FF : Am I Strange [Part 2]


part 2

Author            : Lee Yeon Sung(Kyo) a.k.a Queen’s Arni

Main Cast       :

1.  Park Jiyeon T-Ara

2. Cho Kyuhyun SuJu

Support cast :

  1. Moon Mason Baby Ullzang as Cho Mason *ganti bentar marganya eoh ._.v*
  2. Choi Sungmin as Park Sungmin *chagiya, marganya Kyo ganti bentar ya*
  3. You Can Find if You Read the Story ^^

Genre              : Romance, Family

Type                : Part

*Sudut Pandang Jiyeon*

Sampai saat ini aku masih tidak percaya kau tega mencampakkanku begitu saja Kyu. Aku sungguh tidak percaya. Dan sekarang aku harus menerima kenyataan, mendapat cemoohan orang dan menjadi orangtua tunggal anak kita. Setiap hari aku hanya memikirkan ini.

#Flashback

Aku menangis tak henti ketika terbangun dari tidurku dan mendapati tubuh polosku tanpa sehelai benangpun, dan ku lihat disampingku, Kyuhyun dengan keadaan yang sama. Apa yang telah aku lakukan? aigoo ~ aku, aku, tidak… Kyuhyun, kenapa kau tega mengambilnya sebelum hubungan kita resmi sebagai suami istri? Aku menangis semakin keras, hingga Kyuhyun terbangun.

“Wae chagi?”. Tanyanya langsung mendekapku.

“jangan sentuh aku!”. Teriak ku dengan tubuh bergetar. Kyuhyun tak menghiraukan dan memelukku makin erat.

“chagi, mianhae ~ aku hanya ingin membuktikan, I have a gentle Love”. Kyuhyun mencoba menenangkanku. Aku masih terus menangis “geuman urro, yakk, aku tak mau melihat airmata mu lagi. Mulai sekarang kau milikku seutuhnya, arratji?”. Ujar Kyuhyun dengan nada agak tinggi.

“jangan tinggalkan aku, aku sudah tak berharga”. Pintaku lalu membalas pelukannya.

“kau ini bicara apa? Kau sangat berharga bagiku”. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. “geumanhae… geuman urro, chagi”. Kyuhyun mengecup kedua mata ku yang terpejam karna tangis.

Aku dan Kyuhyun telah sebulan menjalin hubungan sampai Kyuhyun berani melakukan ‘itu’ padaku. Dan dengan bodohnya aku melakukan ‘itu’ lagi dan lagi. Wae? Wae naega jinjja baboya?

#Flashback end

Mengingat hal membuat ku susah bernapas, mata ku terasa panas, tenggorokanku sakit aku ingin berteriak. Duk duk… bayi ku menendang. “ahh…” aku terkejut dan sadar dari lamunanku. “wae chagi? Kau tak suka eomma sedih,geurrae?”. Tanyaku pada bayi ku yang masih berada di dalam kandungan. Aku tersenyum dan kembali bersemangat.

*Sudut Pandang Kyuhyun*

Mataku tertumbuk pada sebuah potret seorang yeoja yang berada di meja belajar ku. Dimana dia sekarang? Dia pasti benar-benar membenciku.

#Flashback

“oppa, jebal dengarkan aku”. Jiyeon memohon pada ku saat aku hendak meninggalkannya.

“apa lagi huh? Kita sudah berpisah, jangan ganggu aku lagi”. Jawab ku ketus.

Jiyeon memelukku erat, aku hendak membalas pelukannya tapi ku urungkan niat ku itu. “oppa, aku mengandung anakmu”. Jiyeon berkata jujur sambil menangis.

“yakk! Babo, kau bunuh saja bayi itu”. Bentak ku.

“ani oppa ani. Kau bilang mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padaku”. Ujarnya mengingatkan ku pada perbuatan keji ku padanya.

“babo yeoja, kau pasti tau aku tak sepenuhnya mencintaimu. Aku hanya menginginkan kesenangan dari mu. Haha… aku sudah tidak mencintamu lagi”. Jawab ku lalu mendorongnya. Tiba-tiba saja dia bersujud dikaki ku.

“oppa, andwae, kkajima jebal~”. Pintanya memohon, ku keluarkan sebuah amplob berisi uang dari appa lalu ku berikan padanya.

