FanFict “Princess Jihyun” [Part 2]


1441470_701353659876579_125494616_n

Cast :

  • Lee Jihyun a.k.a Lee Qri T-Ara
  • Lee Dong Hae SJ

Other Cast :

  • Park Hyomin
  • Park Soyeon

Genre : Romance, Deja Vu

Plot : maju-mundur (?)

Length : Part

Tibalah kami di kelas. Donghae menuju meja nya lalu merogoh ke laci meja itu. Ia memberikan benda berhaga yang ia maksud tadi. Yah, sebuah nisan kuno.

“kotor begini? Aigoo ~ ini nisannya?”. Tanya ku sembari memperhatikan detail nisan itu.

Donghae duduk di atas mejanya. “ya, itu nisan kuno”. Jawabnya. “harta dari kuburan kuno. Riwayat hidup yang meninggal juga tertulis disana”. Lanjutnya.

“ah, sudah. Ini ku kembalikan”. Ujar ku dengan nada datar. Ini bukan saatnya, aku sedang menyelidiki apa mungkin orang ini punya kepribadian ganda.

Donghae menyambut nisan kuno itu. Cliiing… sebersit cahaya terang muncul saat tanganku yang masih memegang bagian ujung nisan dan tangan Donghae di ujung satunya. Donghae ambruk begitu saja.

Uhuuk uhhuuk. Donghae terbatuk. Aku bingung harus apa hanya melihat nya dengan heran. “Qri’ah, kau melihat cahaya barusan?”. Tanyanya.

“Donghae’ah, kau kenapa? Bertahanlah… aku akn mencari bantuan”. Aku hendak keluar dari kelas untuk mencari bantuan, sepertinya terjadi sesuatu yang tidak beres pada Donghae.

“ANDWAEE!!”. Teriaknya. Donghae menarikku ke pelukannya dengan cepat.

“Donghae’ah, lepaskan aku”. Aku memberontak. Pelukannya itu sangat kuat. Aku susah bergerak. Dalam sekejab Donghae mendorong ku. hingga ia kini berada diatas ku sedang aku setengah duduk di lantai kelas. Aku mulai menangis. Apa? Apa ini??

“neoreul gidareilge (aku menunggumu)”. Ujarnya lirih. Mata itu… sorot mata itu, lagi… tidak ini bukan Donghae! Lalu siapa? Siapa ini? Aku tak berdaya dan terhanyut oleh tatapan mata itu. Semua terasa seperti di taman buang yang luas, seketika itu juga Donghae menggenggam kedua pergelangan tanganku. Ia bahkan merobek bagian bahu baju yang aku kenakan saat ini. Donghae membenamkan kepala nya ke leher ku. “naneun, Dongju”. Ujarnya.

“ANIYAAAA!! GEUMANHAEE!!”. Teriakku. Dan entah kekuatan darimana hingga aku bisa mendorong Donghae. Bukk! Brakkk! Donghae terhempas menghantam beberapa meja di kelas. Segera aku duduk dan membenahi baju ku yang robek itu. Dengan tenaga yang tersisa aku bersuaha berdiri.

“Qri’ah, ada apa?”. Tanya nya setelah sadar. Ia sedikit meringis kesakitan karna tubuhnya menghantam meja.

“Donghae’ah?”. Aku menatap nya yang berusaha berdiri sambil memegangi lehernya.

***

“jadi…. setelah aku memegang benda itu aku menjadi aneh. Ohh, berarti kejadian kemarin juga seperti itu. Makanya aku tak ingat apapun”. Kata Donghae mengelus-elus dagunya berusaha menerka. Ia memakaikan jaketnya padaku karna baju ku telah robek. Aku memandangi nisan yang kini ada di tangan ku.

“sebenarnya… apa yang terjadi. Perasaan ku jadi tidak enak”. Kekhawatiran mulai menghantuiku.

