oooh my God…., Perancis? Waaw…, sudah lama aku memimpikan Negara itu.. bahkan sebagian dari gajiku aku sisihkan sedikit demi sedikit agar suatu saat aku bisa terbang ke negeri fashion itu… Dan sekarang tawaran ke Perancis aku dapat secara cuma2?

Ya Tuhan…, apa ini jawaban dari doaku? Seharusnya aku merasa senang, tapi kenapa aku malah sedih? Di satu sisi aku sangat senang dengan tawaran ini, tp disisi lain ada hal yg memberatkan aku untuk meninggalkan Korea. Berat rasanya meninggalkan pekerjaanku sehari2 disini, meninggalkan sahabat2ku, terlebih lagi aku merasa sangat berat jika harus berpisah dengan Yun Ho oppa, namja menyebalkan yg aku cintai. Yaaah…, meski aku tau walau sampai kapanpun aku disini itu tidak akan merubah hati oppa untuk berbalik mencintaiku.

Soyeon Pov end

Author Pov

Soyeon masih terpaku dengan pikirannya, hingga kemudian suara namja yg sangat dikenalnya memanggil…

“hey pabo…!!” namja itu memukul Soyeon dari belakang

“yaaaak….., appo!! Dasar beruang kutub! Apa kau tidak pernah diajari sopan santun hah?!” bentak Soyeon pada namja yg tidak lain adalah Jung Yun Ho, musuh bebuyutan sekaligus namja yg dia cintai selama ini

“seharusnya aku yg bertanya seperti itu!! Koki macam apa yg tidak punya etika meninggalkan pekerjaannya begitu saja?” balas Yun Ho tak kalah berteriak

“pekerjaan apa? Pekerjaanku sudah selesai” jawab Soyeon cuek

“mwo?? Selesai? Hey…, apa kau tidak lihat aku membawa banyak pesanan untuk segera diantar?”

“bukankah ada Qri eonnie dan juga Boram eonnie?” lagi2 Soyeon menjawab santai

“Qri sedang mengurusi belanjaan resto yg baru datang, Boram sedang menyiapkan tambahan order dari konsumen, lalu siapa yg mengurusi pesanan delivery yg aku bawa?” tanya Yun Ho kesal

“kalau begitu biar aku yg menggantikan pekerjaan Qri eonnie.. Pesanan dari pelangganmu serahkan saja padanya!” jawab Soyeon sambil melenggang pergi

“yaaak…., Soyeon’ah!! Kau kenapa? Apa kali ini kau benar2 marah? Tidak biasanya kau menghindariku seperti ini?” tanya Yun Ho sedikit khawatir jika sahabat sekaligus musuh bebuyutannya itu marah

“anni…., aku hanya bosan jika setiap hari harus berurusan denganmu.. bukankah ada Boram dan Qri eonnie juga? Kenapa setiap hari kau datang padaku?”

“……………………”

“……………………………”

Hening…., mereka hanya saling diam.. Yun Ho menatap tajam ke arah Soyeon, tapi Soyeon justru membuang muka..

“oooh…., jadi begitu.. Fine, aku tidak akan pernah mengganggumu lagi!” jawab Yun Ho kesal dan berlalu dengan wajah kecewa

“mianhae oppa.., aku hanya ingin meredam perasaanku padamu.. Aku hanya tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan cemburu melihatmu yg begitu mencintai Qri eonnie” gumam Soyeon yg sedari tadi sekuat tenaga menahan bendungan air matanya yg nyaris bobol dihadapan Yun Ho

>>SKIP>>

Hari2 telah berlalu, bahkan sekarang sudah hampir 3bulan berlalu.. Namun ketegangan antara Soyeon dan Yun Ho masih belum juga reda. Yun Ho tidak pernah lagi menyerahkan pesanan delivery pada Soyeon. Hal itu membuat rekan2 sekerja mereka ikut bingung dengan sikap mereka

“hey Soyeon pabo! Apa yg sebenarnya terjadi antara kau dan Yun Ho? Tidak biasanya kalian seperti ini?” tanya Boram pada Soyeon saat mereka menikmati makan siang

“aah…, hanya ribut kecil, tak usah khawatir”

“ribut kecil apa? Sebelumnya kalian tidak pernah saling diam seperti ini? Ayolah Soyeon’ah.., aku rindu dengan pertengkaran kalian, cepatlah berbaikan…” rajuk Boram

“haiiizt…., kau menyuruhku baikan atau menyuruhku bertengkar eoh?”

“hehehee…, aku rasa jika kalian bertengkar itu jauh lebih baik dari pada saling diam” jawab Boram sekenanya

“sebenarnya ada masalah apa?? Kenapa kau tidak mau cerita pada kami?” tanya Qri yg ikut mencemaskan perang dingin antara Soyeon dan Yun Ho

“anni…., sudah ku bilang hanya masalah kecil.. Kau sendiri bagaimana?? Aku lihat akhir2 ini kau terlihat sedih… Apa Leeteuk oppa menyakitimu lagi??” tanya Soyeon yg membuat Qri tersedak

“aaah…, itu….”

“aku dengar kalian menyebut namaku.. Apa yg kalian bicarakan tentang aku?” belum sempat Qri menjawab pertanyaan Soyeon, tiba2 suara namja yg tak asing bagi mereka menyela.