“ambilah dan bunuh saja anak itu”. Kataku sinis lalu berjalan pergi. Jiyeon masih terduduk kaku.

#Flashback end

Knock knock knock…. suara pintu kamar ku diketuk, membangunkanku dari tidur. Aiissh…siapa yang mengetuk pintu kamar ku?

“Chagi, buka pintunya”. Teriak Seohyun dari luar. Aigoo… yeoja itu mau apa datang kemari sudah sore begini. Dengan mata yang masih mengantuk aku pun membukakan pintu untuk nya. Seohyun langsung masuk ke kamar ku dan berbaring di ranjangku. Apa-apaan dia, ini ranjang ku dan Jiyeon.

“ada apa chagi?”. Tanya ku padanya .

“emm…bogoshipeo”. jawabnya dengan manja. Aigoo yeoja ini. Aku pun mendekatinya dan membelai rambutnya. Kalau bukan karna appa aku tak akan menerima yeoja manja ini. Dia memelukku manja. Aiish…

*Sudut Pandang Author*

Seorang namja tampan berjalan menyusuri jalan yang seperti lorong dengan rumah sederhana di kanan kiri nya sambil membawa secarik kertas dan melihat kanan kiri. Lalu ia memasuki sebuah rumah ber-cat putih, mengetuk pintu, dan menunggu pemilik rumah membukakannya.

Clekk… pintu terbuka.

“Nunna’ya!!”. Teriaknya lalu meloncat memeluk Jiyeon.

“yakk!! Kau menekan perutku Sungmin’ah!”. Jiyeon

“aigoo…mianhae, nunna’ya. Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi”. Jawab Sungmin dan langsung melepaskan pelukannya.

“nuguya Yeonji’ah?”. Teriak Halmeoni dari dalam rumah.

“nado Sungmin’ah, kajja masuk”. Jiyeon lalu membawakan tas Sungmin masuk rumah “igeo Sungmin, halmeoni, nae namdongsaeng”. Jawab Jiyeon kemudian.

“nunna’ya, bagaimana keadaan keponakanku?”. Tanya Sungmin setelah meminum air yang disediakan Jiyeon.

Jiyeon mengelus perut nya “dia, baik-baik saja. Yya, kenapa kau kemari? Harusnya kau meneruskan sekolah mu di kota”. Bentak Jiyeon.

“aku ingin menjaga mu nunna’ya, kau satu-satu anggota keluarga ku yang benar-benar peduli padaku saat aku ada masalah. Izinkanlah aku menjaga kalian. Kau, anakmu, dan halmeoni. Aku akan mencari pekerjaan disini untuk membantu keuangan”. Jawab Sungmin panjang lebar.

Jiyeon mengangguk “arasseoyo, Sungmin’ah, gomawoyo jinjja gomawo”. Kata Jiyeon sembari tersenyum manis dan di balas senyuman oleh Sungmin.

*Sudut Pandang Jiyeon*

Tiba-tiba saja aku terbangun. Jam menunjukan pukul 2 dini hari. Aku mengambil kotak berharga milikku dan membukanya. Sebuah potret, dimana aku, Suzy, dan IU berpoto bersama. Aigoo… aku merindukan mereka.

#Flashback

Eomma memasuki kamar ku dengan wajah marah yang tak bisa ku jelaskan. Dia langsung memarahi dan memukuliku sejadi-jadinya. Aku hanya dapat menangis memegang kepalaku dan meminta maaf.

“anak durhaka. Kenapa kau melakukan ini padaku huh? Wae Jiyeon’ah? Beraninya Kau mempermalukan eomma! Kenapa kau tidak mati saja?!”. Teriak ibu sambil terus memukul ku.

“eommaaa mianhae!!”. Hanya itu yang dapat aku ucapkan.

“setelah sekian lama eomma membesarkanmu! Beraninya kau mempermalukan eomma!”. Eomma tak mau mendengarkan ku.

“eomma jebal”. Aku meringis kesakitan.

“anak durhaka! Eomma tidak mengajarkanmu seperti ini! Ini kemauan mu huh!”. Eomma terus marah sejadinya. Sungmin datang dan langsung menarik eomma “wae? Kenapa kau melakukannya? Aku membesarkanmu baik-baik!”. eomma masih mengocehi ku. Aku memang tidak tahu diri eomma mianhae.