Donghae masih berpikir. “ehm… maaf aku merepotkan mu karna sikap anehku. Aku juga jadi tidak enak”. Jawabnya pelan. “kalau begitu, kita tanyakan pada abeojhi ku. aku menjadi aneh setelah memegang benda itu. Mungkin abeojhi bisa menemukan petunjuk pada nisan itu”. Lanjut Donghae kemudian berdiri dari duduknya. Dengan tergesa-gesa kami berdua menuju lokasi penggalian Lee Ahjussi.

Donghae, dia berubah. Aku sendiri jadi bingung dan tidak enak. Aku, aku tahu mata itu. Sorot mata itu. Aku mengenalnya. Ya. Tapi aku tidak tahu pasti dimana pernah melihatnya. Aku sangat yakin mengenal mata itu.

***

“Qri? Kau kenapa?”. Tanya Lee ahjussi saat melihat wajah ku yang sedikit pucat dan memakai jaket Donghae, putra nya. “Lee Donghae, jangan-jangan kau….”. wajah murka Lee Ahjussi tiba-tiba saja tampak saat melihat Donghae.

“aku tak mau mengakui itu, tapi aku tak bisa menyangkal, abeojhi”. Jawab Donghae polos.

Dengan serta merta Lee Ahjussi mengamuk. “Ku cabut hak waris mu, Lee Donghae”. Teriaknya. Donghae berlari ketakutan.

Aku menghalangi Lee Ahjussi yang sudah bersiap dengan jurus nya untuk memukili putra nya itu. “ahjussi, ahjussi, sudahlah. nanti aku yang akan membalasnya”. Seru ku.

Emosi nya pun mereda. Lee Ahjussi mulai memeriksa nisan kuno itu dengan kacapembesar.

“Lee Donghae, kau menemukan benda hebat. Sudah rusak dan sulit melihat tulisannya”. Ujar Lee Ahjussi dengan seksama memeriksa detail benda itu. “lereng ini adalah kuburan kuno pertengahan abad ke 7, mungkin in i salah satu peninggalannya. Ya, tidak salah lagi”. Lanjut Lee Ahjussi. Abad ke 7?

“abeojhi, apa yang tertulis pada benda itu?”. Tanya Donghae.

Lee Ahjussi masih berkonsentrasi melihat dengan kacapembesar nya. “ini tulisan lama. Sepertinya yang meninggal istri dari keluarga kaisar. Disini juga tertulis seorang dayang karena wanita itu”. Jawab Lee Ahjussi.

“dayang?”. Gumam ku.

“pembantu keluarga kerajaan”. Timbal Donghae. Aku mengangguk. “tapi, bukankah pada pertengahan abad itu, di masyarakat sudah tak ada kebiasaan bunuh diri, bukan?”. Lanjut Donghae berusaha mengingat semua hal yang ia tahu tentang sejarah.

Lee Ahjussi mengangguk. “geurrae. Tapi pada situasi tertentu masih suka di lakukan”. jawab Lee Ahjussi.

“ah, abeojhi… apakah nama dayang itu bisa diketahui?”. Tanya Donghae lagi.

Lee Ahjussi menggerakkan kacapembesarnya. “iya, disini masih menggunakan huruf lama. Shi-Haku-Dong-Ju”. Jawab Lee Ahjussi dengan mengejakan nama pelayan itu.

“Dongju?”. Gumamku.

“yah, itu lah yang tertulis disini”. lanjut Lee Ahjussi.

“Qri’ah, gwaenchana?”. Tanya Donghae yang khawatir pada keadaanku.

“Dongju? Itu nama yang kau sebutkan tadi”. Jawab ku. Deg! Tiba-tiba saja aku merasa aneh. Segera aku berlari keluar dari tenda tempat kerja Lee Ahjussi itu. “Aku pulang. Jaket mu aku pinjam dulu”. Seru ku dan langsung saja berlari. Donghae terus meneriakan nama ku tapi aku tidak menggubrisnya. Mengapa wajahku memerah saat melihat Donghae. Aku mencintainya? Tapi, itu bukan Donghae. Aku menghentikan langkahku. Kalau bukan Donghae, lalu siapa? Tubuhku bergetar.

