FanFict “Sweet Revenge” [Part 6]


7

Author      : Lee Yeon Sung(Kyo) a.k.a Queen’s Arni

Main cast  :

  1. Park Jiyeon T-Ara
  2. Choi Minho

Support cast :

  1. T-Ara members
  2. SHINee members
  3. Find by your self

Genre       : romance

Type         : part

*Sudut Pandang Juny*

Aku terbangun. Sudah pagi, kepala ku pusing. Minho, ia tertidur disampingku. Apartemen Minho, ini adalah kali kedua aku tidur disini. aku bahkan masih memakai baju semalam. Bau debu dari gudang bekas itu. Ku pegangi kepala ku sambil sedikit mengurutnya. Sakit, sangat sakit.

Pukul 8 pagi. Drrrt…. Bo peep, bo peep, bo peep, bo peep…Bo peep, bo peep, bo peep, oh!

“ohh, ne”. Aku beranjak dari tempat tidur untuk menjauhi Minho “ne, aku sedang bersamanya. Gwaenchana, dia benar-benar datang semalam. Dia menyalamatkanku dan membawa ku ke apartemennya”.

Minho terbangun “Juny”. Panggilnya.

“baiklah, aku tahu”. Akhirku. “nde?”. Timpalku pada Minho.

“kau sudah merasa lebih baik?”. tanya nya. Dia khawatir? Aku mendekati Minho.

“saat aku bersama mu, aku selalu merasa lebih baik”. jawab ku mesra. Minho tersenyum, menyibak rambut ku dan menyelipkannya ke belakang telinga ku. Mengelus pipi ku dengan jari atasnya. Aku tak henti menatap nya dan ia pun begitu. Aku dapat mendengar suara deru napasnya.

“Jiyeon”. Ujarnya tiba-tiba. Mwo? Aku membelalak mendengarnya memanggil ku begitu. Tidak, tidak boleh.

Cklek ~ suara pintu di buka. Aku menyadari itu, tapi seperti nya Minho tidak. Minho masih menatap ku lekat sambil tersenyum.

“OPPA!! APA YANG KAU LAKUKAN!!?”. teriak seorang yeoja. Areum, iya, dia Areum.

“Areum, aku bisa menjelaskan ini. Tidak seperti yang kau lihat”. Minho berjalan kearah Areum.

Plakk! Sebuah tamparan mendarat di pipi Minho. “Mworago? Mworagoyo oppa?? Apa yang bisa kau jelaskan, eum? Aku tahu dari awal kau tak pernah menyukai ku. Bahkan aku yang meminta mu untuk menjadi namja ku. Wae oppa?! Wae!?”. Areum terus berteriak.

‘Areum’ah, kita harus tampil sebaik mungkin di pertunjukan itu nanti’. Ujar Hyomin di ruang musik.

‘tentu saja’. Jawab Areum sombong sambil memainkan piano nya. Hyomin mulai menyanyi dengan suaranya yang merdu, aku rasa itu sudah cukup untuk mereka tampil baik.

‘Hyomin’ah, lihatlah, ada yang sedang menguntit kita’. Areum menyadari kehadiran seseorang. Hyomin membisikan sesuatu pada Areum. Mereka lalu menarik orang itu dan mendorongnya ke tempat menyimpanan alat musik.

‘aakkh’. Ringis gadis itu.

‘omo ~ itu kan biola Minho. Eotteohke?’. Hyomin panik melihat biola yang terbelah menjadi 2 karna tertindih tubuh gadis yang mereka dorong tadi.

“miwohae!”. Areum menangis dan pergi. Minho masih terdiam di depan pintu.

“Minho’ah, agaknya akan lebih baik jika aku pergi juga”. Aku beranjak dan hendak keluar.

Minho berbalik dan memelukku “kkajima. Biarkan saja dia pergi. Jika kau pergi juga, lalu siapa yang akan menyayangiku lagi”. Cegah Minho. Omo ~ suara manjanya.