“aaah….., Leeteuk oppa..” pekik Qri kaget

“ne…,apa yg kalian bicarakan tentang aku??” tanya Leeteuk lagi

“seharusnya aku yg bertanya, apa lagi yg kau lakukan pada sahabatku eoh?? Apa kau menyakiti hatinya lagi?? Jika benar itu terjadi, maka aku akan benar2 membuat kalian berpisah!!” gertak Boram emosi

“m..mwo?? apa maksudmu Boram’ah??” tanya Leeteuk yg kaget dengan ucapan Boram

aku rasa masih banyak namja di luar sana yg lebih pantas untuk Qri, yg lebih bisa membahagiakan dia. Seperti Yun Ho misalnya…”

DUUAAAARR!!!

Celoteh Boram bagai Guntur di siang bolong bagi Qri dan Leeteuk, terlebih lagi bagi Soyeon. Boram tidak tau bahwa tanpa sadar dia telah menyakiti salah satu sahabatnya… Sahabatnya yg diam-diam memendam perasaan pada Yun Ho.

Flashback End

“heeeyy….., agashi!! Kenapa kau malah diam? Ada perlu apa kau datang kemari tengah malam seperti ini??!!” gertak sang satpam yg mulai tidak sabar dengan sikap gadis di depan pintu gerbang yg masih tertunduk diam
Bibir gadis itu bergetar hebat menahan tangis, air mata mengalir semakin deras seakan tiada habisnya. Sakit…, terasa amat sakit meski hanya sekedar mengingat. Perlahan gadis itu mendongakkan kepalanya, menatap nanar satpam yg ada di depannya.

“tolong…., katakan pada Hye Kyo eonnie jika aku… Park Soyeon ingin bertemu dengannya” pinta si gadis masih dengan isak tangisnya

“agashi!! Apa kau gila eooh?? Kau tidak lihat sekarang jam berapa?? Mana ada tamu yg bertamu tengah malam seperti ini!!” gertak sang satpam yg geram dengan permintaan Soyeon

“aku mohon…, aku benar-benar ingin bertemu dengan Hye Kyo eonnie.. Bukankah besok pagi-pagi sekali eonnie sudah harus kembali ke Perancis?? Aku mohon…. Jebal….” ujar Soyeon lirih. Perlahan pandangannya mulai kabur, sebelum akhirnya semuanya menjadi gelap.

Soyeon merasa tubuhnya menghantam kerikil jalanan, dan samar-samar dia mendengar sang satpam berteriak-teriak histeris. Setelah itu dia tidak merasa, mendengar, dan melihat apapun lagi. Hanya gelap dan kosong…

>>SKIIP>>

Sinar matahari pagi perlahan masuk melalui tirai kamar yg masih tertutup. Silau dan hangatnya membuat seorang gadis yg masih terlelap di balik selimut putih menggeliat bangun. Perlahan si gadis membuka matanya, pandangannya masih samar dan kabur, namun dia bisa melihat ada seseorang yg duduk disamping ranjangnya.

“hay…., apa kau merasa sudah baikan sekarang??” tanya seorang yeoja pada si gadis yg masih enggan untuk keluar dari selimut hangatnya

“ini minumlah susu hangat ini agar kau merasa lebih baik” lanjut yeoja itu sembari menyodorkan segelas susu putih hangat pada si gadis

“…………………………….”

Hening…….,tak ada jawaban yg keluar dari bibir gadis itu. Dia masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.

“ aaahh……,eonnie!!” pekik si gadis yg langsung terlonjak bangun dari tidurnya

“apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?” tanya yeoja itu sembari tersenyum manis pada gadis di hadapannya dan kembali meletakkan segelas susu putih itu di meja

“eemmb…..ne.. ini….” Gadis itu menggantungkan kata-katanya, dia mengedarkan pandangannya ke sekitar

“jangan takut… kau ada di rumahku.. Semalam pembantuku membangunkan aku tengah malam, dia mengatakan jika satpam melapor ada gadis bernama Park Soyeon yg ingin bertemu aku dan kemudian pingsan di depan pintu gerbang. Hhhh…., gadis bodoh.. Apa yg kau lakukan di tengah malam seperti itu eooh??” tanya yeoja itu sembari memukul pelan kepala gadis di depannya

“mi….mianhae eonnie.. Bukankah Hye Kyo eonnie bilang akan kembali ke Perancis pagi ini? Aku takut tidak sempat bertemu eonnie sebelum eonnie pergi” ujar Soyeon tertunduk

“hahahaaa…..,aku membatalkan kepergianku pagi ini karena harus mengurusi gadis bodoh ini” jawab Hye Kyo yg tersenyum manis pada Soyeon

“m..mwo?? eonnie membatalkan keberangkatan ke perancis karena aku?? Aahh…,mi..mianhae eonnie… aku aku……” Soyeon tergagap, dia bingung, takut, dan amat merasa bersalah pada Song Hye Kyo yg batal ke Perancis karena dia

“gwencana…. Jangan merasa bersalah seperti itu.. Oh ya bukankah kau bilang ingin bertemu aku?? Adakah yg ingin kau bicarakan??”

“aahh…., itu… Eonnie… apa tawaran kerjasama saat itu masih berlaku??” tanya Soyeon penuh harap

Song Hye Kyo tidak menjawab,dia hanya tersenyum dan kemudian menggenggam erat tangan Soyeon.