***

Dzzztt…. bayangan ku kembali pada masa itu. Ya, aku ingat. Aku ingat. Di taman bunga yang sanga jauh dan luas. Suatu kebahagiaan di tengah-tengah taman bunga itu….

“Qri’ssi?”.

Sorot mata itu, milik nya.

“Qri’ssi”.

Milik pria itu.

“Lee Qri”.

Sreett… aku berdiri “Shikkereo!! (Berisik) jangan panggil-panggil nama orang!”. Teriakku. Suara itu sedari tadi mengganggu konsentrasiku menemukan jawaban atas keanehan ini. Aku membuka mataku. “OMO!!”. Semua orang melihat ke arah ku. kelas. Aku sekarang sedang di kelas.

“memangnya kenapa? Aku hanya mau menyuruhmu mengerjakan soal nomor 5”. Kim Seongsaenim. Aigoo ~ aku menggigit bibir bawah ku. mati lah aku.

Alhasil, karna aku meneriaki seongsaenim aku dihukum berdiri di luar kelas dengan menjinjing seember air.

“kenapa berdiri di situ Qri’ah?”. Tanya Soyeon saat pergantian jam.

“emm… mollasseo, aku sering bermimpi aneh akhir-akhir ini”. Jawab ku.

Hyomin dan Soyeon mendekat. “mwoya? Seorang pria dengan gagah dan sorot mata tajam dan kulit kecoklatan itu menghampirimu?”. Tanya nya.

“wahh… jinjja? Makanya cepat resmikan hubungan mu dengan Donghae agar tidak bermimpi terus?”. tambah Soyeon.

“yyaa!! Kalian mau mati, huh??”. Balas ku. menyebalkan sekali mereka ini.

Sosok Donghae muncul dari kelas nya. Sontak aku membelalakan mata begitupun Hyomin dan Soyeon.

“mengganggu…”. kata Hyomin.

“baiklah, kami pulang”. Ujar Soyeon.

Mereka menyebalkan sekali. “pulang sana!”. Balas ku.

Donghae menepuk pundakku. “Qri’ah, kata saem sudah boleh pualng. Ayo pulang bersama”. Ajaknya. Donghae menyodorkan tas milikku. Hmm? Seperti nya ia tidak ingat kejadian itu. Aku meraih tas ku dari nya.

“apa penggaliannya sudah ada kemajuan?”. Tanya ku.

Donghae menggeleng sedikit kekecewaan tampak di wajahnya. “aniya, katanya akhir pekan nanti akan libur 3 hari. Kami menemukan lubang pintu masuk jalan, tapi rasanya agak aneh”. Jawab Donghae menganalisis yang ia ketahui. “di dalamnya seperti ada ruangan tempat menyimpan peti mati, lorongnya berliku-liku”. Lanjutnya.

“Donghae’ah, aku ingin melihatnya. Temani aku, ya?”. Pinta ku. “aku ingin melihat, seperti apa rupa wanita yang tertidur disana? Mengapa aku selalu di ganggu oleh bayangan seseorang yang bernama Dongju?”. Lanjutku, ku ungkapkan segala pertanyaan ku pada Donghae.

Klik here to get PassWord : PASSWORD

Iklan

3 thoughts on “FanFict “Princess Jihyun” [Part 2]

  1. mmmmm rahasia apa yang ada d batu nisan itu llu apa xg trjadi pada abad itu knp donju itu sprtix sangt mnginginkan qri¿¿???? apa qri itu reinkarnasi org pda abad ke 17 itu llu laki2 xg brnama dongju itu siapa….kyaaaaa q pnasarn ff x buat q brfikir apa xg trjadi dmasalalu mlh nambah mkin pnasarn lanjutttttin…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s