Aku hanya mengangguk dan membalas pelukannya. “keundae, aku harus pulang. Aku sangat bau, Minho”. Lanjutku.

“tunggu, aku akan mengantarmu”. Balasnya. Minho pergi mandi. kali ini aku tak meninggalkan nya seperti saat pertama bertemu. Aku menunggunya. Areum, aku yakin kau masih mengingatku.

*Sudut Pandang Author*

Terlihat sekelompok orang sedang berkumpul di sebuah cafe. Areum masih terisak karna berpisah dari Minho.

“Sudahlah, Key juga tidak jauh lebih baik dari Minho”. Hyomin mencoba menenangkan Areum.

“geumanh urro. Apa yang aku lakukan selama ini kurang, hm? Aku melakukan apa yang kau mau. Sudah ku bilang, Minho tak menyukai mu”. Timpal Key.

“aishh… geuman Areum’ah, kau sangat berisik”. Sambung Soyeon yang sibuk dengan cerminnya.

“aku menyukai nya”. Jawab Areum.

“aku sudah tak tahan. Apa yang aku lakukan ternyata hanya sia-sia”. Key tertunduk “kau menyuruh ku menggoda yeoja itu, agar ia dijauhi Minho, tapi apa Areum, kau malah mendekati Minho”. Lanjutnya.

“ngomong-ngomong masalah Minho, aku ingat saat terakhir reuni dengan nya di club malam. Aku menantang nya untuk mendekati seorang yeoja dengan 500 ribu won”. Sahut Onew.

Jonghyun terkejut “aku pikir kau tak sadar saat mengucapkan itu”. Balasnya.

“ckk… tentu aku sadar, bahkan aku masih ingat body yeoja”. Onew menerawang ke langit-langit cafe, membayangkan body perfect yeoja itu, Juny.

“iya, yeoja itu benar-benar membuat hati ku bergetar”. Timpal Jonghyun puitis.

“geumanhae ~ apa kalian tidak mengerti aku sedang bersedih”. Areum kembali menangis.

“sudah cukup Areum’ah, sekarang kau harus mau padaku”. Ujar Key. Hening. Tak ada lagi yang berbicara.

“kalian masih ingat dengan anak pembawa sial di sekolah kita dulu?”. Tanya Areum tiba-tiba.

“emm… iya, aku ingat kau menyuruh Key untuk menggodanya. Lalu kami melakukannya di gudang sekolah”. Jawab Jonghyun.

Onew menjitak Jonghyun “babo, pelankan suara mu”. Kesalnya.

“aigoo ~ arasseo”. Jonghyun mengelus kepalanya.

“aku seperti melihat nya tadi pagi”. Ujar Areum.

“jinjja? Eoddie?”. Hyomin dan Soyeon membelalak bersamaan. Areum menggeleng.

“mungkinkah…. dia sudah mati, lalu menghantui kita”. Tebak Jonghyun.

“maldo andwae”. Bentak Key “dia menghilang tiba-tiba saat di rawat”. Lanjut Key.

“kalian, masih ingat siapa namanya?”. Tanya Soyeon pelan.

Teman-temannya menggeleng “yang aku ingat hanya nama panggilannya. Kita sering mengejeknya dulu. Dia pembawa sial, apapun yang ia sentuh pasti celaka”. Jawab Hyomin.

“yah, bahkan saat kami menjahilinya di gudang, aku mendapat luka ini”. Onew menarik lengan bajunya dan menunjukkan bekas luka di lengannya.

“sudah-sudah, aku jadi takut”. Jonghyun mencegah pembicaraan berlanjut.

“kau takut, kau juga ikut menjahilinya di gudang waktu itu”. Key menatap Jonghyun tajam.

“arattanikka, tapi kau yang memaksaku. Lagipula aku hanya memegangi tangannya”. Balas Jonghyun. Mereka terus saja berdebat soal masa lalu mereka.