“lalu apa jawabanmu?? Apa kau mau menjadi partner bisnisku di Perancis dan memulai hidup baru disana?”

“aaah……, ne.. Tapi…, bolehkah aku membawa serta adikku?? Aku tidak bisa jika harus meninggalkan dia sendiri di Korea, kami…kami berdua sudah yatim piatu. Adikku adalah satu-satunya harta paling berharga dalam hidupku. Aku bahkan menyayanginya melebihi aku menyayangi diriku sendiri.. Mianhae.., mianhae jika permintaanku ini terlalu berlebihan… tapi…..” tiba-tiba Hye Kyo meletakkan jari telunjuknya di bibir mungil soyeon, meminta gadis itu untuk berhenti bicara.

“gwencana…, akumengerti.. aku sangat mengerti karena akupun yatim piatu. Orang-orang melihatku sebagai orang sukses yg sangat bahagia, namun nyatanya tidak. Aku kesepian…, sangat kesepian… Aku selalu merutuki nasib sialku ini, tapi sekarang…. Aku benar-benar bahagia.. Sangat bahagia jika kau benar-benar mau ikut denganku, aku tidak keberatan kau membawa adikmu” Hye Kyo menjawab tulus permintaan Soyeon. Kini untuk pertama kalinya Soyeon melihat Hye Kyo menangis, tangis bahagia dari seorang gadis sukses kaya raya yg kesepian.

“eonnie……” Soyeon mengusap lembut air mata yg mengalir di pipi mulus Hye Kyo

“apa adikmu masih sekolah?”

“euumb.., dia masih duduk di bangku SMA”

“siapa namanya??”

“namanya Jiyeon… Park Jiyeon”

“pasti adikmu adalah gadis yg cantik… secantik namanya, secantik kakaknya” ujar Hye Kyo yg kembali membuat Soyeon tersipu

“bujuklah Jiyeon agar mau ikut, katakan padanya jika aku akan membiayai sekolahnya di Perancis dan akan membiayai kuliahnya juga, terserah dia akan mengambil jurusan apa yg dia mau” ujar Hye Kyo lagi sembari tersenyum manis

“eonnie…., apa itu tidak terlalu berlebihan?? Aku akan bekerja keras untuk membiayai hidup kami.. Kami tidak mau menjadi beban eonnie” Soyeon menolak niat baik Hye Kyo secara halus

“tapi aku akan sangat bahagia jika kita bisa menjadi keluarga” jawab hye kyo tulus. Soyeonpun menangis sejadinya di pangkuan Hye Kyo, terharu dan bahagia tentunya.

>>SKIIP>>

Diatas meja kayu, tangan seorang gadis nampak menari indah sembari memegang bolpoint diatas selembar kertas putih. Menorehkan ribuan kata di dalamnya yg merupakan ungkapan hatinya. Sejenak gadis itu menghentikan aktivitasnya, dia kembali mengingat peristiwa kemarin siang yg membuat dia yakin untuk mengambil keputusan itu.

FLASHBACK

“aku rasa masih banyak namja di luar sana yg lebih pantas untuk Qri, yg lebih bisa membahagiakan dia. Seperti Yun Ho misalnya…” ceolteh Boram

“yaaakk Boram’ah!! Apa maksudmu bicara seperti itu?? Siapa yg menyakiti Qri?? Jika kau mau menyalahkan, salahkan saja PresDir di kantor tempatku bekerja! Kau pikir aku mau dipindah tugaskan di London?!” teriak Leeteuk kesal karena Boram yg selalu memandang buruk akan dirinya

“m…mwo?? Di pindah tugaskan di London??” Boram nampak kaget dengan perkataan Leeteuk. Sekilas Boram melirik Qri, dilihatnya sang sahabat sedang mengusap wajahnya karena kekonyolan Boram yg asal bicara.

“Boram’ah…,bukankah sudah ku bilang jika Leeteuk sudah berubah?? Dia tidak lagi bertingkah aneh-aneh yg membuatku sakit hati. Aku belakangan ini sedih karena harus berpisah dengannya untuk sementara waktu” sahut Qri yg langsung menundukkan wajahnya, menyembunyikan kesedihannya.

Melihat yeoja chingunya bersedih, Leeteuk langsung memeluknya tanpa peduli ada Boram dan Soyeon disana.

“jangan khawatir dan jangan sedih…. Aku tidak akan lama, dan bisa dipastikan aku akan kembali untukmu. Karena hanya kau yg mampu membuatku luluh seperti ini.. Saranghae Qri’ah… Saranghae…” ucap Leeteuk sembari mengecup mesra kening Qri, membuat gadis dalam dekapannya meneteskan air matanya. Air mata kebahagiaan dan air mata kesedihan yg membuat dadanya terasa sesak.