“eomma geumanhae ~ kasihan Jiyeon nunna”. Sungmin menahan eomma yang marah besar.

“siapa yang melakukan ini padaku?!huh!”. eomma terus berteriak.

“mianhae eomma mianhae”. Ucapku lagi.

“Jiyeon’ah”. IU dan Suzy datang bersamaan dan langsung menghampiriku yang sudah tidak karuan diatas tempat tidur yang berantakan.

Aku menangis di pelukan mereka berdua. “wae Jiyeon’ah, wae?”. IU ikut menangis dan mengelus rambut ku. Aku tak bisaa berkata-kata lagi.

“tenanglah eomma, Jiyeon nunna tak sepenuhnya bersalah, namja brengsek itu yang harus di salahkan”. Sungmin memeluk eomma yang rentah dan menangis karna emosi dan kecewa. Lalu Sungmin dan eomma keluar dari kamarku.

“Jiyeon’ah, uri neol chingu. Kenapa kau tidak menceritakan ini pada kami?”. Tanya Suzy.

Aku menggeleng “mianhae, aku takut kalian tak mau berteman dengan ku lagi”. Jawab ku.

“yakk! Baboya, tentu kami tetap mau berteman denganmu, kami akan selalu menemanimu”. Ungkap IU dan memelukku erat.

“apa yang akan kau lakukan sekarang?”. Tanya Suzy lagi.
“mungkin aku akan pergi, jauh dari kota ini dan merawat anak ini. Aku tidak mau membunuhnya”. Jawab ku sembari tersenyum ringan.

#Flashback end

Aku masih ingat saat Suzy dan IU mengantarku ke stasiun kereta, mereka teman terbaik ku. Semoga mereka tidak bernasib sepertiku. Tapi aku merindukan mereka saat ini. 3 hari lalu Suzy mengirimiku e-mail saat ia dan IU menjadi juara menyanyi berduet di sebuah event musik. Aku sangat senang mengetahui hal itu, dulu kami sering bernyanyi dan menari bersama. Sangat bahagia saat itu. Hmm… ku tarik napas ku dalam lalu ku hembuskan perlahan.

“chagiya, cepatlah lahir, eomma penasarkan akan seperti siapa kau kelak?”. Aku bergumam sendiri sambil mengelus perut ku yang sudah cukup buncit ini.

*Sudut Pandang Kyuhyun*

Handphone ku berbunyi. Alarm. ‘Dino’s birthday’. Hari ini tanggal 7 Juli dan memang aku yang membuat pengingat ini di handphone ku. Aku langsung mengambil mantel ku dan bergegas kaluar rumah. Satu tahun lagi aku akan di wisuda, dan seharusnya setelah itu Jiyeon. Tapi karna aku dia  terpaksa menghentikan kuliah nya. Cukup lama aku dan Jiyeon menjalin hubungan, 2 tahun sampai ia mengatakan ia sedang mengandung anakku lalu menghilang. Aku tiba di sebuah toko perlengkapan bayi.

“annyeonghaseyo, selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu?”. Sapa pelayan toko itu dengan ramah.

“nde, annyeong. Eumm…aku mencari perlengkapan untuk bayi yang masih kecil”. Jawabku sembarang.

Pelayan itu terkekeh “semua bayi tentu saja kecil tuan”. Candanya “apa maksud anda bayi yang baru lahir?”. Tanyanya berusaha menebak.

“ah, nde, itu maksuku”. Jawab ku bersemangat.

“anda bisa melihat-lihat sendiri di sebelah sana, tuan”. Ujarnya lalu menunjukan tempat nya. Aku lekas menuju kesana. Aku menelpon IU untuk menanyakan anaknya namja atau yeoja.

“yya, IU’ssi, namja atau yeoja?”. Tanya ku.

“namja, Kyuhyun’ssi, dia sangat tampan kau tahu”. Jawab IU dari seberang dengan nada gembira.

“oh, arasseo. Ku harap dia mirip appanya”. Ujarku lalu telepon terputus. Aku segera memilih barang-barang. Selama 1 jam mungkin aku melihat dan berbelanja, pelayang toko sangat bersemangat melayaniku. Aigoo… pelanggan yang memborong saja di hormati sedangkan yang hanya melihat malah di abaikan.