*Sudut Pandang Juny*

I get You, I get You. Tak henti-hentinya aku kegirangan saat mengingat Minho meminta ku jadi yeoja nya. Sudah 2 minggu aku bersamanya, tak ku sangka secepat itu ia akan meminta ku jadi bagian hidupnya. Minho, begitu mudahnya ia jatuh cinta. Hari ini, Minho akan mengajak ku ke tempat ia suka berkumpul dengan teman-temannya.

Suara klakson mobil Minho terdengar, aku langsung berlari ke bawah untuk menemui nya.

“agashi, eoddiega? Bukankah kau ada janji bisnis dengan Kim Sajangnim?”. Cegah pelayanku saat aku hendak pergi.

“emm… itu urusan gampang. Aku ada urusan yang lebih penting dari itu”. Jawab ku lalu berlari kecil menuju keluar rumah.

Minho, ia tampak sangat tampan hari ini. Dengan setelan nya macho, kemeja putih yang di buka beberapa kancing bagian atasnya, senyumannya sangat manis.

“jinjja yeppo”. Puji nya saat aku masuk ke mobil nya.

“geurreom, yeoja Minho harus tampak cantik”. Balas ku “mau kemana kita hari ini?”. Tanya ku.

“cafe, teman-teman ku sudah menunggu disana”. Jawab Minho tetap konsentrasi menyetir. Aku hanya mengangguk.

Queenie Cafe, tampak ramai di jam makan siang seperti saat ini. Huh ~ dengan siapa Minho akan memperkenalkan aku? Mollado. Kami bergandengan mesra menuju ke meja yang berada di sudut cafe. Tampak pemandangan diluar, sebuah taman yang juga di buat sebagai cafe outdoor.

“annyeong”. Sapa Minho pada teman-temannya. Omo ~ dada ku terasa sesak. Mereka….

“annyeong, uwahh, ini yeoja mu hyung? Yeppo”. Puji salah satu temannya. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Ya, dia orang yang memergoki kami di apartemen waktu itu.

“nde. Juny’ah, ige Onew”. Minho memperkenalkan salah satu temannya. Senyumnya lebar, matanya sipit. “ige Jonghyun, dan yang ini Taemin. Kau pasti masih ingat dengan nya”. Lanjut Minho. Aku hanya mengangguk dan tersenyum pada mereka.

“Juny imnida”. Jawab ku singkat. Kenapa aku harus bertemu dengan mereka disini.

Onew menerjang pelan kaki ku. Apa-apaan dia? Ku tarik kaki ke bawah kursi.

“Minho’ah”. Panggil ku pelan sembari menarik lengan baju Minho.

“wae chagi?”. Tanya nya. Aku tak berani menatap Onew ataupun temannya yang lain.

“kepala ku pusing, aku ingin pulang”. Jawabku dengan susah payah.

“tunggulah sebentar lagi”. Ujarnya. Minho mengelus punggung tanganku.

‘jangan ganggu aku!!!’. Teriakan itu kembali terniang.

‘wae? Kenapa kau lakukan ini padaku? Apa salahku? Mulai sekarang, jangan pernah menampakan dirimu di depan ku lagi’. Bayangan namja itu kembali terlintas.

‘lihatlah, dia si anak sial’ ‘dia tak pantas sekolah disini’ ‘jangan dekati dia’. Bahkan aku masih sangat ingat satu per satu perkataan mereka.

Ku pejamkan mataku dalam-dalam. Semakin ku eratkan genggaman ku di lengan Minho. Aku takut.

‘mengapa kalian senang sekali mengganggunya?’ ‘jangan ganggu dia atau kalian akan dapat high kick ku’ ‘dia gadis baik, kalian tak pantas menyentuhnya’. Pembelaan beberapa orang pada gadis malang itu.

‘hahaha… lihatlah, ternyata dia cantik juga. Cepat pegangi dia’. Semakin ku pejamkan mata ku.

“Juny’ah, gwaenchana?”. Minho menggoyangkan tubuhku. Aku pun tersadar lalu berdiri.