“bagaimana bisa?? Bagaimana bisa kau dipindah tugaskan di London oppa??” tanya Soyeon yg membuat Leeteuk melepaskan pelukannya pada Qri

“manager keuangan kantor cabang kami yg di London terlibat korupsi, untuk sementara waktu aku menggantikan posisinya disana sampai kami menemukan kandidat baru yg layak untukmengisi posisi itu” terang Leeteukyg langsung mendapat anggukan kepala dari Boram dan Soyeon

“Boram’ah…, tadi kau bilang banyak pria diluar sana yg lebih pantas untuk Qri?? Dan kalau tidak salah kau menyebut nama Yun Ho bukan??” tanya Leeteuk dengan tatapan menyelidik

“aaahh…., anni… tadi aku hanya asal bicara ahahaa….” Boram hanya cengengesan karena malu, dia tidak berani menatapLeeteuk maupun Qri
Leeteuk, Qri, dan Soyeon tersenyum geli melihat tingkah Boram yg sedari tadi cengengesan sembari menggaruk-garuk kepalanya yg mereka yakini sebenarnya tidak gatal. Namun celotehan Leeteuk selanjutnya membuat mereka kaget..

“boram’ah…, kau bicara seperti itu ingin dihajar oleh Tiffany eoh?? Aku tau Yun Ho dulu menyukai kekasihku Qri, tapi kini dia telah mendapatkan pujaan hatinya” ucap Leeteuk santai, sesekali dia memakan makanan Qri yg belum habis di piringnya.

“mwo?? Maksudmu apa oppa?? Dan…, apa hubungannya dengan Tiffany??” tanya Soyeon gugup, jantungnya berdetak kencang menanti jawaban Leeteuk selanjutnya

“apa kalian belum tau?? Yun Ho dan Tiffany…, mereka berdua sudah 2bulan ini menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih!!”

“MWOOO??!!!” pekik Soyeon, Boram, dan Qri bersamaan. Mereka masih tidak percaya dengan apa yg mereka dengar

“oppa kau tau berita ini dari mana??” tanya Qri yg juga penasaran akan kebenaran hal itu

“Tiffany sendiri yg mengatakannya padaku, kau tau kan sepupuku itu selalu terbuka akan segala hal padaku. Aku pikir Yun Ho juga menceritakannya pada kalian, mengingat kalian berempat adalah sahabat baik. Bagaimana bisa kalian tidak tau tentang ini??” tanya Leeteuk dengan wajah heran

“pantas saja…. Akhir-akhir ini aku memang merasa aneh dengan hubungan mereka. Mereka sering terlihat pergi bersama, pulang bersama, dan Yun Ho oppa juga terlihat sangat perhatian terhadap Tiffany. Tidak ku sangka ternyata mereka telah menjadi sepasang kekasih” gumam Boram lirih, namun jelas terdengar oleh Soyeon, Qri, dan juga Leeteuk.

Tiba-tiba Soyeon bangun dari duduknya, meninggalkan makannya yg belum selesai, dan berlari pergi tanpa mengindahkan teriakan Boram dan Qri yg bingung dengan sikapnya.

Soyeon melihat sekeliling, mencari seseorang di setiap sudut restoran. Namun sejauh dia berlari, dia tidak juga menemukan sosok yg dicarinya. Hingga kemudian di parkiran motor, dia melihat orang yg dicarinya sedari tadi sedang duduk diatas motornya, menunggu seseorang entah siapa…

“oppa!! Yun Ho oppa!!” teriak Soyeon sembari berlari menghampiri Yun Ho

“aah…., Soyeon’ah…” Yun Ho terlihat kaget dengan kedatangan Soyeon
Sesaat mereka saling diam… Ada kecanggungan diantara keduanya setelah hampir 2bulan ini mereka menjaga jarak satu sama lain.

“oppa…., bolehkah aku menanyakan sesuatu??” tanya Soyeon memecah keheningan diantara mereka

“ah…ne… tentu..”jawab Yun Ho singkat, namun raut kegembraan terpancar di wajahnya, dia bahagia karena Soyeon mau bicara dengannya lagi

“oppa…, apakah benar jika kau…..”

“oppa!!!” tiba-tiba suara seorang gadis menyahut dari belakang, membuat Soyeon menghentikan pertanyaannya

“aaah….,fanny-yaa…. Kau sudah selesai berbenah??” tanya Yun Ho pada gadis cantikyg kini telah berdiri disamping Soyeon

“ne oppa…, Taeyeon sudah datang untuk melanjutkan pekerjaanku, jadi kita bisa pergi sekarang” jawab Tiffany riang sembari merangkul lengan Yun Ho

“aah…,Soyeon-ssi… Kau ada disini rupanya.. Tadi Boram eonnie mondar mandir mencarimu, ternyata kau disini” ucap Tiffany dengan menyunggingkan senyum manisnya pada Soyeon

“aaah…, ne.. tadi ada hal yg ingin aku tanyakan pada Yun Ho oppa.. Tapi aku rasa aku tidak perlu bertanya lagi sekarang” jawab Soyeon dengan memaksakan bibirnya untuk tersenyum

“mwo?? Wae?? Apa yg tadi ingin kau tanyakan padaku?” tanya Yun Ho sedikit cemas

“anni…., oppa… Fanny-ssi… Chukkae ne… Chukkae atas hubungan kalian.. Semoga kalian selalu bahagia” ucap Soyeon, lagi-lagi dengan memaksakan senyumnya.

“ba…bagaimana kau tau kalau….” Yun Ho menghentikan tanyanya, namun matanya memaksa sahabatnya itu untuk menjawabnya.