Done. Aku memborong banyak barang. Ada perlengkapan makan, mandi, mainan, tempat tidur, pakaian dan sebagainya. Kini mobil ku di penuhi oleh perlengkapan bayi. Aku segera menuju kerumah IU. Disana juga ada Suzy.

“Aigoo… Kyuhyun’ssi, kenapa kau membeli barang sebanyak ini”. IU sangat terkejut.

“karna aku menyayangi anak ku”. Jawab ku polos.

“IU’ah, lihatlah baju ini sangat lucu”. Suzy memamerkan baju piama bayi yang sangat kecil denan motif boneka pada IU.

“aiish, kau baik sekali Kyuhyun’ssi”. Kata IU kemudian melihat-lihat barang yang ku bawa.

“tentu saja, hanya ini yang bisa aku lakukan. ohya, ini uang nya aku Cuma bisa memberikan sedikit. Aku sangat berterimakasih pada kalian berdua”. Ujar ku sambil membungkuk.

“aiish… kau ini, rasanya aku ingin membunuh appa mu itu. Kenapa dia tidak memberikan restu padamu dan Jiyeon? Aigoo… padahal Jiyeon gadis baik”. Suzy berceloteh tak jelas sambil merapikan barang-barang kedalam kardus.

“yya, andwae! Semua itu karna perjanjian appa ku dan appa Seohyun. Dulu appa dan eomma ku juga di jodohkan. Aku pikir setelah appa tahu aku telah memilih Jiyeon, dia akan berubah pikiran. Tapi ternyata aku salah, dan saat mengeatahui Jiyeon hamil appa marah besar sampai jantungnya kumat lagi. Sebagai anak yang baik aku menuruti kemauannya, dan yah, ini lah yang bisa aku lakukan untuk Jiyeon sekarang. Tolong rahasiakan kalau aku yang mengiriminya uang dan barang-barang ini. Aku takut dia tidak mau menerima nya”. Jelas ku panjang lebar.

“arasseo”. Jawab IU singkat.

“kajja kita berangkat”. Ajak Suzy setelah selesai berkemas.

“nde, kajja”. IU pun berdiri. Mereka segera berangkat ke tempat Jiyeon dan anakku kini berada, mereka tak memberikan alamat Jiyeon jadi hanya mereka lah yang bisa membantu ku memberikan keperluan Jiyeon.

Iklan

16 thoughts on “FF : Am I Strange [Part 2]

  1. Ohh ternyata begitu ceritanya knp kyu ninggalin jiyeon. Tapi kasian jiyeon, hrsnya kyu bs tegas dan berterus terang biar jiyeon tdk salah paham 😦 serba salah jg ada di posisi kyu.
    Walaupun begitu, ku senang kyu tetap mau bertanggung jawab dgn membeli kebutuhan anak dan jg memberi uang ke jiyeon .
    Ku lanjut baca lagi 🙂

  2. wahh hohoh ,. Aku jdi terharu dengernya .. Kyuppa msh cinta ma jiyi .. Ni seohyun buang aja ke laut biar dimakan hiu ..wkwkwk ..appa nya kyuppa mudahan nyesel .. klo diya sebenarnya dh punya cucu .. Next read

  3. Hiksss hiksss…terharu banget sama perhatian kyu oppa ;,) ternyata gitu toh ceritanya #ngangguk”paham
    Thor itu Choi sungmin tuh aktor bukan ? coz aku taunya Lee sungmin doang sih #lirikSUPERJUNIOR^^

  4. Kasihan jiyi..walaupun kyu msh ada buat jiyi dg carax sendiri tp kan ttp aja berat unk jiyi menghdpix.kecewa aku sma cho appa.

  5. Ternyata kyuhyun meninggalkan jiyeon, karena perjodohan yg dilakukan oleh ortu kyuhyun.tapi kenapa kyuhyun gak menjelaskan semuanya ke jiyeon,kan gak akan salah paham begini.tapi,kyuhyun tetap mencintai jiyeon dan anaknya dan bertanggung jawab.malah memberikan banyak sekali peralatan dan kebutuhan anaknya.
    Lanjut baca thor.fighting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s