Deg! Seorang yang sangat aku benci melintas di hadapanku. geunamja. Aku tak kuasa, lutut ku langsung lemas. Brukk! Aku menghempas lantai.

“Juny, ada apa? Ayo kita pulang”. Minho membopong ku. Lagi.

“namja itu, aku takut”. Ujar ku pelan diperjalanan pulang. Minho menggenggam tangan ku erat. Aku akan menghukum mereka. “Minho’ah, aku tak mau pulang”.

“wae? Kau sakit bukan?”. Minho mengkhawatirkan keadaanku. Aku menggeleng.

“aku ingin pergi ke suatu tempat”. Minho hanya menuruti keinginkan ku.

*Sudut Pandang Minho*

Mengapa Juny sangat aneh? Ia seperti melihat hantu saat berhadapan dengan teman-teman ku, terutama Key.

“Juny’ah, aku tak tahu apa yang terjadi padamu sebelum bertemu dengan ku. Tapi, jika kau tidak keberatan ceritakanlah padaku”. Aku memberanikan diri memulai pembicaraan. Entah ada apa, hingga Juny mengajakku duduk diatas gedung sekolah ini lagi.

“jujurlah, saat pertama kau melihat ku, siapa orang yang kau ingat?”. Juny balik bertanya.

“maksudmu apa?”. Juny, mengapa ia tiba-tiba….

“Minho’ah, saat kau menatapku dikamar apartemen mu, kau memanggilku ‘Jiyeon’ apa tak ingat itu?”. Kini Juny menghadap kearah ku.

Aku tertunduk “nde, aku ingat”. Jawab ku akhirnya. Hening. “kau mengingatkan ku pada sosok yeoja, dimasa lalu ku”. Lanjutku setelah berusaha keras mengeluarkan suara ku.

“Jiyeon?”. Timpalnya.

Aku mengangguk “nde, Jiyeon, jalmeotaesseo”. Aku mengakui kesalahanku. Juny menepuk pundakku.

“Jiyeon, eoddie?”. Tanyanya. Pertanyaan itu, bahkan sampai sekarang aku tak menemukan jawabannya.

“molla. Aku bahkan tak sempat mengucapkan salam perpisahan padanya”. Jawabku.

Kini Juny hanya diam tak berkata apapun lagi. Ia tersenyum? Mwoya?!

“lupakanlah dia, sekarang kau punya Juny”. Katanya dengan nada sinis. Baru kali ini aku melihat tatapan sinisnya. Tatapan yang penuh dengan kemarahan.

“Juny”. Lirihku. Juny beranjak pergi. Ku ikuti dia dari belakang. Kenapa sikap nya aneh sekali? Aku tak mengerti.

11 thoughts on “FanFict “Sweet Revenge” [Part 6]

  1. Oalah ngerti juny beneran jiyeon -_- selama ini dia gak nelfon siapa2. Jiyeon sengaja ubah identitas buat balas dendam/? terus Onew-ssi….T.T duh dia jadi jerk banget disini. Jiyeon trauma begitu sama mereka terus dari penggalan masa lalunya jiyeon sih dia udah di ehem sama onjong -_-aigoo
    Oya rada bingung soal hyomin ahreum ngomongin biola Minho aku kira itu bukan flashback,saran._. kalo flashback atau penggalan masa lalu yg digabung ke dialog atau narasi di ketik pake bold aja atau diwarnain lain gitu biar reader gak bingung. Lanjut baca lagi~

  2. eits,ternyata q lom baca ni lnjtannya.sekarang q ngerti,juny dan jiyeon itu satu orang dan sepertinya selama ini juny bicara sendiri atau merekam suaranya sndri di hp,atau mempunyai 2 kepribadian..

  3. Waduhh…….thor,sayanya masih bingung nih.apakah juny dan jiyeon orng yang sama dan juga apakah jiyeon mengganti indentitasnya menjadi juny untuk membalas dendam,pada wkt kejadian digudang sekolah itu.lanjut baca aja deh thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s