“Leeteuk oppa yg memberitahu kami… Kenapa kalian tidak mau bercerita eoh??” soyeon balik bertanya pada Tiffany dan Yun Ho
Sejenak mereka saling pandang, hingga kemudian Tiffany mengatakan hal yg sangat mengejutkan bagi Soyeon.

“mianhae eonnie…, kami sebenarnya ingin membuat kejutan untuk eonnie dan yg lainnya. Kami berencana akan memberitahukan eonnie dan yg lain tentang hubungan kami saat sudah mendekati hari H” ujar Tiffany yg membuat Soyeon tersentak kaget

“hari H?? maksudnya??”

“Soyeon’ah…., minggu depan kami akan menikah.. Sebenarnya kami akan membagikan undangan di hari besok, namun melihatmu disini……….” Yun Ho menggantungkan kata-katanya

“Soyeon’ah…., kau adalah orang pertama yg tau akan ini.. Aku ingin kau menjadi orang pertama pula yg mendapat undangan ini dariku.. Soyeon’ah… kau adalah salah satu sahabat terbaikku, sahabat yg selalu membuatku kesal sekaligus tertawa bahagia. Aku sangat berharap kau juga akan menjadi yg pertama hadir di hari bahagia kami nantinya” ucap Yun Ho lirih sembari menyodorkan surat undangan berwarna merah yg di dalamnya terukir namanya dan juga nama Tifanny dengan huruf-huruf indah berwarna emas

Dengan tangan bergetar dan mata yg tidak mampu lagi menahan tangis, Soyeon meraih surat undangan itu dan bergumam lirih..

“ne oppa…., gomawo kau telah membuat aku menjadi yg pertama menerima kabar baik ini… aku pasti akan menjadi yg pertama datang…… di hari bahagia kalian..” jawab Soyeon lirih yg langsung disambut oleh senyum manis Yun Ho. Namja itu tidak tau betapa dia telah sangat menyakiti hati sahabatnya itu.

“gomawo eonnie…, kau memang sahabat Yun Ho oppa yg terbaik” sahut Tifanny riang

“eeemb aku rasa aku harus segera kembali, pekerjaanku masih menumpuk. Jika aku berlama-lama dengan kalian, aku rasa aku akan dimangsa Boram eonnie hidup-hidup” celoteh Soyeon yg membuat Yun Ho dan Tiffany terkekeh geli. Dan sejujurnya itu hanya alasan Soyeon karena dia tidak mampu lagi menahan tangisnya

“hahahaa….., arasho… Kami juga harus segera pergi untuk memilih gaun pengantin kami” jawab Tiffany yg membuat perasaan Soyeon semakin hancur. Tanpa menjawab, Soyeon hanya tersenyum dan berlari menjauh dari Yun Ho dan Tiffany.

Soyeon meninggalkan pekerjaannya dengan alasan sakit, dan melajukan motornya dengan kencang ke taman kota. Ke tempat dimana dia sering menghabiskan waktu bersama Yun Ho, Boram, dan Qri jika mereka sedang ada waktu senggang. Menghabiskan waktu untuk tertawa dan melepaskan penat bersama-sama setelah sibuk bekerja setiap harinya.

Disana dia meringkuk di bangku taman tempat dimana mereka biasa duduk bersama untuk menghabiskan 1cone es krim dan berebut makanan ringan. Namun kini…,hanya ada dia sendiri di bangku taman itu. Menangis sejadi-jadinya merutuki nasib sialnya, merutuki kebodohannya. Hingga tanpa sadar siang telah berganti malam… Sinar matahari telah digantikan oleh sinar bulan..

FLASHBACK END

Gadis itu mengusap wajahnya untuk kesekian kalinya, diapun menyelesaikan tulisannya. Entah apa yg dituliskan Soyeon dikertas putih itu, dan entah untuk siapa pula surat itu dia tujukan.

Tek!!

Soyeon menyelesaikan suratnya, diapun membaca kembali apa yg dia tulis. Sesaat dia tersenyum, sebelum akhirnya dia memanggil seseorang untuk diamintai pertolongan.

“Jiyeon’ah” panggil Soyeon pada adik satu-satunya

“ne eonnie…..”jawab Jiyeon yg menghambur masuk dengan membawa 2 gelas coklat hangat

“eonnie….,kelihatannya kau sangat lelah.. ini minumlah…” Jiyeon menyodorkan segelas coklat hangat pada Soyeon

“gomawo” jawab Soyeon meraih gelas yg disodorkan Jiyeon

“eonnie…, kau bilang semalam kau menginap di rumah Hye Kyo eonnie, pengusaha kaya raya yg hidup sebatang kara. Kau juga bilang jika kau akan melakukan kerjasama dengannya dan membawaku serta untuk tinggal dan bersekolah di perancis. Apa itu benar?? Aku tidak sedang bermimpi bukan??” tanya Jiyeon dengan mata berbinar

“ne…. tentu saja.. Kau tidak keberatan bukan??”
Dengan cepat Jiyeon menggelengkan kepalanya..

“anni…,kenapa harus keberatan?? Justru aku sangat senang… yg aku khawatirkan adalah eonnie.. Apa tidak apa-apa eonnie berpisah dengan Yun Ho oppa?? Bukankah eonnie menyukainya?” tanya Jiyeon yg mulai merasa ada hal yg disembunykan kakaknya

Soyeon hanya tersenyum sembari menyodorkan surat yg baru selesai dia tulis pada Jiyeon..

“bacalah…, maka kau akan tau.. Jika kau telah selesai membaca, tolong simpan surat itu dan serahkan pada Yun Ho oppa di hari dimana kita akan berangkat ke Perancis. Hye Kyo eonnie akan menunggu kita di bandara”

Jiyeon meraih surat itu, membaca kata demi kata. Tanpa sadar air matanya menetes, diapun menghambur dan memeluk Soyeon yg telah lebih dulu merebahkan tubuhnya di ranjang.

>>SKIIP>>

Satu minggu telah berlalu,suasana disebuah gedung di kota Seoul nampak ramai orang yg bertugas mempersiapkan sebuah pesta besar yg sakral. Seorang gadis muda nan cantik melenggang di tengah kerumunan, menghampiri seorang namja berjas putih yg sedang bercakap-cakap dengan seseorang.

“anneyong oppa….” Tegur si gadis pada namja itu

“ooooh….., Jiyeon’ah… Kau sudah datang rupanya.. Tapi acara belum dimulai,apa kau mau mnemaniku sampai pengantinku datang??” ledek si namja

“anniyoo Yun Ho oppa…Aku bisa diterkam calon istrimu!” jawab Jiyeon dengan mengerucutkan bibinya

“hahahaaa……, kau pikir calon istriku itu singa kelaparan eooh?? Hahahaa…., kau ini benar-benar lucu Jiyeon’ah.. Oiya mana kakakmu Soyeon?? Kenapa aku tidak melihatnya??” tanya Yun Ho sembari mengacak rambut Jiyeon

“haiiizt oppa!! Aku mau ke bandara, kau jangan merusak dandananku!!” rajuk Jiyeon sembari membenarkan rambutnya yg berantakan karena Yun Ho

“mwo?? Bandara??” pekik Yun Ho kaget karena celoteh Jiyeon

“aahhh….,anni oppa… hanya mengantar teman” jawab Jiyeon gugup

“oiya tadi kau menanyakan Soyeon eonnie?? Tenang saja dia akan menepati janjinya untukmenjadi yg pertama hadir di pesta pernikahanmu oppa… Ini.., aku datang untuk memberimu selamat sekaligus menyampaikan ini” Jiyeon menyerahkan surat Soyeon yg telah terbungkus rapih dengan amplop berwarna biru pada Yun Ho

“mwo?? Apa ini??”

“surat dari kakakku”

“haaah?? Soyeon menitipkan surat?? Apamaksud dari semua ini” tanya Yun Ho yg mulai panik karena merasa ada hal yg aneh pada Soyeon

“baca saja maka kau akan tau.. Oh yaa…,oppa..mianhae.. Mianhae aku tidak bisa ikut merayakan pesta pernikahanmu, mereka sudah menungguku dibandara. Sekali lagi chukkae oppa..” ujar Jiyeon sembari tersenyum manis pada Yun Ho.

Saat berbalik, Jiyeon menoleh ke arah pintu yg terhalang bunga-bunga. Tanpa sepengetahuan Yun Ho, Jiyeon tersenyum dan menghampiri gadis yg berdiri disana.

“eonnie…,kajja…” Jiyeon menggenggam tangan sang gadis dan menariknya untuk menjauh dari tempat itu

Sesaat gadis itu kembali menatap Yun Ho dari kejauhan, menatap Yun Ho yg sedang membaca surat pemberian Jiyeon.

“Mianhae oppa…,aku tidak bisa menemuimu untuk yg terakhir kali.. namun setidaknya aku telah menepati janjiku untuk menjadi sahabat yg pertama hadir di hari bahagiamu.. Gomawo untuk semua kebahagiaan yg kau beri selama ini oppa… Selamanya kau akan menjadi yg terindah dalam hatiku.. Saranghae oppa…. Neomu neomu saranghae…” gumam sang gadis sebelum dia membalikkan tubuhnya dan pergi jauh meninggalkan Yun Ho

>>SKIIP>>

Hari pernikahan adalah hari yg paling dinanti semua insan. Hari dimana sebuah ikrar janji suci terucap dari bibir sepasang kekasih yg saling mencintai, hari dimana mereka saling menyematkan cincin sebagai simbol cinta yg telah mereka rajut sebelumnya, hari dimana seharusnya tawa bahagia mengiringi mereka untuk melangkah ke kehidupan baru bersama orang yg dicintai.

Hal itu juga yg dirasakan oleh Yun Ho dan Tiffany. Sang pengantin wanita nampak menawan, anggun dan elegan dengan balutan gaun pengantin berwarna putih. Meski dandanannya belum selesai sempurna, namun hal itu tidak mengurangi kecantikan sang pengantin.

Begitu juga dengan Yun Ho yg terlihat sangat tampan dengan setelan jas putih yg sederhana namun terlihat mewah dan berwibawa. Namun, di detik detik acara sakral itu akan dimulai, sang pengantin pria justru mengasingkan diri dari keramaian dan hiruk pikuk orang-orang yg hadir dalam pernikahannya. Dia tidak peduli meski banyak orang panik dan mencarinya karena dia yg tiba-tiba menghilang.

Yun Ho nampak menggenggam erat surat putih ditangannya, matanya merah karena air mata yg tidak mampu dia bendung, membuat make up yg telah ditorehkan di wajahnya berantakan oleh air matanya. Entah air mata bahagia atau kesedihan yg dia tumpahkan, Yun Ho sendiri juga tidak tau.
Bahagia karena akan segera menikah dengan gadis yg dia cintai itu sudah pasti, gadis yg mampu membuatnya berhenti mencintai Qri yg tidak mungkn membalas perasaannya, gadis yg mampu menghidupkan lagi cinta di hatinya.
Namun di sisi lain, kepedihan juga jelas dirasa olehnya..
Kepedihan karena harus kehilangan sahabat yg sangat dia sayangi, kepedihan karena dia baru menyadari jika selama ini dia telah sangat menyakiti sang sahabat, menghancurkan perasaannya, dan membiarkan selama ini sahabatnya menanggung sakit karenanya.
Apalagi yg bisa dia lakukan saat ini selain menangis??
Memperbaiki keadaan??
Itu jelas tidak mungkin….. karena waktu juga tidak mungkin berjalan mundur…

“Soyeon’ah….., paboya…. Kenapa tidak sedari dulu kau mengatakan padaku jika kau mencintaiku?? Kenapa harus sekarang aku mengetahui semuanya disaat aku akan menjalani hidup baru bersama gadis lain?? Kenapa kau membuatku merasa bersalah seperti ini?? Kenapa kau membuatku begitu terluka Soyeon’ah?? Wae?? Wae?? Waaeeee???!!!” tanpa sadar Yun Ho memekik histeris, dia tidak mampu lagi menahan kepedihan yg dia rasakan saat ini

“Yun ho-yaa…. Apa yg terjadi padamu?? Semua orang mencarimu tapi kenapa kau malah mengasingkan diri disini?? Dan kenapa kau berteriak memanggil nama Soyeon??” suara seorang yeoja yg tidak asing bagi Yun Ho tiba-tiba terdengar, membuat namja itu sedikit kaget.
Perlahan Yun Ho membalikkan tubuhnya.. Menatap nanar gadis mungil di hadapannya…

“Boram’ah….” gumam Yun Ho lirih

“yaaaak Jung Yun Ho!! Apa-apa’an ini?? Acaramu akan segera dimulai, tapi kenapa wajahmu terlihat berantakan seperti itu eooh?? Apa jadinya jika semua orang melihatmu dalam keadaan seperti ini?!” pekik Boram histeris karena syok dengan penampilan Yun Ho yg berantakan, sementara pernikahan pria itu akan segera dimulai

“Yun Ho-yaa…, apa yg terjadi?? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?? Sebelumnya kau terlihat sangat bahagia..” ujar Boram yg langsung menghampiri sahabatnya, merengkuhnya dengan sayang, membiarkan pria gagah dihadapannya menumpahkan tangis dipundaknya.

“Boram’ah…., aku mendapatkan permataku, namun aku kehilangan mutiaraku.. Aku mendapatkan gadisku, namun aku kehilangan sahabatku ” ucap Yun Ho disela-sela isak tangisnya, dia tidak peduli meski air matanya membanjiri pundak gadis mungil yg merengkuhnya.

“m..mak..maksudmu??” tanya Boram yg mulai merasa ada yg tidak beres pada sahabatnya itu

Yun Ho melepaskan pelukan Boram, dia tidak menjawab apapun, hanya surat lusuh yg dia sodorkan pada Boram sebagai jawaban. Perlahan Boram membaca setiap kata yg ditorehkan di kertas putih itu..

Dear Jung Yun Ho…. My Best Friend…

Chukkae untuk pernikahanmu.. Semoga kau bahagia bersamanya… bersama gadis yg kau cintai. Aku akan selalu mendoakan yg terbaik untuk kalian..

Mianhae…, mianhae karena aku tidak bisa mengucapkannya langsung padamu… Namun aku telah memenuhi janjiku untuk menjadi sahabat yg pertama hadir di acara pernikahanmu..
Hari ini saat Jiyeon mengantarkan surat ini padamu, sesungguhnya aku ikut serta bersamanya, aku melihatmu dari kejauhan, aku yakin kau pasti akan terlihat sangat tampan meski saat menulis ini aku belum melihatmu

Yun Ho-yaa…., apa kau tau mengapa aku menulis ini?? Itu karena aku tidak sanggup jika harus kembali berhadapan denganmu, sementara aku tau kau akan menjalani hari-harimu bersama yg lain, bersama gadis yg kau cintai..

“Ada sedikit penyesalan yg tersirat ketika aku menyadari bahwa aku hanyalah seorang pengecut yg tidak punya keberanian sedikitpun untuk mengungkapkan secuil perasaan yg mengganjal dalam hatiku, seorang pengecut yg tidak berani melangkah untuk meraih kebahagiaanku sendiri, seorang pengecut yg hanya mampu menangisi dia yg tidak mampu aku miliki tanpa perjuangan sedikitpun”

Apa kau tau siapa orang dalam kutipan itu?? Orang yg aku tangisi??
Orang itu adalah kau…. Apa kau tidak menyadari bahwa selama ini salah satu sahabatmu ada yg menyukaimu? Mencintaimu??
Bukan salahmu memang jika kau tidak menyadarinya, ini semua salahku… Salahku yg terlalu mengedepankan gengsi ketimbang perasaanku sendiri..

Apa kau ingat beberapa waktu lalu saat kita bertengkar?? Pertengkaran yg dimulai karena aku meninggalkan dapur disaat aku belum mengerjakan pesanan yg kau bawa?? Itu karena aku cemburu… aku cemburu melihatmu yg masih begitu mencintai Qri eonnie.. Yun Ho-yaa…, apa sedikitpun aku tidak ada di hatimu??

Satu hal yg aku sesali adalah…, karena aku membiarkan perang dingin terjadi diantara kita. Pemikiran bodohku untuk menjaga jarak denganmu dengan tujuan meredam perasaaanku, justru membuat hubungan kita semakin buruk. Hingga akhirnya aku mendengar berita dari Leeteuk oppa jika diam-diam kau dan Tiffany telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Apa kau tau oppa… rasanya sangat sakit.. seperti disengat ribuan lebah.. Kenapa harus Tiffany yg mampu merebut hatimu, meraih cintamu yg sebelumnya hanya untuk Qri eonnie??
Kenapa harus Tifany??
Kenapa bukan aku??
Wae?? Waaeee???

Oppa…, aku tau semua kesakitan yg aku rasakan itu bukanlah salahmu… Aku sendirilah yg membiarkan diriku terluka seperti ini… Terus memendam perasaan tanpa mampu untuk mengatakannya padamu..

Oppa…., hiduplah bahagia.. Aku akan sangat merasa bersalah jika setelah ini kau bersedih karena aku.. Raihlah kebahagiaanmu, berjuanglah untuk mempertahankan hal paling berharga dalam hidupmu, jangan kau ulangi kebodohanku ini ne….

Siang ini saat kau akan memulai hidupmu yg baru, akupun demikian.
Siang ini saat kau akan melangkah menyambut pengantinmu, akupun melangkah menyambut duniaku yg baru.
Siang ini saat kau mengucapkan janji suci pada pengantinmu, aku mungkin telah lepas landas meninggalkan Korea, meninggalkanmu dan sahabat-sahabatku yg lain.
Aku telah memutuskan untuk menerima ajakan Hye Kyo eonnie untuk bekerja sama mengelola restorannya di Perancis. Aku juga membawa serta Jiyeon untuk ikut pergi bersamaku…

Oppa…, aku tidak tau kapan kita akan bertemu lagi… atau mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya??
Aaaahh…., apapun itu… Kenangan bersamamu, bersama Boram dan Qri eonnie akan tetap menjadi “Kenangan Terindah” dalam hidupku…
Sampai kapanpun kau tetap menjadi yg terindah dari segala yg indah…. Saranghae Yun Ho oppa…

Yang Mencintaimu

Park Soyeon

Boram melipat surat yg telah selesai ia baca.. Sekarang dia sadar betul apa yg membuat pria gagah dihadapannya kini terlihat sangat rapuh.. Tanpa dia sadari air matanyapun ikut menetes, Boram juga ikut merasa bersalah karena selama ini secara tidak sadar tingkahnya juga sering membuat Soyeon terluka. Namun Boram buru-buru menyekanya karena tidak ingin pria di hadapannya semakin rapuh..

“Yun Ho-yaa…., jangan rapuh.. Ingat apa yg Soyeon katakan dalam surat ini! Jangan ulangi kebodohannya, jangan ragu untuk meraih kebahagiaanmu.. Jika takdirmu siang ini adalah menjemput pengantinmu… Maka bangunlah, rapikan penampilanmu, jangan biarkan takdir kejam kehidupan merebut semuanya, membuatmu tidak hanya kehilangan mutiaramu, namun juga permatamu!
Namun jika kau merasa takdirmu ada di tempat lain, maka berjuanglah untuk merebut apa yg telah hilang darimu! Hidup ini pilihan Yun ho-yaa… dan dalam setiap pilihan pasti akan ada yg dikorbankan. Jangan bermimpi untuk memiliki keduanya, karena itu semua tidak mungkin terjadi. Tentukan hidupmu sekarang Yun Ho-yaa.. Tentukan pilihan yg kau yakini bisa membuatmu bahagia..” nasehat Boram lirih namun tegas

Yun Ho mendongakkan kepalanya.. Dia tidak menyangka jika sahabatnya itu mampu mengatakan hal bijak seperti ini. Yun Ho mengusap wajahnya, merapikan penampilannya. Dia tersenyum manis pada Boram, senyum yg menyiratkan ribuan kata terima kasih.

Dengan mantap Yun Ho melangkah keluar, dia harus meyakini bahwa pilihannya itu adalah yg terbaik untuknya..

“Bila yg tertulis untukku adalah yg terbaik untukmu.. Kan kujadikan kau Kenangan yang Terindah dalam hidupku..
Namun.., tak kan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu yg telah terukir abadi sebagai Kenangan yang Terindah”THE END

7 thoughts on “FF Freelance “Can Only Be Silent” [ONESHOOT]

  1. Kkyaaaaa tante genit
    Akhirnya tnpa sengaja aku mnemukan karya tulismu

    Dn aku bkin ggl fokus tu kata ‘DUUAAARRR’ ku pikir tuh suara ledakan kompor ato gas
    Eeh, trnyata suara JlEB hati soyeon
    daebak
    Hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s